Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Bahasa Indonesia: Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah serta Strukturnya
Menurut KBBI, karya tulis ilmiah berarti bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
TRIBUN-MEDAN.com - Materi belajar Bahasa Indonesia akan menjelaskan cara membuat karya tulis ilmiah serta strukturnya.
Karya tulis yang ini menbutuhkan observasi langsung ke lapangan.
Sebelum membuat karya tulis ilmiah, baca terlebih dahulu artikel ini.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, karya tulis ilmiah adalah bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
Nah, jika diartikan secara menyeluruh, karya tulis ilmiah merupakan sebuah karya yang dihasilkan dari kegiatan menulis, dengan menggunakan penerapan kaidah ilmiah, mengutamakan aspek rasionalitas, mengusung permasalahan yang bersifat obyektif serta faktual.
Sangat disarankan, penulisan karya tulis ilmiah, menggunakan kata yang tidak ambigu, atau memiliki makna ganda, maka diperlukan penggunaan gaya bahasa yang lugas, eksplisit, menggunakan variasi istilah ilmiah yang sesuai dengan aturan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.
Fungsi Karya Tulis Ilmiah
1. Fungsi Untuk Pendidikan
Pada saat penulis berada di bangku sekolah menengah atas, penulis pernah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, karya ilmiah remaja, dari sini penulis belajar banyak tentang dasar penulisan, mengajak penulisnya, untuk berpikir kritis, menuliskan pemikiran atau hasil percobaan ilmiah, kemudian mempertanggungjawabkan hasilnya.
2. Fungsi Untuk Penelitian
Pada setiap masa, ilmu pengetahuan semakin berkembang, sesuai dengan pertumbuhan sosial masyarakat. Dari sini, karya tulis ilmiah dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian seseorang, dengan menghadirkan pengetahuan-pengetahuan baru, setelah memperoleh data-data yang akurat, diolah, disimpulkan, kemudian diterapkan dalam kehidupan.
3. Fungsi Fungsional
Karya tulis ilmiah ditulis oleh penulis dari berbagai disiplin ilmu. Penjelasan arti fungsi fungsional berarti, karya tulis ilmiah dapat menjadi media pengembangan pengetahuan sebagai bahan tinjauan pustaka, untuk kebutuhan dari berbagai disiplin ilmu.
Manfaat Karya Tulis Ilmiah
1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang efektif.
Bagi penulis, menyusun karya tulis ilmiah membutuhkan sebuah keterampilan tertentu, agar karya tulis ilmiah ini dapat dibaca dengan nyaman, dimengerti, dan dipahami oleh pembacanya.
Sehingga penulis memerlukan keterampilan membaca yang efektif, agar tidak membuang energi dalam menyusun karya tulis ilmiah.
2. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan
Sebuah karya tulis ilmiah, sarat akan sumber dan narasumber. Sumber penyusunan karya tulis ilmiah, didapat dari teori-teori para ahli yang dibukukan, atau tertuang dalam jurnal ilmiah yang dapat diakses melalui media internet. Sumber-sumber ini disebut sebagai sumber pustaka.
3. Mendapatkan kepuasan intelektual
Setiap penulis karya tulis ilmiah, membuat karya tulis ilmiah bukan hanya sekedar menulis. Proses membuat karya tulis ilmiah melibatkan intelektualitas penulis. Seluruh kemampuan kecerdasan penulis dilibatkan disini.
Baca juga: Materi Belajar Biologi SMA Kelas 11 : Mengenal Sel Pada Makhluk Hidup
Baca juga: Materi Belajar Sosial dan Budaya: Ciri Candi Hindu-Budha dan Daftar Candi di Indonesia
Baca juga: Materi Belajar Sekolah, Golongan Darah: Sistem dan Komponennya
Karya tulis ilmiah disusun berdasar penelitian, percobaan, wawancara dengan narasumber, serta menghimpun teori dari sumber-sumber pustaka yang diperoleh. Ketika sudah mendapatkan hasil yang dirasa cukup, berhasil mempersembahkannya di depan penguji atau khalayak, maka penulis akan merasa puas, ketika karya tulis ilmiahnya diterima oleh banyak orang.
4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan
Semakin berkualitas suatu karya tulis ilmiah, dilihat dari isi, tujuan dan orisinalitas. Hal ini merupakan cerminan dari luasnya cakrawala ilmu pengetahuan penulisnya. Suatu karya tulis ilmiah juga mewakili struktur pemikiran dari penulisnya.
5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk peneliti selanjutnya
Karya tulis ilmiah satu dengan yang lain, pasti saling memengaruhi. Terbitnya karya tulis ilmiah saat ini, sedikit banyak akan dipengaruhi oleh karya tulis ilmiah sebelumnya. Karya tulis ilmiah sebelumnya, pasti juga dipengaruhi oleh karya tulis ilmiah terdahulu.
6. Sebagai peningkatan perorganisasian fakta dan data secara sistematis
Dari asal katanya sendiri, karya tulis ilmiah mengisyaratkan suatu hasil karya yang bersifat ilmiah, disertai dengan penelitian-penelitian dan percobaan-percobaan, penyajian data yang nyata, kemudian diolah menjadi sebuah kesimpulan dengan sistematika yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
7. Dapat melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber
Seorang peneliti tidak dapat berdiri sendiri pada saat melakukan penelitian, hingga menyusun karya tulis ilmiah sebagai laporan. Peneliti yang melakukan penelitian, memerlukan sumber pustaka sebagai landasan teori pada saat melakukan penelitian.
Landasan teori tersebut, berasal dari berbagai sumber, terutama jurnal ilmiah, atau buku-buku yang diterbitkan sebagai penunjang penulisan karya tulis ilmiah.
Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah
Berdasar masing-masing kebutuhan, karya tulis ilmiah digolongkan menjadi tujuh jenis. Yang membedakan adalah letak dari isi dan sistematika penulisan. Ketujuh artikel ini adalah.
1. Artikel
Artikel adalah sebuah karya tulis yang isinya berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk, meyakinkan, mendidik, serta menghibur pembacanya.
Biasanya artikel memiliki panjang kalimat dengan jumlah karakter tertentu.
Biasanya artikel dibuat untuk keperluan publikasi di buletin, surat kabar, media sosial, kanal digital, dan lain sebagainya.
2. Makalah
Makalah adalah jenis karya tulis yang bersifat ilmiah. Biasanya, makalah ditulis untuk keperluan terkait dengan pendidikan. Dalam penyusunannya, diperlukan data pendukung dari hasil observasi lapangan dari sebuah masalah dalam penelitian.
Data yang terkumpul diperlukan untuk mencari penyelesaian masalah dalam penelitian. Biasanya makalah ini disampaikan dalam seminar, simposium, atau uji materi.
Dalam membuat makalah yang baik juga terdapat aturan serta tuntutan yang harus diikuti.
3. Skripsi
Menulis atau menyusun skripsi bukanlah hal yang mudah, dimana memerlukan peelitian serta pengetahuan teknis dalam proses pembuatannya.
4. Work paper
Work paper atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kertas kerja, merupakan jenis karya tulis ilmiah yang hampir mirip dengan makalah, tetapi analisisnya lebih mendalam.
Biasanya work paper berisi catatan-catatan auditor, berisi prosedur audit yang digunakan, metode uji yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat berdasar auditnya.
5. Paper
Paper adalah jenis karya tulis ilmiah yang ditulis berdasar data, serta argumen yang tingkat kevalidannya kuat. Paper juga biasa disebut sebagai ringkasan dari penelitian yang telah dibuat.
Tidak banyak perbedaan antara paper dengan makalah, hanya sistematika penulisannya dan pembahasannya yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat, karena hanya terfokus pada analisis masalahnya saja.
6. Tesis
Tesis kurang lebih serupa dengan skripsi pada mahasiswa strata satu (S-1), tetapi tesis menganalisis topic dengan lebih kompleks, sehingga esensi ilmiahnya lebih kuat dan lebih kompleks jika dibanding dengan skripsi.
7. Disertasi
Isi dari disertasi merupakan hasil penelitian orisinil yang nantinya dapat diaplikasikan ke kehidupan nyata, biasanya, disertasi diuji oleh seorang profesor, atau doktor senior dan profesional.
Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah
Dalam membuat karya tulis ilmiah, akan sangat penting untuk menggunakan aplikasi serta website yang dapat membantu kamu memperlancar proses penulisan.
Membuat karya tulis ilmiah, ibarat kita melangkah menuju sebuah titik tertentu yang sering disebut sebagai suatu kesimpulan, sebelum diterapkan dalam sebuah tindakan.
1. Peristiwa
Pada tahapan penulisan karya tulis ilmiah, diawali dengan proses perencanaan, penulis merencanakan apa yang akan ditulis. Dalam tahap perencanaan ini diperlukan adanya topik suatu karya, tujuan menulis, sasaran pembaca, serta ruang lingkup dari karya tulis ilmiah ini sendiri.
2. Ungkapkan
Tahap ungkapkan ini, berisi mengenai pengungkapan data-data penunjang, baik dari hasil penelitian, studi kasus, studi literasi, atau melakukan wawancara dengan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan dan juga bahan observasi.
3. Analisis
Setelah data terkumpul, proses selanjutnya adalah menganalisis data tersebut, biasanya disebut sebagai olah data. Data diolah dengan perumusan masalah yang sesuai dengan topik yang diangkat, namun tentunya tidak lepas dari data-data pendukung yang telah terkumpul.
Pada tahap ini, dapat dimulai untuk membuat kerangka atau draf dari karya tulis ilmiah ini. Namun jangan lupa, kaji terlebih dahulu permasalahan yang muncul, dari mulai tahap perencanaan, pengumpulan data, sampai dengan analisis ini berlangsung.
4. Kesimpulan
Tahap kesimpulan, menjadi jawaban dari untaian peristiwa yang muncul dalam merancang penulisan sebuah karya tulis ilmiah. Kesimpulan dapat menjadi penjelas bagi penulis dan pembaca, karena biasanya semua yang terlibat, akan lebih paham dan jelas setelah muncul kesimpulan.
5. Terapkan
Perencanaan penulisan yang rapi dan sistematis, tidak akan menghadirkan manfaat jika tidak diterapkan dengan baik. Penerapan dalam pembuatan karya tulis adalah mulai menulis.
Struktur Karya Tulis Ilmiah
Setiap karya tulis ilmiah memiliki style guide atau selingkung yang berarti pedoman tata cara penulisan yang ditentukan oleh jenis tulisan dan tujuan karya tulis ilmiah ini dibuat. Secara umum, struktur karya tulis ilmiah, disajikan sebagai berikut.
1. Halaman Judul
2. Abstrak
3. Pendahuluan
4. Kerangka Teoritis
5. Metode Penelitian
6. Pembahasan
7. Kesimpulan dan Saran
8. Daftar Pustaka
Nah, seperti itu catatan seputar karya tulis ilmiah. Semoga artikel di atas dapat membantu ya.
Jika ingin membaca lebih banyak materi belajar sekolah bisa klik di sini
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia: Pengertian dan Jenis-jenis Paragraf Serta Ciri-cirinya
Baca juga: Materi Belajar Geografi: Batas Wilayah Negara Indonesia, Beserta Luas dan Letaknya
Baca juga: Materi Belajar Sejarah: Biografi Jenderal Soedirman, Panglima Besar TNI Pertama Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-menulis-kalimat-intransitif.jpg)