Dinkes Sumut Sebut Capaian Vaksinasi Pelajar Baru 30 Persen

Ismail menjelaskan bahwa sejak pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ( PTMT) tingkat vaksinasi pelajar meningkat tajam. 

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/HO
Adrian, seorang siswa SMP kelas 2 mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) di Lapangan Serba Guna Kampung Sejahtera, Jalan Zainul Arifin, Kota Medan, Sumatera Utara. Jum’at (29/10/2021). Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2021, XL Axiata mendukung pelaksanaan vaksinasi untuk pemuda pemudi yang bertujuan agar masyarakat Kampung Sejahtera dan sekitarnya bisa lebih sehat dan terhindar dari Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Ismail Lubis menyatakan tingkat vaksinasi Pelajar baru  mencapai 26 hingga 30  persen. 

Diterangkan Ismail  bahwa angka vaksinasi pelajar itu berada di bulan Oktober lalu sehingga masih akan  segera diperbaharui lagi 

Baca juga: Angka Pengangguran di Sumut Masih Tinggi, Pengamat Ekonomi : Daya Serap Tenaga Kerja Masih Minim

"Itu data bulan Oktober nanti akan kita rekon ulang lagi," Jelasnya, Jumat (5/11/2021). 

Ismail menjelaskan bahwa sejak pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ( PTMT) tingkat vaksinasi pelajar meningkat tajam. 

"Sejauh ini semakin banyak para pelajar yang mau divaksin. terlebih lagi, pada saat   kemarin dikabarkan pelajar hendak melaksanakan PTMT," Tuturnya. 

Namun dikatakan Ismail bahwa sejauh ini tingkat vaksinasi pelajar tertinggi di Sumatera Utara ada di Kota Medan. 

"Pelajar kota Medan itu antusias vaksinnya lebih tinggi. Mungkin karena PTMT baru baru ini diterapkan," Jelasnya. 

Bukan hanya vaksinasi pelajar di Kota Medan saja namun hampir di semua kabupaten dan kota  pelajar di Sumut juga dikatakan Ismail sama-sama antusias melaksanakan vaksinasi.

Baca juga: Gagal Transaksi Sabu, Warga Aceh Ini Berakhir dengan Divonis Penjara 11 Tahun

"Tapi bukan berarti kota dan kabupaten lain tidak antusias, semua para pelajar ini antusias. Mungkin karena rasa ingin tahunya masih tinggi," Jelasnya. 

Namun permasalahan banyak pelajar yang tidak melakukan vaksinasi, dijelaskan Ismail itu disebabkan orang tua yang belum mengizinkan .

"Jadi orang tua yang harus lebih banyak kita kasih pemahaman edukasi tentang pentingnya vaksin dan sejauh ini kita bekerjasama dengan satgas wilayah dan para pemerintah setempat untuk terus lakukan pemahaman  vaksinasi itu," Jelasnya.

(cr5/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved