Materi Belajar Sekolah
Kapal Van der Wijk Ditemukan, Intip Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijk Karya Hamka
Kisah tenggelamnya Kapal Van der Wijk bukanlah hanya sebuah cerita fiksi belaka yang dikarang oleh Sastrawan Buya Hamka pada 1936.
TRIBUN-MEDAN.com - Kisah tenggelamnya Kapal Van der Wijk bukanlah hanya sebuah cerita fiksi belaka yang dikarang oleh Sastrawan Buya Hamka pada 1936.
Pada kenyataanya, pemerintah Indonesia berhasil menemukan situs sejarah bangkai Kapal Van der Wijk di perairan laut Lamongan.
Kini, ada titik terang mengenai keberadaan kapal yang dijuluki sebagai Titanic-nya Indonesia itu. Tim arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (BPCB Jatim) mengabarkan telah menemukan sebuah bangkai kapal yang diduga kuat sebagai kapal Van der Wijck.
Mereka meyakini, berdasarkan ciri-cirinya, bangkai kapal tersebut adalah kapal Van der Wijck. Selain itu, bangkai kapal tersebut juga ditemukan di lokasi tenggelamnya kapal Van der Wijck, yakni di Laut Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Wicaksono Dwi Nugroho, salah satu arkeolog dari BPCB Jatim dikutip dari National Geographic Indonesia bahwa titik lokasi bangkai kapal tersebut sebenarnya telah ditemukan sejak April 2021.
Namun, tim baru bisa melihat jelas kondisi bangkai kapal tersebut pada Oktober ini ketika arus di Laut Brondong tenang.
Bangkai kapal ini melintang di posisi barat daya ke timur laut. Sementara cerobong asapnya yang berdiri di tengah kapal, karena posisi kapal miring, jadi mengarah ke barat laut.
Bagian terbawah kapal tersebut berada di dasar laut, di kedalaman 54-55 meter. "Bagian teratas kapal ada di kedalaman 34-36 meter," kata Wicak.
Dari selisih kedalaman ini, dapat diperkirakan secara kasar bahwa lebar bangkai kapal tersebut adalah sekitar 18 meter.
Wicak juga menambahkan bahwa menurut perkiraan sementara berdasarkan hasil survei timnya yang menyelam ke sana, bangkai kapal tersebut memiliki panjang sekitar 100 meter dan cerobong asap yang menonjol setinggi tiga meter.
Dimensi ukuran bangkai kapal ini cukup mirip dengan kapal Van der Wijck.
Sebagai perbandingan, berdasarkan catatan sejarah, kapal Van der Wijck yang dibuat tahun 1921 ini memiliki panjang 97,5 meter, lebar 13,4 meter dan tinggi 8,5 meter.
Berat kotornya 2.633 ton, berat bersih 1.512 ton, dan daya angkut 1.801 ton.
Adapun Van der Wijck sendiri adalah kapal milik maskapai pelayaran Belanda, Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM).
Kapal ini diluncurkan sebagai kapal penumpang dan kargo yang memiliki dua kelas dan geladak. Kelas pertama memiliki kapasitas hingga 60 orang, kelas dua dapat menampung 34 orang, dan geladak berkapasitas hingga 999 orang.
Selain disebut dalam novel karya Hamka, kapal ini juga terkenal karena pernah ditumpangi Mohammad Hatta ketika hendak dibuang ke Boven Digoel, Papua.
Setelah selesai dibuat oleh Maatschappij Fijenoord, Rotterdam, pada tahun 1921, kapal ini kemudian segera berlayar dari Feyenoord menuju Indonesia pada tahun yang sama.
Perjalanan Kapal Van der Wijk
Pelayaran kapal Van der Wicjk yang dianggap sangat mewah pada masanya itu berakhir di Perairan Lamongan, Jawa Timur, tepatnya di 12 mil dari Pantai Brondong, Lamongan.
Pada Kamis, 22 Oktober 1936 surat kabar de Telegraaf mengabarkan bahwa akibat peristiwa tenggelamnya kapal Van der Wijck, ada 58 penumpang yang tewas dan 42 lainnya hilang, sedangkan 153 penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
• Materi Belajar Bahasa Inggris: Penulisan Descriptive Text dan Contohnya
• Materi Belajar Sejarah: Penyebab Terjadinya Perang Dipenogoro dan Tokoh-tokoh Penting
Pada hari Kamis yang sama, surat kabar Australia, The Queenslander, turut memberitakan tenggelamnya Van der Wijck. Koran tersebut menyebut jika kapal sekonyong-konyong miring saat berada di 64 kilometer barat daya Surabaya. Setelah itu hanya butuh enam menit hingga seluruh badan kapal tenggelam.
Monumen Tenggelamnya Kapal van Der Wijk

Monumen Tenggelamnya Kapal Van der Wijk
The Queenslander juga menuliskan soal proses evakuasi yang melibatkan banyak orang, mulai dari sejumlah nelayan setempat, pilot pesawat terbang, hingga kapal Angkatan Laut Belanda. Sebanyak 153 dari 253 orang penumpang berhasil diselamatkan.
Saat kapal Van der Wijck tenggelam, sejumlah warga yang tinggal di pesisir Pantai Brondong juga berperan dalam menyelamatkan banyak penumpang.
Sebagai ucapan terimakasih kepada warga dan untuk mengenang tenggelamnya kapal mewah tersebut, Pemrintah Hindia Belanda mendirikan Monuman Van der Wijck.
Monumen Van der Wijck berdiri kokoh di kawasan pantai Brondong dan berbentuk seperti pos pemantau setinggi 15 meter berwarna kuning dan biru. Terdapat dua prasasti di dinding barat dan timur monumen. Prasasti terbuat dari pelat besi bertuliskan dalam bahasa Belanda dan Indonesia.
Sinopsi Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijk
Novel ini mengisahkan persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.
.jpg)
Novel ini pertama kali ditulis oleh Hamka sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938.
Dalam novel ini, Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa.
Kritikus sastra Indonesia, Bakri Siregar menyebut Tenggelamnya Kapal van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka, meskipun pada tahun 1962 novel ini dituding menjiplak karya Jean-Baptiste Alphonse Karr berjudul Sous les Tilleuls (1832).
Diterbitkan sebagai novel pada tahun 1939, Tenggelamnya Kapal van der Wijck terus mengalami pencetakan ulang sampai sekarang.
Novel ini juga diterbitkan dalam bahasa Melayu sejak tahun 1963 dan telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Penutupan Jalur Medan Berastagi Bikin Penumpang Bus Sepi, Pengusaha Angkutan Enggan Berangkat
Baca juga: Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300 Ribu, PHRI Justru Minta Rp 150 Ribu Karena Sudah Untung
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/buku-the-decay-of-the-ss-van-der-wijck.jpg)