Cerita Seleb

Telak Sindiran Dokter Tirta ke Rachel Vennya Kabur dari Karantina: Kongkalikong Kah?

Selebgram cantik ini bikin heboh usai aksinya ketahuan kabur usai 3 hari menjalani karantina.

Kolase Tribun Medan/IST
Dokter Tirta dan Rachel Vennya - Telak Sindiran Dokter Tirta ke Rachel Vennya Kabur dari Karantina: Kongkalikong Kah? 

TRIBUN-MEDAN.com -  Kasus Rachel Vennya kabur saat karantina dari Wisma Atlet dikomentari dokter Tirta.

Selebgram cantik ini bikin heboh usai aksinya ketahuan kabur usai 3 hari menjalani karantina.

Saat itu Rachel Vennya baru saja bepergian dari Amerika Serikat.

Melalui akun instagramnya, dr. Tirta mengunggah pendapat dari Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban, bersuara.

Pada akun Twitter-nya, Prof Zubairi menegaskan tindakan Rachel Vennya yang kabur dari tempat karantina diduga dibantu oleh oknum petugas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

Itu karena berisiko menularkan Covid-19 kepada masyarakat.

"Ini adalah kutipan prof @profesorzubairi , dari @ikatandokterindonesia Kasus kemarin mendapat sorotan dari @kemenkes_ri dan @satgascovid19.id," tulis dr. Tirta di akun Instagram-nya, Kamis (14/10/2021) siang. 

Dia meminta agar kasus Rachel Vennya ini dapat diinvestigasi.

Mengingat ada kabar oknum TNI yang diduga membantu Rachel Vennya  untuk kabur dari proses karantina usai tiba dari Amerika Serikat. 

Menurutnya, potensi aturan dikangkangi oleh oknum petugas kian terbuka jika tidak diselidiki. 

"Kalau cuma 'lupa masker', 'lupa protokol' masih bisa dislesaikan dengan teguran, karena ditegur, slesai, sudah ga ada denda lagi seperti tahun lalu.

Tapi ketika sudah 'diduga meloloskan diri dari karantina kedatangan luar negeri' bahkan melibatkan oknum petugas, maka investigasi harus segera dibuat, jangan sampai malah ada kasus lain.

'KongKaliKong kah?'," tulis Tirta.

Dia pun berharap Kementerian Kesehatan RI dan Satgas Covid-19 memimpin investigasi ini guna menguak fakta sesungghnya. 

Sebelumnya, dia juga sempat menyebut terkait dengan proses karantina dengan Nikita Mirzani.

"Saya mempercayakan kasus ini sepenuhnya pada @kemenkes_ri dan @satgascovid19.id agar investigasi menyeluruh karantina kedatangan dari luar negeri.

Dejavu, 2 bulan lalu Saya pernah bahas ini bareng nyai @nikitamirzanimawardi_172 , tapi beda orang, eh kok skrng kejadian lagi.

Padahal saat itu kita dah wanti2," tulis Tirta mengakhiri unggahannya.

Terdahulu Prof Zubairi Djoerban memberikan pernyataan tegas dan lugas ihwal tindakan Rachel Vennya yang diduga kabur dari karantina itu.

Pernyataan itu dia tuangkan lewat Twitter-nya, Kamis pagi.

“Siapapun Anda. Yang diduga selebgram dan diduga kabur, serta diduga dibantu petugas. Anda tak dapat meninggalkan karantina atas alasan apapun.

Hal itu menempatkan risiko bagi masyarakat. Apalagi jika Anda datang dari negara berisiko super tinggi.

Jangan merasa punya privilese,” cuit Prof Zubairi Djoerban.

Cuitan Ketua Penanganan Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban sentil Rachel Vennya
Cuitan Ketua Penanganan Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban sentil Rachel Vennya (Twitter/ProfesorZubairi)

Isi Permintaan Maaf Rachel Vennya

Nama selebgram Rachel Vennya kembali menjadi sorotan. 

Rachel diketahui baru saja pulang dari Amerika untuk urusan pekerjaan. 

Namun boroknya justru dibongkar saat dia dan kekasih tiba di Indonesia.

Diduga Rachel Vennya melanggar aturan karantina covid-19 setelah disebut kabur dari Wisma Atlet Pademangan.

Sebelumnya Rachel juga meminta sekamar dengan kekasihnya Salim Neuderer padahal keduanya belum menikah. 

Kabar ini pun berbuntut panjang.

Berbagai pihak ikut turun menyelidiki dugaan kaburnya Rachel dari karantina.

Di tengah kabar tersebut, Rachel tiba-tiba mengunggah permintaan maaf.

"Hallo teman teman semua..

Kolase foto Rachel Vennya dan Salim Nauderer
Kolase foto Rachel Vennya dan Salim Nauderer (Instagram)

Aku mau minta maaf sama kalian semua atas semua kesalahan aku.

Kadang aku nyakitin orang lain, merugikan orang lain, egois & sombong," tulisnya dalam Instagram Storynya, Kamis (14/10/2021).

Rachel meminta maaf karena merasa sudah melakukan perbuatan buruk. 

Namu dirinya tak spesifik menjelaskan perbuatan buruk yang ia maksud.

"Aku meminta maaf yg sebesar besarnya dan semoga semua hal buruk yg pernah aku lakukan di hidup aku menjadi pelajaran buat aku untuk selalu berfikir saat melangkah ke depan dengan baik," tulisnya.

Ia pun mengucapkan terimakasih untuk semua orang yang sudah mendukungnya.

"Untuk sahabat2 online aku yg belum pernah ketemu aku tapi selalu ngedukung aku dari dulu, aku mau bilang terima kasih. -Rachel Vennya," pungkasnya.

Rachel Vennya Minta Maaf
Rachel Vennya Minta Maaf (Instagram)

Terancam Penjara

Influencer Rachel Vennya yang baru saja pulang dari Amerika Serikat menuai sorotan, usai diberitakan kabur dari karantina.

Diduga Rachel Vennya melanggar aturan karantina covid-19 setelah disebut kabur dari Wisma Atlet Pademangan.

Rachel Vennya terancam hukuman penjara selama satu tahun atau denda Rp 100 juta jika terbukti dirinya tak menjalani karantina selama 8×24 jam.

Sebelumnya eredar kabar bahwa ibu dua anak itu hanya menjalani masa karantina selama tiga hari setelah itu pergi dari Wisma Atlet tanpa pemberitahuan.

Berdasarkan Addendum Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021, Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 18 Tahun 2021 dan SK Ka. Satgas COVID-19 Nomor 11 Tahun 2021, ibu dua anak itu seharusnya menjalani 8 hari masa karantina, bukannya tiga hari.

Dr. Siti Nadia Tarmidzi, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes mendesak aparat dan pihak terkait untuk mengusut isu tersebut.

Rachel Vennya mengaku telah memblokir banyak akun Instagram. Hal tersebut dilakukan ia karena merasa akun-akun tersebut telah mengusik ketenangannya.
Rachel Vennya mengaku telah memblokir banyak akun Instagram. Hal tersebut dilakukan ia karena merasa akun-akun tersebut telah mengusik ketenangannya. (Instagram @rachelvennya)

"Kementrian Kesehatan mendesak aparat keamanan untuk menindak tegas kalau memang ada oknum yang didapati melanggar aturan karantina ini," ujar dr. Siti Nadia Tarmidzi dikutip Tribunnews.com dari Kompas TV, Rabu (13/10/2021).

"Saat ini satgas karantina sedang melakukan penelusuran terkait isu ini, tentunya kementrian kesehatan meminta para penegak hukum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan memberikan sanksi sesuai aturan yang ada," jelasnya.

(*/ Tribun-Medan.com)

Sebagian artikel ini sudah tayang di Sripoku.com

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved