Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Jenis-jenis Kata dan Contohnya

Kata sendiri memiliki fungsi,  yaitu untuk menyusun kalimat, yang di mana masing-masing kata memiliki arti yang berbeda-beda.

Ilustrasi
Ilustrasi Menulis Kalimat Intransitif 

TRIBUN-MEDAN.com - Materi bahasa Indonesai banyak menggunakan istilah dan aturan dalam penggunaan kata. 

Setiap penggunaan kata penghubung, pengulangan, hingga imbuhan memiliki aturan dalam penuisan.

Dalam menulis suatu tulisan terdapat berbagai jenis-jenis penulisan kata yang bisa kita gunakan.

Kata sendiri jika disusun akan menjadi suatu kalimat dan jika ingin kalimat yang sempurna, kita bisa memilih kata yang sesuai dengan maksud kalimat yang dibuat.

Kali ini kita akan membahas mengenai beberapa jenis-jenis penulisan kata yang terdapat di dalam bahasa Indonesia yang menjadi materi bahasa Indonesia kelas 10 SMA.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata merupakan unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.

Kata sendiri memiliki fungsi,  yaitu untuk menyusun kalimat, yang di mana masing-masing kata memiliki arti yang berbeda-beda.

Nah, perbedaan arti pada kata sendiri menyesuaikan pemakaian kata pada kalimat yang dibuat.

“Dalam menyusun sebuah kalimat, kita membutuhkan rangkaian kata-kata agar kalimat memiliki makna.”

Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia

1. Kata Dasar

Kata dasar merupakan kata awal yang sebelumnya mengalami perubahan fungsi, makna, dan bentuk, serta belum memiliki imbuhan.

Baca juga: Materi Belajar Geografi: Cara Membaca Simbol-simbol dalam Peta

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 5 SD: Daftar Penyebab Gangguan Peredaran Darah

Kata dasar sendiri ditulis sebagai satu kesatuan, misalnya buku itu sangat tipis dan kantor pos penuh sesak.

2. Kata Turunan

Kata turunan atau sering disebut kata imbuhan merupakan kata dasar yang telah mendapatkan imbuhan baik di awalan, akhiran, sisipan, atau di awalan dan akhiran sekaligus.

Nah, imbuhan yang melekat pada kata dasar akan membentuk kata baru yang sesuai dengan kaidah yang berlaku dan memiliki makna yang berbeda dengan kata dasar.

Bentuk imbuhan yang sering muncul seperti me- yang digabungkan dengan kata dasar akan mempunyai alomorf me-, men-, mem-, meng-, meny-, dan menge-.

Kata dasar yang diawali huruf K, T, S, dan P jika mendapatkan awalan me- akan merubah huruf awalannya, misalnya me- + tari menjadi menari.

Berikut ini beberapa penulisan kata berimbuhan, di antaranya:

a. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkaian dengan kata dasar, misalnya bergetar, dikelola, menengok, melatih, dan lain sebagainya

“Kata imbuhan merupakan kata dasar yang sudah mendapatkan penambahan turunan.”

b. Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan, atau akhiran ditulis serangkaian dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.

Misalnya bertepuk tangan, sebar luaskan, garis bawahi, dan lain sebagainya.

c. Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata tersebut akan ditulis serangkaian.

Misalnya menyebarluaskan, menggarisbawahi, melipatgandakan, dan lain sebagainya.

d. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya digunakan dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkaian, misalnya audiogram, antarkota, dasawarsa, demoralisasi, dan ekstrakulikuler.

3. Kata Ulang

Kata ulang merupakan kata yang mengalami pengulangan, di mana pengulangan ini bisa dilakukan secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.

Misalnya anak-anak, lauk-pauk, sayur-mayur, laba-laba, berjalan-jalan, tunggang-langgang, dan lain sebagainya.

Baca juga: Materi Belajar PPKn Kelas 10: Tugas dan Wewenang MPR

Baca juga: Materi Belajar Geografi Kelas 11: Penjelasan Jenis-jenis Tanah di Indonesia

“Penulisan kata berimbuhan terbagi menjadi empat, salah satunya saat bentuk dasarnya berupa gabungan kata yang mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus.”

4. Gabungan Kata

Gabungan kata atau bisa disebut sebagai kata majemuk merupakan gabungan dari dua kata yang membentuk makna baru.

Misalnya kambing hitam, duta besar, mata pelajaran, orang tua, persegi panjang, dan lain sebagainya.

5. Kata Ganti

Kata ganti merupakan kata yang mengganti kata benda yang sudah diketahui agar tidak disebut berulang-ulang.

Nah, kata ganti ku dan kau ditulis serangkaian dengan kata yang mengikutinya, sementara -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkaian dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya apa yang kumiliki tidak boleh kau ambil.

6. Kata Depan

Kata deoan merupakan kata yang berada sebelum kata benda, kerja, dan keterangan lain yang memiliki makna.

Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim digunakan sebagai satu kesatuan, seperti kepada dan daripada.

Contoh penggunakan kata depan di, ke, dan dari yaitu bola itu ada di dalam lemari, ia berlari saat berangkat ke sekolah.

Itulah tadi tentang pengertian dan jenis kata serta contoh. 

Teman-teman perlu memahami ini sebelum memulai untuk menulis dengan baik, benar, dan menarik. 

Bila ingin mengetahui lebih banyak tentang materi belajar silakan klik di sini

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga: Materi Belajar PPKn Kelas 11: Pengerti HAM Menurut Undang-undang dan Para Ahli

Baca juga: Materi Belajar SMA: Cara Memberi Nasihat dalam Bahasa Inggris dan Contoh Kalimatnya

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved