Materi Belajar Sekolah

Berikut Penjelasan Klasifikasi Iklim dan Jenis-jenis Iklim

Iklm diklasifikasikan menjadi 6, yaitu iklim matahari, iklim fisis, iklim koppen, iklim Schmidt-fergusson, iklim oldeman, dan iklim junghuhn.

Pixabay
Klasifikasi Iklim 

TRIBUN-MEDAN.com - Berikut klasifikasi iklim dalam satu tahun.

Iklm diklasifikasikan menjadi 6, yaitu iklim matahari, iklim fisis, iklim koppen, iklim Schmidt-fergusson, iklim oldeman, dan iklim junghuhn.

Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim adalah sebagai berikut:

  • Garis lintang
  • Ketinggian
  • Daratan yang luas
  • Kondisi udara (suhu, kelembaban, curah hujan, awan)
  • Arus laut
  • Panjang pendeknya musim
  • Topografi dan vegetasi

Klasifikasi Iklim Koppen

Dikemukakan oleh ahli klimatologi asal Jerman bernama Wladimir Koppen (1900). Klasifikasi iklim koppen terbentuk berdasarkan suhu udara dan curah hujan. Klasifikasi iklim koppen menjadi yang paling banyak digunakan sebagai acuan di berbagai belahan bumi.

Iklim Tipe A (Iklim Khatulistiwa)

Ciri-ciri:

  • Curah hujan tinggi -> curah hujan bulanan > 60 mm
  • Rata-rata suhu bulanan di atar 180 C
  • Rata-rata penguapan 70 cm3 / tahun
  • Tidak ada musim dingin

Baca juga: PAGI INI Jenazah Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Dimakamkan, Begini Suasana di Rumah Duka Saat Ini

Baca juga: Sebelum Terjadi Kecelakaan, Vanessa Angel Minta Maaf ke Anaknya, Mengaku Belum Jadi Ibu yang Baik

Jenis iklim:

Af -> iklim hutan hujan tropis, suhu udara panas dan curah hujan tinggi, jenis tanaman heterogen
Am -> curah hujan tergantung musim dan jenis tanaman homogen
Aw -> iklim sabana tropis, pohonnya memiliki tinggi yang rendah (pohon kecil), banyak padang rumput, musim kemarau lebih panjang dibanding musim hujan

Iklim Tipe B (Iklim Kering)

Memiliki curah hujan lebih kecil dibandingkan penguapannya (rata-rata 25,5 mm / tahun) dan tidak ada sungai permanen
Jenis iklim:
BS -> iklim stepa dimana bulan kering terjadi di musim panas
BW -> iklim gurun dimana bulan kering terjadi di musim dingin

Iklim Tipe C (Iklim Sedang Hangat)

Memiliki suhu udara berkisar 180 C hingga -30 C -> rata-rata 100 C
Jenis iklim:
Cw -> musim dingin kering
Cs -> musim panas kering
Cf -> tidak ada musim kering

Iklim Tipe D (Iklim Salju)

Suhu udara terdingin < -30 C dan terpanas > 100 C
Jenis iklim:
Df -> semua bulan lembab (bulan basah)
Dw -> musim dingin kering

Iklim Tipe E (Iklim Kutub)

Ciri cirinya adalah tidak ada musim panas, bulan terpanas suhunya < 100 C, dan jenis tumbuhannya padang lumut
Jenis iklim:
ET -> iklim tundra
EF-> iklim hutan salju atau es abadi
klasifikasi iklim koppen
Sumber gambar: Kottek et al. (2006)

Daerah Panas / Tropis

  • Ciri-cirinya adalah berada di ketinggian 0 – 600 mdpl dan suhu udara 220 C – 23,30 C
  • Tanaman yang cocok berupa padi, jagung, kopi, tembakau, karet, dan kelapa
    Daerah Sedang
  • Ciri-cirinya adalah berada di ketinggian 600 – 1.500 mdpl dan suhu udara 17,10 C – 220 C
  • Tanaman yang cocok di ketinggian 600 – 1.000 mdpl (kopi, kina, padi, sayuran, teh) dan 1.000 – 1.500 mdpl (tembakau, jagung, kapuk, cokelat)
  • Daerah Sejuk
  • Ciri-cirinya adalah berada di ketinggian 1.500 – 2.500 mdpl dan suhu udara 11,10 C – 17,10 C
  • Tanaman yang cocok berupa padi, kopi, kina, sayuran, teh, dan hutan tanaman industri
    Daerah Dingin
  • Ciri-cirinya adalah berada di ketinggian > 2.500 mdpl dan suhu udara < 11,10C
    Hampir tidak ada tanaman budidaya

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: Beberapa Kali Wawancarai Vanessa Angel, Wajah Presenter Ini Berubah Saat Dengar Kabar Kecelakaan

Baca juga: Cekatan Pimpin Kota Medan, Bobby Nasution Jadi Harapan Warga

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved