Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar IPA: Proses Pembentukan Urine Pada Pecernaan Manusia
Semakin banyak cairan yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula urine yang akan dihasilkan oleh tubuh.
TRIBUN-MEDAN.com – Urine adalah hasil sisa metabolisme yang dibentuk oleh ginjal yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui kandung kemih.
Urine biasanya mengandung zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh, sehingga perlu dikeluarkan karena dapat meracuni tubuh.
Proses pembentukn urine di dalam tubuh adalah cara alami yang dilakukan oleh tubuh untuk mengeluarkan zat-zat metabolisme dan racun tubuh serta kelebihan kadar air untuk memelihara kesehatan.
Semakin banyak cairan yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula urine yang akan dihasilkan oleh tubuh.
Adapun proses pembentukan urine dilakukan melalui tiga tahap, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi.
1. Filtrasi (Penyaringan)
Filtrasi adalah proses penyaringan darah yang berlangsung di glomerulus. Glomerulus berada di badan malphigi.
Glomerulus bertugas menyaringzat berupa air, garam, glukosa, asam amino, urea, dan limbah lainnya agar dapat melewati kapsul bowman.
Sedangkan zat yang bermolekul besar seperti protein tetap berada di pembuluh darah.
Baca juga: Materi Belajar Ekonomi SMA Kelas 11 : Konsep Pendapatan Nasional
Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
Hasil penyaringan tersebut dinamakan Filtrat Glomerulus (Urine Primer).
Urine primer yang isinya mengandung air, gula, asam amino, garam-garam, dan urea di dalamnya merupakan hasil dari amonia yang sudah terakumulasi.
Hal ini terjadi ketika hati memproses asam amino dan disaring oleh glomerulus.
2. Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)
Reabsorpsi adalah penyaringan atau penyerapan kembali bahan-bahan yang masih ada dalam darah setelah mengalami filtrasi.
Sekitar 43 galon cairan melewati proses filtrasi. Namun, sebagian besar akan diserap kembali sebelum dikeluarkan dari tubuh.
Urine primer yang meninggalkan kapsul bowman menuju ke tubulus melewati jaringan pembuluh kapiler dan mengalami reabsorpsi.
Penyerapan kembali cairan tersebut dilakukan di tubulus proksimal nefron, tubulus distal, dan tubulus pengumpul.
Dalam tubulus kontortus proksimal, urine primer mengalami reabsorpsi yang terdiri atas penyerapan air, gula (hingga 80%), asam amino, garam, ion Na-, CCl-, PO4 3-, K+, Ca2+, SO42-, HCO3, zat keartin, dan asam askorbat. Hasilnya berupa urine sekunder (filtrat tubulus).
Pada umumnya, seluruh glukosa akan diserap kembali. Namun, ini tidak berlaku bagi para penyandang diabetes karena glukosa yang berlebih akan tetap dalam filtrat.
Natrium dan ion-ion lainnya akan diserap kembali secara tidak lengkap dan tertinggal dalam filtrat dalam jumlah yang besar.
Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan yang berlebihan, sehingga menghasilkan konsentrasi darah yang lebih tinggi.
Hormon mengatur proses transpor aktif, yaitu ion seperti natrium dan osfor, lalu diserap kembali.
3. Augmentasi (Penambahan zat-zat sisa)
Augmentasi adalah proses penambahan ion K+, senyawa NH3, dan ion H+ pada urine sekunder di dalam tubulus kontortus distal.
Melalui pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh ke dalam urine sekunder, selanjutnya terbentuklah urine sesungguhnya.
Urine ini selanjutnya dimasukkan ke dalam tubulus kolektivus (tubulus pengumpul). Selanjutnya, urine dialirkan melalui perlvis renalis, ureter, dan ditampung dalam kantong kemih (vesika urinaria).
Kantong kemih dapat menampung kurang lebih 600 ml urine, jika kandung kemih sudah mengandung urine yang cukup, dinding kandung kemih menjadi tertekan.
Tekanan inilah yang menyebabkan rasa ingin buang air kecil. Selanutnya urine dikeluarkan melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.
Banyak atau sedikitnya jumlah urine yang dikeluarkan dipengaruhi oleh air yang diminum, suhu lingkungan, kadar garam didalam darah, dan hormon ADH (Antidiuretika atau Vasoprelin).
Skema pembentukan urine secara garis besar:
Glomerulus (Filtrasi), membentuk urine primer –> Tubulus Kontortus Proksimal (Reabsorpsi), membentuk urine sekunder –> Tubulus Kontortus Distal (Augmentasi), membentuk urine sebenarnya –> Tubulus Kolektivus –> Rongga Ginjal –> Ureter –> Kandung Kemih –> Uretra –> Urine Keluar Tubuh
Zat yang Terkandung dalam Urine
- Air, kurang lebih 95%
- Urea dan amonia, limbah yang terbentuk saat protein dipecah
- Urochrome (Zat warna empedu), darah berpigmen yang membuat warna kuning pada urine
- Bermacam-macam garam, terutama garam dapur (NaCl)
- Kreatinin, zat limbah dalam darah hasil metabolisme jaringan otot saat beraktivitas.
- Beberapa zat yang bersifat racun atau senyawa lainyang dihasilkan empedu dari hati.
Urine yang normal biasanya berwarna kuning jernih.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Pengertian, Penyebab, dan Dampak Pencemaran Air
Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Macam-macam Satelit Buatan, Ada Apa Saja?
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/proses-pembentukan-urine.jpg)