Khazanah Islam
FATAL Hukum Ghibah dan Gosip, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Dampak Ngeri Bagi Para Pelakunya
Salah satu perbuatan yang harus dihindari oleh seorang muslim ialah ghibah atau bergosip.
TRIBUN-MEDAN.com - Apa hukumnya bagi orang yang sering bergosip dan ghibah? Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Salah satu perbuatan yang harus dihindari oleh seorang muslim ialah ghibah atau bergosip.
Baca juga: Jangan Takut, Baca Doa Ini Ketika Berhadapan dengan Musuh atau Lawan Bicara, Amalan Nabi Musa
Baca juga: Doa Singkat Luar Biasa, Sekali Baca Setan Putus Asa dan Enggan Menggoda, Baca Tiap Sholat
Baca juga: Doa Mujarab, Dibaca Nabi Muhammad Menyembuhkan Segala Penyakit, Mudah Diamalkan
Karena hal ini merupakan perilaku yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahuwata'ala.
Bergosip atau membicarakan oran lain alias menggunjing merupakan sikap yang menjerumuskan pada lubang dosa.
Bahkan perbuatan ghibah ini merugikan diri sendiri dan dapat berakibat fatal bagi amal ibadah.
Karena orang yang dibicarakan tersebut jika tidak terbukti kebenarannya bisa menjadi fitnah.
Sehingga imbasnya akan kembali kepada diri sendiri, bahkan dosa pun semakin menumpuk.
Lantas, apa hukumnya orang yang sering bergosip dan ghibah tersebut?
Baca juga: Baca Surat Pendek Ini 10 Kali, Syekh Ali Jaber : Dijamin Surganya Allah karena Cinta
Baca juga: Amalan Dahsyat Pendatang Rezeki, Ini 10 Keutamaan Surat Al Waqiah dan Cara Mengerjakannya
Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dibagikan melalui kanal YouTube Hijrah Islami Channel.
Dalam ceramah tersebut, Ustaz Adi Hidayat memberikan cara untuk menghadapi perlakuan orang yang sering kali bergosip terhadap kita.
Ia mengatakan, sebuah keburukan jangan sampai dibalas dengan hal serupa, melainkan harus memakai cara yang baik.
Sehingga ketika melakukan hal tersebut, ganjarannya adalah akan mendapatkan sebuah pahala dari orang yang telah berbuat jelek terhadap kita.
"Jika ada seseorang yang berbuat dzolim kepada anda, maka kaidahnya langsung mengatakan kebaikan orang itu pindah kepada anda," jelasnya.
Namun, apabila orang yang telah melakukan kezaliman tersebut tidak mempunyai pahala, kata Ustad Adi Hidayat keburukan kita akan dipindahkan kepada orang itu.
"Kalau dia gak punya kebaikan gak punya pahala, maka keburukan anda akan ditransfer pada dia," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/uztadz-adi-hidayat-25.jpg)