Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Kelas 7: Zat Apa Saja yang Bisa Mempercepat Efek Rumah Kaca?

Ada beberapa zat berbahaya yang dapat memicu terjadinya efek rumah kaca, sehingga suhu di bumi semakin meningkat

HO / Tribun Medan
Zat Apa Saja yang Bisa Mempercepat Efek Rumah Kaca 

TRIBUN-MEDAN.com- Pemanasan global memberikan efek jangka panjang terhadap kelangsungan hidup manusia. Salah satu yang berperan besar dalam pemanasan global adalah efek rumah kaca.

Kejadian ini sendiri bisa diartikan sebagai masalah lingkungan yang terjadi secara global sebagai akibat dari kenaikan suhu pada atmosfer.

Dimana atmosfer menjadi satu-satunya pelindung bagi Bumi untuk menahan panasnya gelombang matahari.

Pada dasarnya efek rumah kaca utamanya disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri seperti polusi dari pabrik-pabrik, polusi dari kendaraan bermotorm dan juga dari sektor pertanian.

Secara umum, ini merupakan sebagai proses naiknya suhu bumi yang disebabkan perubahan komposisi atmosfer, menyebabkan sinar matahari tetap berada di bumi dan tidak dapat dipantulkan secara sempurna keluar atmosfer sehingga merusak lapisan ozon.

Apabila lapisan ozon yang berada di atmosfer bumi semakin berkurang, maka akan menyebabkan kenaikan suhu di permukaan bumi.

Ada beberapa zat berbahaya yang dapat memicu terjadinya efek rumah kaca, sehingga suhu di bumi semakin meningkat, diantaranya:

  • Karbon Dioksida (CO2)

Karbon dioksida dapat menyerap gelombang inframerah dengan kuat. Karbon dioksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar minyak dan bahan sejenisnya.

Apabila dalam keadaan normal, zat karbon dioksida akan diperlukan untuk menjaga kestabilan bumi.

Jika karbon dioksida terlalu banyak berada di atmosfer maka dapat menahan pantulan sinar matahari sehingga suhu di bumi semakin meningkat dan hal itu mengakibatkan adanya efek rumah kaca.

  • Belerang Dioksida (SO2)

Belerang dioksida merupakan gas beracun dan juga mempunyai bau yang menyengat. Batu bara dan minyak bumi mengandung SO2, maka pembakarannya menghasilkan gas belerang.

  • Nitrogen Oksida

Nitrogen oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen saat terjadi pembakaran di udara.

Pada tempat-tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi, nitrogen oksida dilepaskan ke udara menjadi polusi udara. Gas ini terbentuk dari semua proses pembakaran yang ada di seluruh dunia.

  • Metana (CH4)

Gas metana adalah gas yang tidak cocok dengan lingkungan, tetapi dapat menghasilkan energi besar.

Gas ini mudah terbakar akan tetapi hanya memiliki konsentrasi di udara sebesar 5-15% saja, sedangkan metana cair hanya dapat terbakar apabila mengalami tekanan dengan tinggi 4-5  atmosfer.

  • Klorofluorokarbon (CFC)

Klorofluorokarbon dihentikan secara bertahap melalui Protokol Montreal karena menyebabkan penipisan lapisan ozon.

Senyawa antrogenik ini merupakan gas rumah kaca yang dapat menyebabkan terjadinya efek kaca lebih tinggi dari yang disebabkan oleh karbon dioksida.

(mag/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved