Cerita Seleb

KABAR DUKA, Komedian Rony Dozer Meninggal Dunia, Ternyata Sempat Idap Penyakit Ini

Tidak menyebutkan waktu pasti meninggalnya Rony Dozer, Evry mengatakan pemilik nama lahir Rony Antonius Setiawan itu berpulang pada sore hari.

Editor: AbdiTumanggor
KOMPAS.com/Revi C Rantung
Roni Dozer saat dijumpai di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kabut duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air.

Rony Dozer, aktor dan komedian, meninggal dunia pada Kamis (11/11/2021).

Kabar ini disampaikan oleh Ketua Humas Parfi Evry Joe.

"Kembali kita menerima berita duka, telah berpulang sahabat kita aktor film, komedian, yaitu Bang Rony Dozer," ucap Evry melalui pesan WhatApp, Kamis malam.

Tidak menyebutkan waktu pasti meninggalnya Rony Dozer, Evry mengatakan pemilik nama lahir Rony Antonius Setiawan itu berpulang pada sore hari.

"Kami, saya Evry Joe Ketua Humas Parfi mengucapkan duka yang amat dalam karena kami asosiasi perfilman sangat dekat dengan beliau, terakhir saya duduk dengan beliau saat Festival Film Wartawan Indonesia," ujarnya.

"Sore ini beliau berpulang keribaan Yang Maha Kuasa," lanjutnya.

Rony mengembuskan napas terakhir dalam usia 46 tahun.

Ia sebelumnya dikenal sebagai pengisi acara televisi Extravaganza.

Namun, belum diketahui penyebab Rony Dozer meninggal dunia

Pada tahun lalu, Rony Dozer mengaku didiagnosis mengidap penyakit selulitis.

Penyakit itu mulai dirasakan Rony sejak 2014 lalu.

"Terjadinya itu 2014, yang tadinya kaki kanan enggak bengkak tiba-tiba bengkak terus memerah, terus meriang 39 bedrest opname masuk RS menurut dokter ini peradangan," kata Rony di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Rony mengatakan, gejala awal yang dirasakan mulai dari kaki kanan yang bengkak kemudian meriang.

"Bahkan ada luka bakar itu yang agar parah, sama lagi kata dokter selulitis," kata Rony.

Sebagai informasi, selulitis adalah infeksi kulit umum yang disebabkan bakteri.

Infeksi ini bisa membuat kulit kemerahan, bengkak, dan terasa nyeri saat ditekan.

Rony mengaku sempat menjalani operasi usai didiagnosis penyakit itu.

Setelah kondisinya membaik, Rony pun melakukan aktivitas pada 2015.

"Buang cairan di rumah sakit kurang lebih seminggu, keluar rumah sakit kempes kaki saya, aktivitas 2015 pertengahan," tuturnya.

Sayangnya tak berlangsung lama, penyakit itu kembali muncul lagi sekira 2016.

Kejadian tersebut terjadi saat Rony sedang melakukan aktivitas syuting.

Gejala ini dirasakan sampai 2018 tahun lalu. Kini, penyakit itu sudah mulai membaik.

"Diperiksa jantung ginjal liver aman, cuma ini saja, kolesterol jaga makan, kempes dalam seminggu 2016. Saat saya suting Tuyul dan Mba Yul Reborn, kecapekan saya kena tipus, tapi sama gejalanya bengkak panas tinggi, hampir sama jadi sampai 2018," ucapnya.

“Kebetulan sekarang sudah aman, sudah sehat lagi,“ ujarnya.

saat dijumpai di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).
Rony Dozer saat dijumpai di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). (KOMPAS.com/Revi C Rantung)

Mengidap Selulitis, Penyakit Apa Itu?

Sebelumnya, komedian Rony Dozer (44) mengaku mengidap penyakit selulitis sejak 2014.

"Terjadinya itu 2014, yang tadinya kaki kanan enggak bengkak tiba-tiba bengkak terus memerah, terus meriang 39, bedrest, opname masuk RS. Menurut dokter, ini peradangan," kata Rony di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Rony mengatakan, gejala awal yang dirasakan mulai dari kaki kanan yang bengkak, kemudian meriang.

"Bahkan ada luka bakar itu yang agak parah, sama lagi kata dokter selulitis," kata Rony.

Dilansir SehatQ, selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit yang umum dan kadang menyakitkan.

Bakteri dapat menginfeksi lapisan kulit yang lebih dalam melalui kulit yang luka, misalnya karena gigitan serangga, area bekas operasi, trauma, atau luka (ulkus).

Bakteri Staphylococcus dan Streptococcus dapat menyebabkan infeksi ini.

Selulitis bukanlah penyakit menular karena bakteri tersebut menginfeksi lapisan kulit yang lebih dalam.

Hanya saja, orang yang memiliki kulit eksim atau kaki atlet lebih mudah terkena selulitis. Bakteri dapat masuk ke kulit melalui celah-celah pada eksim atau kaki atlet itu.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat meningkatkan risiko selulitis.

Seperti dialami Rony Dozer, selulitis pertama kali muncul dengan area merah yang membengkak dan terasa panas. Kulit merah dan pembengkakan ini dapat menyebar dengan cepat.

Dilansir Health Line, selulitis umumnya dapat memengaruhi kulit kaki bagian bawah. Namun, tak menutup kemungkinan infeksi muncul di area lain tubuh, termasuk wajah.

Selulitis biasanya memengaruhi permukaan kulit, tetapi ada juga yang berpengaruh ke jaringan di bawah kulit. Selain itu, infeksi dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan aliran darah.

Portal berita kesehatan itu mengatakan, jika selulitis tak ditangani dengan serius, dapat mengancam jiwa.

Gejala

Gejala selulitis meliputi:

  • Rasa sakit dan nyeri di daerah yang terinfeksi
  • Muncul kemerahan atau radang pada kulit
  • Sakit kulit atau ruam yang tumbuh dengan cepat
  • Kulit kencang dan bengkak
  • Kulit yang terinfeksi terasa hangat
  • Abses dengan nanah
  • Demam

Gejala selulitis yang lebih serius termasuk:

  • Gemetar
  • Panas dingin
  • Merasa sakit
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Nyeri otot
  • Kulit terasa hangat
  • Berkeringat

Jika Anda juga merasakan gejala di bawah ini, kemungkinan selulitis sedang menyebar:

  • Kantuk
  • Lesu
  • Lecet
  • Muncul garis-garis merah

Segera hubungi dokter jika Anda memiliki gejala di atas.

Pengobatan dan pencegahan

Perawatan selulitis melibatkan penggunaan antibiotik oral selama 5 sampai 14 hari. Dokter mungkin akan meresepkan penghilang rasa sakit.

Anda juga dianjurkan untuk beristirahat hingga gejala membaik. Selulitis akan hilang dalam 7 sampai 10 hari setelah Anda minum antibiotik.

Namun, jika kondisi infeksi selulitis parah, pasien memerlukan perawatan yang lebih lama. Infeksi yang bertambah parah bisa disebabkan oleh kondisi kronis atau sistem kekebalan yang melemah.

Jika gejala sudah membaik, antibiotik yang diresepkan tetap harus dihabiskan. Ini untuk memastikan semua bakteri hilang.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah :

  • Menjaga kebersihan kulit Anda
  • Menggunakan sepatu yang pas dengan kaus kaki yang longgar
  • Hindari berjalan tanpa alas kaki diluar ruangan

(*/tribunmedan/ kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved