Kisah Porfirio Rubirosa Playboy Abad 20, Pendukung Diktator yang Jadi Pengawal Presiden
Rubirosa membuat jejak sebagai playboy internasional, dengan gaya hidup jetset dan kecakapan seksualnya yang legendaris.
TRIBUN-MEDAN.com - Mendapat gelar penakluk para wanita atau Playboy memang bukan gelar sembarangan.
Ternyata julukan Playboy terbesar pada abad ke 20 pernah disandang oleh seorang pria.
Tak main-main julukan sebagai playboy terbesar yang disematkan padanya hanyalah gelar biasa.
Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari, si pria playboy terbesar abad ke-20 ini juga memiliki jabatan tak biasa.
Baca juga: OKNUM Kapolsek Nekat Tiduri Anak Tersangka, Jabatan Dicopot dan Foto Wajahnya Disebarluaskan Netizen
Lalu siapakah sosok pria yang menapat julukan playboy terbesar abad ke-20 tersebut?
Sosok itu tak lain adalah pria bernama Porfirio Rubirosa.
Nama tersebut cukup sensasional yang untuk masyarakat yang hidup pada abad ke-20.
Pria bernama lengkap Porfirio Rubirosa Ariza ini lahir pada 22 Januari 1909.
Dia dikenal sebagai pendukung diktator Dominika Rafael Trujillo dan dikabarkan menjadi pembunuh politik di bawah rezimnya.
Rubirosa membuat jejak sebagai playboy internasional, dengan gaya hidup jetset dan kecakapan seksualnya yang legendaris.
Baca juga: SHANDY Aulia Akhirnya Angkat Bicara setelah Pernikahannya dengan David Herbowo Dikabarkan Bermasalah
Lima pasangannya termasuk dua wanita terkaya di dunia.
Sepak terjangnya sebagai salah satu pendukung diktator dimulai pada tahun 1931 saat Rafael Trujillo bertemu dengannya di sebuah country club.
Dan keesokan paginya kembali bertemu untuk menjadikan Rubirosa sebagai letnan pengawal presiden.
Sebagai seorang Diplomat Dominika ia makin sering berkunjung ke Amerika Serikat (AS) termasuk pada tahun 1936.
Rubirosa, yang mendefinisikan dirinya sebagai Trujillista, bergerak bebas di antara orang kaya dan terkenal, menjalin hubungan, dan menyimpan rahasia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/play-boy-abad-20-tribunmedan.jpg)