Bintang Real Madrid Dituntut 10 Bulan Penjara & Denda Rp1,2 Miliar, Imbas Pemerasan Video Panas

Valbuena sendiri menurutkan bahwa dirinya merasa terancam sehingga memutuskan untuk melaporkan Benzema. 

twitter Real Madrid
Karim Benzema dinobatkan sebagai pemain terbaik La Liga 2019-2020. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bintang Real Madrid, Karim Benzema, dituntut hukuman penjara 10 bulan dan denda hingga Rp1,2 miliar atas kasus pemerasan video panas..

Sidang lanjutan kasus pemerasaan video panas yang melibatkan Karim Benzema digelar di Versailles, Prancis, pada Rabu (20/10/2021) waktu setempat. 

Seorang jaksa dalam persidangan tersebut menuntut hukuman penjara 10 bulan dan denda 75 ribu euro atau sekitar 1,2 miliar rupiah untuk Benzema. 

Menurut laporan The Guardian, Benzema dituduh terlibat dalam upaya pemerasan terhadap mantan kompatriotnya di timnas Prancis, Mathieu Valbuena. 

Penyelidik mengeklaim bahwa Benzema mendorong Valbuena untuk membayar para pemeras selama insiden tersebut. 

Baca juga: JUVENTUS Akhirnya Merasakan Manfaat Minus Cristiano Ronaldo, Chiellini Beberkan Asalannya

Kasus itu sebenarnya telah mencuat pada tahun 2015 ketika video seks milik Mathieu Valbuena tersebar luas. 

Menurut laporan BBC, Valbuena sempat meminta meminta seseorang dari dari Marseille bernama Axel Angot untuk memindahkan konten di ponselnya ke perangkat lain.

Axel Angot, yang kemudian menjadi terdakwa kasus tersebut, menemukan video seks milik Valbuena.

Dia dituduh melakukan pemerasan terhadap Valbuena dengan mengancam akan menyebarkan video seks itu.

Di tengah kondisi itu, Valbuena berbicara dengan Benzema dalam sebuah kamp pelatihan timnas Prancis. 

Baca juga: Timnas U-23 Indonesia Vs Nepal Hari Ini, Prediksi Line Up, Natanael Siringoringo Siap Unjuk Gigi

Menurut Valbuena, Benzema mengaku punya kenalan bernama Karim Zenati, yang bisa membantunya mencegah tersebarnya video itu.

Namun, Valbuena merasa curiga akan tindakan Benzema sehingga memilih melaporkannya ke polisi.

Adapun jaksa dalam sidang mengeklaim bahwa Benzema direkrut oleh pemeras untuk meyakinkan mantan rekan setimnya untuk membayar. 

Benzema juga diduga telah menelepon Zenati dan dalam percakapan yang direkam oleh polisi, menyatakan bahwa "Dia (Valbuena) tidak menganggap kami serius."

'Kami' dalam percakapan itu membuat Benzema dianggap masuk ke dalam komplotan pemeras. 

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved