Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Kelas 7: Senyawa Asam, Basa dan Garam, Apa Bedanya?

Asam pada dasarnya adalah suatu senyawa yang memiliki tingkat keasaman di bawah 7 (< 7).

HO / Tribun Medan
Senyawa Asam, Basa dan Garam, Apa Bedanya 

TRIBUN-MEDAN.com-Dalam ilmu kimia, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah senyawa asam, basa, dan garam. Dimana, masing-masing penyusun senyawa tersebut memiliki sifat yang berbeda, dengan demikian penggunaan dari masing-masing penyusun senyawa ketiganya pun berbeda.

Nah, kira-kira apa saja perbedaan dari senyawa asam, basa, dan garam ini?

Senyawa Asam

Asam pada dasarnya adalah suatu senyawa yang memiliki tingkat keasaman di bawah 7 (< 7). Senyawa ini dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu asam mineral (asam anorganik) dan asam organik.

Asam organik merupakan asam lemah dan bersifat kurang korosif, yang mana banyak ditemukan pada buah-buahan.

Sedangkan asam mineral atau asam anorganik memiliki sifat yang lebih kuat dari asam organik.

Asam mineral merupakan larutan asam yang dibuat di laboratorium atau industri. Selain itu, asam mineral dapat juga ditemukan di tubuh manusia atau hewan seperti pada lambung yang menghasilkan asam klorida (HCl).

Suatu senyawa dapat dikatakan bersifat asam jika memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  • Rasanya masam,
  • Dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah,
  • Biasanya, asam mineral bersifat korosif karena dapat mengiritasi dan merusak jaringan kulit serta melubangi benda yang terbuat dari kayu atau kertas jika konsentrasinya pekat,
  • Larutan asam dapat bereaksi dengan logam menghasilkan gas hydrogen dan larutan garam.

Senyawa Basa

Basa adalah senyawa yang memiliki tingkat keasaman di atas 7 (> 7). Zat yang bersifat basa dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya, sabun mandi, detergen, pasta gigi, pemutih, dan lain sebagainya.

Adapun zat yang bersifat basa memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Pahit dan licin di kulit,
  • Mengubah warna lakmus merah menjadi biru,
  • Dapat menetralkan sifat asam,
  • Bersifat kaustik atau dapat merusak kulit.

Larutan basa banyak digunakan di laboratorium atau industri sebagai bahan baku untuk membuat produk tertentu. Seperti senyawa amonia yang merupakan bahan baku untuk membuat pupuk urea.

Pupuk urea merupakan pupuk buatan yang mengandung unsur nitrogen (N) berkadar tinggi.

Garam

Garam adalah senyawa yang dibentuk dari reaksi antara larutan asam dan basa. Garam berwujud padatan Kristal yang diperoleh dari penguapan air laut berasal dari larutan garam yang bercampur dengan air laut dan mineral lainnya yang terdapat di dalam air laut.

Garam memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Larutan garam dapat menghantarkan listrik,
  • Garam memiliki titik didih dan titik lelah yang tinggi,
  • Umumnya garam dapat larut dalam air,
  • Garam berwujud padatan Kristal,
  • Garam dapat bersifat asam, basa, atau netral. Sifat tersebut tergantung pada zat pembentukannya.

Salah satu cara memperoleh senyawa garam adalah dengan cara mereaksikan zat asam dengan zat basa, yang dikenal dengan reaksi penggaraman atau disebut juga reaksi netralisasi.

Dalam kehidupan sehari-hari garam yang sering digunakan antara lain garam dapur (NaCl), garam inggris (MgSO4) sebagai obat pencahar, soda kue (NaHCO3) sebagai pengembang roti, monodosium glutamate (MSG) sebagai penyedap rasa.

(mag/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved