BERUNTUN Bom Bunuh Diri Serang Jemaah Sholat Jumat, Kini Ledakan di Kota Kelahiran Taliban

Dua pelaku meledakkan diri di gerbang keamanan dan dua lainnya berlari ke dalam masjid dan meledakkan diri di tengah kerumunan jemaah.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
alarabiya
Masjid di Afghanistan kembali menjadi serangan bom bunuh diri, Jumar 15 Oktober 2021. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Dua mesjid yang sedang dipadati jemaah saat Sholat Jumat menjadi sasaran serangan bom bunuh diri di Afghanistan dalam sepekan terakhir.

Setelah serangan bom bunuh diri terjadi Masjid Gozar-e-Sayed Abad, Kunduz,  Jumat 8 Oktober 2021, serangan serupa juga kembali di Kandahar, yang notabene merupakan kota kelahiran Taliban yang kini menguasai Afghanistan, Jumat 15 Oktober 2021.

Serangan bom bunuh diri di Masjid Gozar-e-Sayed Abad, Kunduz,  Jumat 8 Oktober 2021, diperkirakan merenggut korban jiwa sekitar 100 jemaah tewas.

Sedangkan dalam serangan bom bunuh diri di Masjid Imam Bargah Kandahar, menewaskan sedikitnya 33 orang dan melukai 73, kata para pejabat setempat.

Seorang wartawan lokal di Kandahar mengatakan saksi mata menggambarkan tiga pelaku bom bunuh diri, salah satunya meledakkan dirinya di pintu masuk masjid, dan pelaku dua lain meledakkan bom mereka di dalam gedung masjid.

"Situasinya sangat buruk. Rumah Sakit Mirwais mengirim pesan dan menyerukan kepada kaum muda untuk memberikan darah," katanya, merujuk pada rumah sakit setempat tempat korban tewas dan luka-luka dirawat.

Murtaza, saksi mata lain mengatakan pelaku bom bunuh diri ada empat orang.

Dua pelaku meledakkan diri di gerbang keamanan dan dua lainnya berlari ke dalam masjid dan meledakkan diri di tengah kerumunan jemaah.

Berbicara kepada The Associated Press melalui telepon, dia mengatakan salat Jumat biasanya dihadiri oleh sekitar 500 orang.

Foto-foto yang diposting oleh wartawan di media sosial menunjukkan banyak orang yang tampaknya tewas atau terluka parah di lantai masjid yang berdarah.

Suasana pascaledakan bom bunuh diri di masjid di Kunduz Afghanistan Jumat 8 Oktober 2021
Suasana pascaledakan bom bunuh diri di masjid di Kunduz Afghanistan Jumat 8 Oktober 2021 (facebook)

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Taliban Qari Sayed Khosti mengatakan di Twitter: "Kami sedih mengetahui bahwa sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid Syiah di distrik pertama kota Kandahar di mana sejumlah rekan kami menjadi martir dan terluka."

Pasukan khusus Taliban tiba di daerah itu "untuk menentukan sifat insiden dan membawa para pelaku ke pengadilan", tambahnya.

Belum ada pihak yang tanggung jawab atas serangan ini.

Namun seperti yang terjadi di Masjid Gozar-e-Sayed Abad, Kunduz,  Jumat 8 Oktober 2021, kuat dugaan serangan ini dilakukan musuh bebuyutan Taliban, ISIS Khorasan.

Stefanie Dekker dari Al Jazeera, melaporkan Kabul, mengatakan serangan di Kandahar, kubu Taliban, tampaknya mengirim “pesan bahwa tidak ada tempat yang aman”.

“Kartu keamanan, yang selalu dimainkan Taliban dengan mengatakan bahwa mereka adalah satu-satunya kelompok yang dapat memastikan keamanan negara, sekarang sangat ditentang,” tambahnya.

Tapi teroris Daesh atau ISIS Khorasan memiliki sejarah panjang menyerang minoritas Muslim Syiah Afghanistan.

Kedutaan Iran, tetangga Afghanistan dan populasi Muslim Syiah terbesaru, mengutuk serangan itu.

"Kami berharap para pemimpin Taliban mengambil tindakan tegas terhadap insiden teroris jahat ini," katanya dalam sebuah tweet.

Minoritas Muslim Syiah di Afghanistan termasuk dalam kelompok etnis Hazara yang berbahasa Persia, mengalami persekusi di bawah pemerintahan Taliban yang sebagian besar berasal dari etnis Pashtun.

Namun Taliban juga menjadi sasaran dalam serangkaian serangan mematikan Daesh, termasuk serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di ibu kota Kabul.

ISIS Khorasan juga bertanggung jawab atas pemboman yang menewaskan sedikitnya 169 warga Afghanistan dan 13 personel militer AS di luar Bandara Internasional Kabul Hamid Karzai, 26 Agustus 2021. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved