TRIBUNWIKI
SOSOK Roy Siagian, Pengajar dan Pendamping Penelitian Siswa yang Mampu Harumkan Toba
Kecintaannya bagi dunia pendidikan, secara khusus penelitian sudah mulai terlihat sejak ia duduk di bangku kuliah.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – “Kalau emas akan tetap emas kemanapun ditempatkan” itulah unggkapan yang cocok bagi Roy Siagian yang kini menjadi Plt Kepala Sekolah di SMP Neger I Narumonda.
Ia telah beberapa kali membawa sekolah, tempatnya mengajar sebelumnya bertanding di kancah olimpiade sains tingkat Internasional.
Baca juga: Nyali Ariel NOAH Langsung Menciut Cuma Disuruh Lakukan Hal Sederhana Ini di Depan Raffi Ahmad
Prestasi yang disabet anak didiknya di SMP Negeri I Sigumpar adalah hasil persiapan panjang sebelum ia ditempatkan di SMP Negeri I Narumonda sebagai kepala sekolah.
Kecintaannya bagi dunia pendidikan, secara khusus penelitian sudah mulai terlihat sejak ia duduk di bangku kuliah.
Pria kelahiran 17 Januari 1984 telah mencintai dunia pendidikan ini sejak duduk di bangku kuliah tepatnya di Universitas Negeri Medan (UNIMED) Semester III.
Dengan alasan finansial, ia pun harus mulai mengajar anak didik di tempat les. Tujuannya, upah dari tempat les mampu menutupi kekurangan biaya selama kuliah.
“Awalnya saya melihat bahwa dunia pendidikan ini sebagai wadahku berkembang sejak duduk di bangku kuliah semester III. Saya ikut mengajar les dan privat di Medan. Ini saya lakukan karena biaya dari kampung terasa kurang,” ungkapnya.
Anak keempat dari 5 bersaudara ini tidak langsung menjadi seorang guru setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Kimia UNIMED.
Baca juga: DAMPAK LAIN Konsumsi Vitamin D Berlebihan Ternyata Justru Bisa Bikin Gangguan Tulang dan Ginjal
“Saya tamat kuliah tahun 2005. Saya bekerja sebagai quality control di perusahaan pengolahan minyak di Medan sampai tahun 2009. Lalu, ada lowongan masuk PNS, saya coba dan ternyata lulus dan ditempatkan di Toba,” terangnya.
“Saya langsung ditempatkan di SMP Negeri 1 Sigumpar setelah dinyatakan lulus test CPNS itu,” lanjutnya.
Anak seorang petani dari Desa Bonan Dolok III, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba ini ternyata mengisi diri setiap harinya setelah ia ditempatkan sebagai guru di Toba.
Kecintaaannya pada hal-hal baru, secara khusus pada penelitian yang ada dalam jurnal sudah muncul.
Selama 11 tahun mengajar di SMP Negeri I Sigumpar, beragam prestasi yang ia torehkan bersama para siswa yang ia bimbing usai jam pelajaran.
Bukan sekadar merelakan jam istirahatnya, ia juga berupaya membeli alat-alat penelitian bagi siswa yang tengah melakukan praktek.
Kepiawaiannya mengajar dan mendidik anak membuat para siswa betah bersama dia belajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/roy-siagian-seorang-guru-di-toba-yang-berhasil-mengharumkan-nama-toba.jpg)