Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Biologi SMA Kelas 11 : Mengenal Sel Pada Makhluk Hidup
Sel merupakan unit terkecil makhluk hidup yang berarti didalam sel terdapat bagian-bagian yang berperan dalam melakukan aktivitas hidup sel.
TRIBUN-MEDAN.com - Materi belajar biologi SMA kelas 11 membahas sel makhluk hidup.
Dalam buku ajar biologi (2007) oleh Suwarno, sel merupakan unit terkecil makhluk hidup yang berarti didalam sel terdapat bagian-bagian yang berperan dalam melakukan aktivitas hidup sel.
Pada tahun 1938-1939 dua orang ahli fisiologi jerman, Theodor Schwann dan Mathias Jacob Shleiden menganggap bahwa makhluk hidup dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks, hampir semuanya tersusun dari sel dan faktanya sel-sel tersebut berperan penting dalam semua kegiatan hidup.
Sel mempunyai ukuran dan bentuk yang bervariasi, bentuk sel pada tumbuhan adalah segi empat memanjang atau segi enam misalnya sel-sel epidermis dan sel-sel parenkim.
Bentuk sel pada hewan dan manusia juga bermacam-macam, terutama sel-sel jaringan tepi antara lain :
1. Selapis sel bulat pipih disebut squamosa simplek
2. Sel bulat pipih berlapis disebut squamosa komplek
3. Sel berbentuk kubus disebut kuboid
4. Sel berbentuk segi empat disebut kolumner
Sel terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.
Kedua jenis sel tersebut sama-sama mempunyai perintang selektif atau membran plasma dan sitoplasma.
Membran plasma ini menyelebungi sitosol, tempat organel sel berada.
Semua sel mengandung kromosom yang membawa gen dalam bentuk DNA dan ribosom yang membuat protein dengan instruksi dari gen. berikut penjelasan dari kedua struktur sel tersebut:
Baca juga: Materi Belajar Biologi SMP: Siklus Menstruasi dan Ovulasi
Baca juga: Materi Belajar Sosial dan Budaya: Ciri Candi Hindu-Budha dan Daftar Candi di Indonesia
Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Struktur dan Kaidah Bahasa Teks Cerita Inspiratif
1. Sel Eukariot
Tipe sel satu ini yang paling kompleks jika dibandingkan dengan sel prokariot.
Sel eukariot memiliki membran yang mengikat nukleus dengan organel sel lainnya di dalam sel. Organel sel yang saling terikat satu sama lain membentuk suatu sistem selular yang fungsional.
Ciri-ciri sel eukariotik ini adalah ukuran sel berkisar antara 10-100 mikron, struktur sel yang kompleks (organel sel) dan multiselular, reproduksi secara mitosis (sel tubuh) maupun meiosis (sel kelamin), dapat bersifat autotrof atau heterotrof.
2. Sel Prokariot
Sel prokariot adalah organisme pertama yang hidup di bumi.
Organisme yang termasuk dalam tipe sel ini antara lain archaebacteria/eubacteria dan blue green algae.
Ciri-ciri sel prokariotik ini adalah ukuran sel berkisar antara 1-10 mikron, uniselular yang membentuk koloni atau filamen, bentuk sel terdiri dari bulat, batang, dan datar, ada yang bersifat autotrof (fotosintesis) dan heterotroph, reproduksi secara aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner, transformasi, konjugasi, dan transduksi.
Bagian Komponen Sel
1. Membran Sel
Membran sel merupakan batas antara lingkungan luar dengan bagian dalam sel.
Membran sel bersifat selektif permeabel, yaitu hanya dapat dilewati oleh zat-zat tertentu, seperti glukosa, asam amino, gliserol dan ion.
Perpindahan molekul tersebut terdiri dari dua macam yaitu:
a. Transport pasif merupakan perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi dan terjadi secara spontan dari kosentrasi tinggi ke rendah.
Contoh : Difusi adalah perpindahan molekul dari kosentrasi tinggi ke konsentrasi rendah dan Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui membran semipermeabel dari larutan yang kosentrasi airnya tinggi ke larutan yang kosentrasi airnya rendah.
b. Transport aktif : perpindahan molekul atau ion menggunakan energi.
Contoh : pompa natrium/kalium, endositosis, dan eksositosis. Fungsi Membran Sel diantaranya Sebagai reseptor. Melindungi isi sel agar tidak keluar dari sel. Mengatur molekul dalam keluar masuk sel.
2. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan yang mengisi sel yang mengandung berbagai zat yang koloid.
Fungsi kehidupan utama berlangsung di sitoplasma.
Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayang-layang dalam cairan kental.
Koloid sitoplasma bukan merupakan cairan yang serba sam (homogen), melainkan cairan yang beraneka ragam (heterogen).
Koloid ini terdiri dari air, senyawa organik yaitu protein, gula, lemak, enzim, hormon, dan garam mineral.
Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
3. Inti sel (Nukleus)
Nukleus biasanya berbentuk oval atau bulat yang berada di tengah-tengah sel.
Di dalam inti sel (nukleus) terdapat (nukleolus) dan benang kromosom.
Cairan ini tersusun atas air, protein , dan mineral. Kromosom merupakan pembawa sifat menurun yang di dalamnya terdapat DNA (deoxyribonucleicacid) atau RNA (ribonucleicacid). Inti sel (nukleus) diselubungi membrane luar dan dalam yang terdiri atas nukleoplasma dan kromosom.
Nukleus berfungsi sebagai pusat pengatur kegiatan sel.
4. Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma yaitu struktur benang-benang yang bermuara di inti sel (nukleus).
Ada dua jenis RE yaitu RE granuler (RE kasar) dan RE Agranuler (RE halus).
Retikulum endoplasma berfungsi menyusun dan menyalurkan zat-zat ke Dalam sel (alat transportasi zat-zat dalam sel).
Fungsi RE kasar adalah mengumpulkan protein dari dan ke membran sel.
Sedangkan, fungsi RE halus adalah untuk mensintesis lipid, glikogen (gula otot), kolesterol, dan gliserida.
Pada RE kasar terdapat ribosom dan RE halus tidak terdapat ribosom.
Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena permukaannya ditempeli banyak ribosom.
Ribosom yang mulaimensintesis protein dengan tempat tujuan tertentu, seperti organel tertentu atau membran, akan menempel pada retikulum endoplasma kasar.
Retikulum endoplasma halus tidak memiliki ribosom pada permukaannya. Retikulum endoplasma halus berfungsi misalnya dalam sintesis lipid komponen membran sel.
5. Ribosom (Ergastoplasma)
Ribosom berbentuk butiran-butiran bulat yang melekat sepanjang retikulum endoplsma ada pula yang soliter (hidup sendiri terpisah) yang bebas di sitoplasma.
Ribosom berfungsi sebagai tempat untuk sintesis protein.
6. Sitoskeleton
Dari namanya, sitoskeleton terdiri dari 2 kata yaitu sito yang artinya sel, dan skeleton yang artinya rangka.
Jadi, sitoskeleton itu adalah rangka sel yang berbentuk benang-benang halus atau filamen-filamen protein dan menyebar di sitosol.
Nggak cuma ngasih bentuk, sitoskeleton juga berfungsi untuk mengatur pergerakan yang ada di dalam sel dan mempertahankan organel-organel sel untuk tetap stay di tempatnya masing-masing.
7. Plastida
Plastida merupakan badan bermembran rangkap yang mengandung membran tertentu. Plastida mengandung pigmen hijau (klorofil) disebut kloroplas, sedangkan yang berisi amilum disebut amiloplas.
Plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan. Ada tiga jenis plastida yaitu lekoplas, kloroplas, dan kromoplas.
Lekoplas adalah plastida berwarna putih yang berfungsi sebagai penyimpan makanan dan terdiri dari amiloplas (untuk menyimpan amilum), elaioplas (untuk menyimpan lemak/minyak), dan proteoplas (untuk menyimpan protein).
8. Badan Mikro
Badan mikro memiliki bentuk yang menyerupai lisosom, agak bulat dengan diameter 0,3 – 1,5 µm yang didalam nya berisi enzim katalase dan oksidase.
Terdapat dua jenis badan mikro yaitu, peroksisom dan glioksisom.
Peroksisom terdapat pada sel hewan, fungi, dan daun tanaman tingkat tinggi. Fungsi peroksisom, yaitu membantu dalam penyerapan cahaya dan respirasi, melindungi sel dari H202, dan berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat.
Glioksisom terdapat dalam sel tanaman. Fungsi Glioksisom, yaitu berperan dalam metabolisme asam lemak dan tempat terjadinya siklus glioksilat.
(mag3/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Sekolah, Mengenal Sosok Soepomo, Tokoh Perumus Pancasila dan UUD 1945
Baca juga: Materi Belajar Matematika Kelas 7: Operasi Hitung Bilangan Bulat dan Penjelasan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sel-mahkluk-hidup.jpg)