Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Astronomi: Teori Para Ilmuwan Tentang Asal-usul Pembentukan Bumi
Teori pembentukan bumi adalah berbagai teori yang diajukan sebagai penjelasan asal usul terbentuknya bumi.
Materi Belajar Astronomi: Teori Para Ilmuwan Tentang Asal-usul Pembentukan Bumi
TRIBUN-MEDAN.com - Dalam ilmu astronomi, bumi sudah terbentuk ratusan jutaan tahun yang lalu.
Kondisi bumi terbentuk melalui banyak zat.
Pada materi belajar astronimi ini, kita coba mempelajari asal usul terbentuknya bumi berdasarkan teori pembentukannya.
Bumi merupakan planet tempat tinggal berbagai makhluk hidup.
Asal-usul Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari setelah Merkurius dan Venus.
Para ahli astronomi dan geologi menyatakan bahwa bumi telah terbentuk sekitar 4.500 juta tahun yang lalu.
Teori pembentukan bumi adalah berbagai teori yang diajukan sebagai penjelasan asal usul terbentuknya bumi.
Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Tokoh-tokoh Perumus UUD 1945, Siapa Saja?
Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Tokoh-tokoh Perumus UUD 1945, Siapa Saja?
Banyak ilmuwan yang melakukan penelitian dan menyimpulkan berbagai peristiwa terbentuknya bumi, dengan melakukan hipotesis dan berbagai teori pembentukan bumi, berikut beberapa diantaranya:
1. Teori Georges-Louis Leclerc
Pada tahun 1778 ahli ilmu alam Prancis Georges-Louis Leclerc dan Comte de Buffon, mengemukakan bahwa dahulu terjadi tumbukan antara sebuah komet dengan matahari yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar.
Massa yang terpental inilah yang akhirnya membentuk sebuah planet.
2. Teori Laplace
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Matematika dan Astronomi Prancis Pierre Simon Marquis de Laplace 1796.
Mereka menyatakan bahwa bumi terbentuk dari kelompok gas panas yang berputar pada sumbunya, yang kemudian terbentuk cincin-cincin.
Sebagian cincin tersebut kemudian terlempar ke luar dan terus berputar hingga mengalami pendinginan.
Dari pendinginan tersebut akhirnya terbentuklah gumpalan-gumpalan bola yang menjadi planet-planet, termasuk bumi.
3. Teori Planetisimal Hypothesis
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli astronomi Amerika, Forest Ray Moulton bersama rekannya seorang ahli geologi T.C Chamberlain.
Mereka berpendapat bahwa matahari terdiri dari gas dengan massa yang besar, yang kemudian pada suatu waktu dihampiri oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di area sekitar matahari.
Pada saat bintang melintas dekat dengan matahari dan jarak keduanya yang relatif dekat, sebagian massa gas pada matahari kemudian tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut.
Sebagian dari massa gas yang ke luar berputar mengelilingi matahari karena gravitasinya dan sebagian lainnya tertarik ke luar lintasan bintang.
Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia: Penjelasan Teks Puisi
Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Mengenal Bentuk-bentuk Energi
Setelah bintang melintas dan berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah planetisimal atau cincin yang lama-kelamaan menjadi padat.
Beberapa cincin yang terbentuk akan saling tarik-menarik dan bergabung menjadi satu hingga kemudian membentuk suatu planet, termasuk planet bumi.
4. Teori Tidal
Teori ini dikemukakan oleh dua orang ilmuwan asal Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys 1918.
Mereka mengatakan bahwa pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massanya akan tertarik ke luar sehingga membentuk semacam cerutu.
Bagian yang membentuk cerutu ini yang kemudian mengalami pendinginan dan membentuk planet-planet, seperti Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
5. Teori Weizsäcker
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli astronomi Jerman bernama Carl Friedrich von Weizsäcker 1940.
Ia mengatakan bahwa tata surya pada mulanya terdiri dari matahari yang dikelilingi oleh massa berbentuk kabut gas.
Sebagian besar massa kabut ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium.
Karena panas matahari yang sangat tinggi, akibatnya unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal, yang kemudian menarik unsur-unsur lain yang ada di suatu tata surya angkasa dan selanjutnya berevolusi membentuk planet-planet termasuk diantaranya adalah bumi.
6. Teori Kuiper
Teori ini dikemukakan oleh Gerald P. Kuiper, ia menyatakan bahwa mulanya terdapat sebuah nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan ini merupakan protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi protomtahari disebut sebagai protoplanet.
Dalam teorinya, ia juga memasukkan berbagai unsur-unsur ringan, seperti helium dan hidrogen.
Pusat piringan ini merupakan protomatahari yang menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin dan mulai menguap serta menggumpal menjadi planet-planet.
7. Teori Whipple Fred L
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli astronom asal Amerika bernama Fred L. Whipple. Ia mengatakan bahwa pada mulanya tata surya terdiri atas gas dan kabut serta debu aneh yang mengandung nitrogen dengan sedikit kosmis dan berotasi membentuk piringan.
Debu dan gas yang berotasi ini menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sementara kabutnya menguap hilang ke angkasa.
Gumpalan padat ini yang akhirnya saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet-planet.
(mag1/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar SMP: Kenali Jenis-jenis Penyakit Pada Mata Manusia
Baca juga: Materi Belajar Kelas 7: Dampak Adanya Rotasi dan Revolusi Bumi Pada Kehidupan Manusia
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-lapisan-bumi.jpg)