Khazanah Islam

FATAL Hukum Ghibah dan Gosip, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Dampak Ngeri Bagi Para Pelakunya

Salah satu perbuatan yang harus dihindari oleh seorang muslim ialah ghibah atau bergosip.

Editor: Dedy Kurniawan
Ist
Uztadz Adi Hidayat 25 

TRIBUN-MEDAN.com - Apa hukumnya bagi orang yang sering bergosip dan ghibah? Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat.

Salah satu perbuatan yang harus dihindari oleh seorang muslim ialah ghibah atau bergosip.

Baca juga: Jangan Takut, Baca Doa Ini Ketika Berhadapan dengan Musuh atau Lawan Bicara, Amalan Nabi Musa

Baca juga: Doa Singkat Luar Biasa, Sekali Baca Setan Putus Asa dan Enggan Menggoda, Baca Tiap Sholat

Baca juga: Doa Mujarab, Dibaca Nabi Muhammad Menyembuhkan Segala Penyakit, Mudah Diamalkan

Karena hal ini merupakan perilaku yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahuwata'ala.

Bergosip atau membicarakan oran lain alias menggunjing merupakan sikap yang menjerumuskan pada lubang dosa.

Bahkan perbuatan ghibah ini merugikan diri sendiri dan dapat berakibat fatal bagi amal ibadah.

Ilustrasi - Dosa Jariyah
Ilustrasi - Dosa Jariyah (ist)

Karena orang yang dibicarakan tersebut jika tidak terbukti kebenarannya bisa menjadi fitnah.

Sehingga imbasnya akan kembali kepada diri sendiri, bahkan dosa pun semakin menumpuk.

Lantas, apa hukumnya orang yang sering bergosip dan ghibah tersebut?

Baca juga: Baca Surat Pendek Ini 10 Kali, Syekh Ali Jaber : Dijamin Surganya Allah karena Cinta

Baca juga: Amalan Dahsyat Pendatang Rezeki, Ini 10 Keutamaan Surat Al Waqiah dan Cara Mengerjakannya

Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dibagikan melalui kanal YouTube Hijrah Islami Channel.

Ustadz Adi Hidayat Terbaru
Ustadz Adi Hidayat Terbaru (Tangkapan Layak YouTube Adi Hidayat Official)

Dalam ceramah tersebut, Ustaz Adi Hidayat memberikan cara untuk menghadapi perlakuan orang yang sering kali bergosip terhadap kita.

Ia mengatakan, sebuah keburukan jangan sampai dibalas dengan hal serupa, melainkan harus memakai cara yang baik.

Sehingga ketika melakukan hal tersebut, ganjarannya adalah akan mendapatkan sebuah pahala dari orang yang telah berbuat jelek terhadap kita.

"Jika ada seseorang yang berbuat dzolim kepada anda, maka kaidahnya langsung mengatakan kebaikan orang itu pindah kepada anda," jelasnya.

Namun, apabila orang yang telah melakukan kezaliman tersebut tidak mempunyai pahala, kata Ustad Adi Hidayat keburukan kita akan dipindahkan kepada orang itu.

"Kalau dia gak punya kebaikan gak punya pahala, maka keburukan anda akan ditransfer pada dia," sambungnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved