Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar IPA: Proses Terjadinya Hujan Mulai Evaporasi, Kondensasi, hingga Presipitasi
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan merupakan bentuk presipitasi atau endapan dari cairan atau zat padat.
Materi Belajar IPA: Proses Terjadinya Hujan Mulai Evaporasi, Kondensasi, hingga Presipitasi
TRIBUN-MEDAN.com - Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan merupakan bentuk presipitasi atau endapan dari cairan atau zat padat.
Hal itu berasal dari kondensasi yang jatuh dari awan menuju permukaan bumi.
Pada dasarnya, kehidupan semua makhluk sangat bergantung pada keberadaan air, salah satunya bersumber dari hujan.
Sebab, hujan akan menjadi sumber air yang penting apabila kita tidak bisa mengakses sumber air lainnya, seperti sungai, danau, ataupun sumur.
Selain itu, air hujan juga memiliki banyak manfaat.
Misalnya, untuk mengairi lahan pertanian, kepentingan industri, dan pembangkit listrik.
Hujan menjadi sumber air bersih utama di sebagian besar wilayah di dunia. Sebab, air yang dihasilkan oleh hujan tersebut dapat membantu berbagai ekosistem.
Tak kalah penting, fenomena hujan adalah bagian dari proses terbentuknya air. Saat air itu jatuh ke permukaan bumi, saat itulah disebut sebagai hujan.
Sebab, tidak semua air yang jatuh dapat mencapai bumi.
Banyak di antaranya yang menguap begitu saja.
Kondisi tersebut kerap terjadi di daerah panas dan kering seperti padang gurun.
Proses Terjadinya Hujan
Penyerapan air hujan ke tanah bisa melalui celah-celah, pori-pori tanah, maupun melalui batuan.
Air yang masuk ke dalam tanah tersebut akan menjadi sumber air atau air cadangan.
Oleh sebab itu, penting untuk menyediakan daerah resapan air agar ada air cadangan.
Biasanya, daerah resapan air tersedia di hutan-hutan dengan kondisi vegetasi yang masih rapat.
Pohon-pohon yang ada di hutan mampu menguatkan struktur tanah sehingga ketika hujan turun air tidak langsung hanyut begitu saja.
Air akan terserap dan tersimpan di dalam tanah.
Dengan demikian, air yang tersimpan akan menjadi air tanah.
Peran tumbuhan pun sangat penting untuk memudahkan penyerapan air ke tanah, terutama pada bagian akar tumbuhan.
Baca juga: Materi Belajar Geografi Kelas 11: Tujuh Upaya Dalam Melestarikan Fauna
Baca juga: Materi Belajar IPS Kelas 7: Macam-macam Pasar Berdasarkan Wujud dan Barang Dagangan
Air dan akar di dalam tanah mampu membuat struktur tanah menjadi kokoh dan tidak mudah longsor.
Namun demikian, turunnya air hujan tidak sesederhana air yang turun dari langit.
Terjadinya hujan melewati beberapa proses siklus air.
Secara umum, tahapan terjadinya hujan dibagi menjadi tiga, yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.
1. Evaporasi
Tahapan pertama yang dilalui adalah evaporasi, yaitu proses penguapan air.
Panasnya suhu bumi dari matahari akan membuat air sungai, danau, dan laut menguap menjadi butiran atau uap air.
Uap air tersebut akan naik ke atmosfer, lantas menggumpal menjadi awan.
Apabila suhu udara semakin panas maka semakin banyak pula air yang akan menguap ke udara.
Hal itu akan menyebabkan terjadinya hujan semakin deras.
Coba perhatikan saat kamu tak sengaja menumpahkan segelas air di suatu tempat, misalnya, di lantai atau di jalanan. Dalam beberapa jam, air tersebut akan hilang. Bagaimana bisa? Ya, hal itu dapat terjadi karena air yang tumpah tersebut telah mengalami proses penguapan.
Proses penguapan bisa menjadi lebih cepat apabila terjadi saat suhu di suatu tempat panas akibat teriknya sinar matahari.
Evaporasi menjadi tahapan awal dari serangkaian proses terjadinya hujan. Energi panas matahari membuat air yang berada di laut, sungai, danau, dan banyak sumber air di permukaan bumi mengalami penguapan.
Apabila panas matahari semakin tinggi, maka akan semakin banyak pula air yang menguap dan naik ke atmosfer bumi.
2. Kondensasi
Tahapan selanjutnya adalah kondensasi.
Uap air hasil proses penguapan atau evaporasi akan naik ke atmosfer, kemudian mengalami kondensasi atau pengembunan.
Pada proses tersebut, uap air akan berubah menjadi partikel-partikel es yang sangat kecil.
Partikel es yang terbentuk dari uap air tersebut akan mendekati satu sama lain, kemudian membentuk gumpalan putih yang biasa disebut awan.
Proses partikel es yang saling mendekat dan membentuk awan itu disebut koalesensi.
Pada tahapan itu, partikel es memiliki jari-jari sekitar 5-20 mm.
Dalam ukuran tersebut air akan jatuh dengan kecepatan 0,01 – 5 cm/s. Sementara, kecepatan aliran udara yang lebih tinggi akan membuat partikel itu tidak jatuh ke bumi.
Perubahan uap air menjadi es tersebut dipengaruhi oleh perbedaan suhu pada perbedaan ketinggian awan di udara. Apabila semakin tinggi awan yang terbentuk, suhu akan semakin dingin.
Pada proses kondensasi, uap air akan naik ke atas lantaran terkena panas dari matahari.
Setelah uap air naik cukup tinggi, terjadilah pengembunan yang berubah menjadi tetesan air.
Apabila kamu pernah melihat segelas air dingin di atas meja, uap air yang berada di gelas tersebut akan mengembun, lalu menjadi tetesan air.
Hal yang sama juga terjadi ketika uap air naik ke langit lalu menjadi cairan.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua air yang mengembun akan membentuk awan.
Hal itu karena sebagian mengembun di dekat tanah, sebagian naik menjadi kabut, dan sebagian lagi akan naik ke langit membentuk awan.
3. Presipitasi
Proses yang ketiga adalah presipitasi. Presipitasi merupakan proses mencairnya butiran es di awan, kemudian turun menjadi titik-titik hujan ke bumi.
Awan yang telah terbentuk pada proses sebelumnya barangkali tertiup angin dan terbawa sehingga menjadi turun hujan di tempat lain dari proses sebelumnya.
Awan yang sudah terlalu padat dengan uap air dan tidak bisa lagi menahan beban air akan jatuh ke daratan, kemudian menjadi titik-titik hujan.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Pengaruh Kebijakan Kerja Paksa pada Masa Penjajahan
Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Makna Isi Sumpah Pemuda dan Tokoh-tokoh di Kongres Pemuda II
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/18012021_banjir_medan_danil_siregar-1.jpg)