Sungguh Miris Nasib Pemimpin Israel Bertangan Besi Ini, Dulu Dikenal Kejamnya ke Rakyat Palestina
Kejatahatannya terhadap rakyat Palestina dikenal sebagai salah satu pemimpin Israel bertangan besi.
Penderitaan Sharon dimulai saat dia melakukan pembedahan akibat luka membusuk.
Operasi dilakukan oleh para dokter untuk menyambung bagian ususnya yang telah terinfeksi dan membusuk.
Tujuan dari operasi ini adalah mencegah infeksi menyebar ke bagian tubuhnya yang lain. Namun, penyumbatan justru terjadi di otaknya yang menyebabkan kerusakan di sekujur tubuh bahkan hingga mengalami pembusukkan, namun dia masih hidup.
Namun selama koma, organ-organ tubuhnya berangsur rusak dan membusuk hingga tak berfungsi sama sekali.
Segala peralatan canggih yang dipasang di tubuhnya selama delapan tahun pun tak mampu menolak saat dia dijemput kematiannya.
Sharon adalah salah satu tokoh Israel yang paling ikonik dan kontroversial.
Sebagai salah satu jenderal Israel yang paling terkenal, dia dikenal karena taktiknya yang nekad dan terkadang menolak mematuhi perintah atasan.
Sebagai seorang politisi, dia dikenal sebagai “buldoser”, pria yang menghina para pengkritiknya saat mampu menyelesaikan sesuatu.
Sebagai tokoh garis keras yang menonjol selama beberapa dekade, dia terpilih sebagai perdana menteri pada 2001.
Pada pertengahan 2005, dia mengarahkan penarikan pasukan Israel dan pemukim Yahudi dari Jalur Gaza.
Pada saat yang sama, Sharon mendorong puluhan ribu warga Israel pindah ke permukiman Yahudi di Tepi Barat.
Dia kemudian meninggalkan Partai Likud garis kerasnya dan mendirikan Partai Kadima yang berhaluan tengah.
Dia sedang dalam perjalanan menuju pemilu ulang yang mudah ketika dia menderita stroke pada Januari 2006.
Wakilnya, Ehud Olmert, mengambil alih dan terpilih sebagai perdana menteri beberapa bulan kemudian.
Sharon dikenal sebagai manusia yang rasis dan kejam di daerah Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ariel-sharon-terbaring-koma-dan-membusuk.jpg)