Update Longsor Sibolangit

Sosok Layani, Korban Longsor Sibolangit yang Meninggal di Mata Rekan Kerjanya

Selain keduanya, penumpang lain adalah Gustini Hagiana Ginting dan Ferdinan Tarigan yang kini masih dirawat di rumah sakit berbeda. 

Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/Goklas Wisely
Evalina Barus selaku rekan kerja Layani Bangun (korban longsor di Sibolangit yang meninggal dunia) saat diwawancara di sekitar ruang jenazah, RSUP Adam Malik, Minggu (24/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Layani Bangun (ibu) dan Novita Sari Sembiring (anak) adalah korban yang meninggal dunia akibat tertimpa longsor di Sibolangit pada Minggu, (24/10/2021) malam. 

Saat itu keduanya berangkat sari arah Karo menuju Kota Medan menggunakan mobil Xenia. 

Selain keduanya, penumpang lain adalah Gustini Hagiana Ginting dan Ferdinan Tarigan yang kini masih dirawat di rumah sakit berbeda. 

Sementara sopir bernama Armando (teman dekat Ferdinan) telah meninggal dunia dan kini telah dibawa ke Helvetia untuk dimakamkan. 

Baca juga: Setelah Resmi Menikah, Intip Kemesraan Vincent Verhaag dan Jessica Iskandar di Atas Ranjang

Rekan kerja Layani, Evalina Barus menceritakan bahwa Layani adalah salah satu guru favorit di sekolah sekitar Besitang. 

"Layani terkenal baik dan payah marah. Dia guru yang tidak bisa marah. Sementara Novita adalah anak satu satunya yang bekerja sebagai honorer bidan di Bea Cukai," katanya kepada Tribun Medan di sekitar ruang Jenazah RSUP Adam Malik, Minggu (24/10/2021).

"Makanya kami bilang dia tidak sanggup pisah dengan anaknya. Anaknya juga sebaliknya," sambungnya. 

Ia mengaku sudah sejak tahun 2005 dekat dengan Layani sebagai seorang guru. Bahkan lebih dari itu, Layani adalah temannya untuk menumpahkan curahan hati. 

Bahkan sewaktu Layani pergi ke Karo, dirinya sempat meminta ingin memeluknya. Namun layani hanya mengatakan sebentar lagi ia pulang dan akan langsung berjumpa. 

Dia mengatakan baru dua hari yang lalu layani mengatakan akan berpisah dengan guru di sekolahnya karena sudah mau pensiun. 

"Tiga tahun lagi dia pensiun. Selalu di bilang sama kami, dia tidak lama lagi pensiun dan tidak akan melihat kami lagi," ujarnya dengan nada bergetar. 

Baca juga: Pascalongsor di Sibolangit, Arus Lalu Lintas Berastagi - Medan Mulai Lancar

Dia menceritakan, Novita direncanakan nikah dengan Ferdinan pada November 2021. Tetapi karena pandemi masih berlangsung, diubah menjadi Februari 2021. 

Masih melekat diingatannya, Layani tampak tidak terlalu suka ditanyai soal pernikahan Novita. 

"Asal kami tanyain soal itu, dia nampak tidak suka. Dibilang kami belum tentu datang jadi tidak usah ditanyain," sebutnya. 

"Dia kek tidak antusias pernikahan anaknya ini. Sampai dibilangnya kami nanti tidak diundang karena dia was - was juga dengan Corona," tambahnya. 

(Cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved