Bobby Nasution Pastikan Turun Tangan soal Rumah Lansia Ditutup Pagar Seng 2 Meter oleh Pengusaha

Kabar penutupan akses rumah warga secara sepihak oleh pengusaha di Jalan Ringroad Kecamatan Medan Sunggal, sudah sampai ke telinga Bobby Nasution

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Aktivitas penghuni rumah yang ditembok dan dipagar pakai seng setinggi 2 meter di pintu masuk kediamannya di Jalan Ringroad, Medan, Selasa (26/10/2021). Pemilik rumah mengeluhkan pemagaran akses keluar masuk rumahnya tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar penutupan akses rumah warga secara sepihak oleh pengusaha di Jalan Ringroad Kecamatan Medan Sunggal, sudah sampai ke telinga Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Menantu Presiden Jokowi itu pun memastikan akan turun tangan menyelsaikan persoalan tersebut.

Adapun pemilik rumah yang kini ditutup tembok dan pagar seng setinggi 2 meter itu merupakan pasangan lanjut usia, yakni Toga Raja Manurung (78) dan Rosma Br Sinurat (72).

Bobby mengatakan akan mengecek kondisi penutupan pagar rumah sekaligus akses keluar masuk warga.

"Nanti saya cek ya. Karena memang itukan pertama itu jalan nasional, tentunya drainasenya juga biasanya pengelolaannya drainase nasional," ujarnya.

Ia menuturkan akan memberikan teguran jika pihak pengusaha menyalahi aturan.

"Kami pemda hanya boleh merapikan saja, membersihkan saja. Nanti kalau ada yang menyalah di situ tetap memang wewenang dari kami, nanti coba saya akan lihat, nanti kalau memang menyalah kita kasih teguran," katanya.

Baca juga: Kasihan, Akses Masuk Rumah Warga Ditembok Pengusaha, Minta Tolong ke Menantu Presiden Jokowi Dibantu

Sebelumnya, warga Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal mengeluhkan akses keluar masuk rumahnya yang berada di depan Ringroad City Walks.

Pemilik rumah, Rosma Br Sinurat mengatakan pemagaran rumah tersebut dilakukan secara sepihak.

"Sudah satu tahun belakangan ini ditutup dan akses kami tidak bisa keluar masuk, ditutup secara sepihak, tidak ada komunikasi sama sekali," ujar Rosma, Selasa (26/10/2021).

Dikatakan Rosma, dirinya sudah tinggal di lokasi ini selama 45 tahun.

Di depan rumahnya itu, terdapat lahan seluas empat meter yang merupakan milik negara.

"Kami sudah tinggal di sini selama 45 tahun sekitar setahun lalu mereka (pengusaha) masuk ke sini, mereka garaplah ini jadi lahan parkir," katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya lahan yang merupakan lokasi drainase milik Pemerintah Kota Medan tersebut, diminta untuk dirawat oleh pemilik rumah.

"Jadi sisa lahan empat meter itu mereka minta kami rawat supaya tidak kotor dan terbengkalai. Jadi kami tanamlah di situ pohon mangga dan tanaman-tanaman lain," ucapnya.

Rosma mengatakan sampai saat ini dirinya tidak tahu jika ada pengalihan kepemilikan dari Pemko Medan kepada pihak pengusaha tersebut.

"Kami tidak tahu apakah ini sudah dijual atau disewakan tapi yang kami tahu ini masih punya Pemko," tuturnya.

Menurut Rosma, dirinya juga sempat digugat oleh pihak pengelola dengan tuduhan menyerobot tanah yang bukan miliknya.

Padahal, Rosma tidak pernah menggunakan ataupun menutup lahan tanah yang berada di atas drainase tersebut.

"Kami hanya diminta untuk mengelola itu saja, karena kan itu drainase dan trotoar," katanya.

Aktivitas penghuni rumah yang dipagar dan ditutup pintu masuk kediamannya di Jalan Ringroad, Medan, Selasa (26/10/2021). Pemilik rumah mengeluhkan pemagaran akses keluar masuk rumahnya setinggi 2,5 meter tersebut dilakukan secara sepihak.
Aktivitas penghuni rumah yang dipagar dan ditutup pintu masuk kediamannya di Jalan Ringroad, Medan, Selasa (26/10/2021). Pemilik rumah mengeluhkan pemagaran akses keluar masuk rumahnya setinggi 2,5 meter tersebut dilakukan secara sepihak. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Permasalahan ini juga telah dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan bersama DPRD Kota Medan.

Berdasarkan rapat yang diadakan pada awal tahun 2021, DPRD Medan merekomendasikan untuk dilakukan pembongkaran pagar.

"Instruksi dari hasil rapat di DPRD itu harusnya dibongkar pagar ini, tapi sampai sekarang realisasinya tidak dilakukan," tuturnya.

Ia pun berharap Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau langsung dan melakukan pembongkaran pagar tersebut.

"Kepada Wali Kota Medan kami meminta tolonglah kami dibantu. Kalau begini akses kami pun sulit dan rumah kami tertutup oleh tembok dan seng yang tinggi ini," pungkasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved