Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar Sosial dan Budaya: Ciri Candi Hindu-Budha dan Daftar Candi di Indonesia
Bukti peninggalan dari sejarah kejayaan kerajaan tersebut adalah berupa kuil, candi, prasasti, kitab, arca, dan sebagainya.
TRIBUN-MEDAN.com - Materi Belajar Sosial dan Budaya. Inilah ciri-ciri candi Hindu dan Budha beserta 8 candi terkenal di Indonesia.
Kepercayaan Hindu Bundha lebih dulu masuk ke Nusantara.
Kepercayaan ini berpengaruh besar dalam pembentukan sebagian kerajaan yang di Nusantara.
Kedatangan Hindu Budha juga berpengaruh dalam kebiasaan atau perilaku masyarakat.
Bukti peninggalan dari sejarah kejayaan kerajaan tersebut adalah berupa kuil, candi, prasasti, kitab, arca, dan sebagainya. Saat ini peninggalan-peninggalan tersebut sudah dilestarikan menjadi tempat wisata untuk masyarakat.
Adapun peninggalan Hindu Budha:
Candi
Salah satu peninggalan yang paling menakjubkan dan populer adalah candi.
Candi adalah bangunan kuno yang terbuat dari batu yang biasanya digunakan sebagai tempat pemakaman raja-raja, pendeta-pendeta Hindu Budha, dan tempat pemujaan di zaman dulu.
Nama Candi tersebut berasal dari nama Dewi Durga (dewi maut) Candika. Di dalam candi tersebut bukan jasad atau abu jenazah sang raja melainkan barang-barang seperti logam, batu-batuan dan sesaji.
Bangunan ini juga menandai adanya perkembangan seni ukir di Nusantara.
Pahatan tersebut menggambarkan makna-makna tertentu dari makhluk ajaib, tumbuhan, daun-daunan, sulur-sulur, bunga teratai, dan sebagainya.
- Pintu masuk candi Hindu biasa terdapat kepala kala yang dilengkapi dengan rahang bawah
- Candi-candi Hindu cenderung lebih ramping
- Candi Hindu biasanya berbentuk kelompok beberapa candi dan candi utama berada di belakang candi perwara seperti Candi Prambanan.
- Candi Hindu biasanya memiliki arca dewi trimurti
- Pada puncak Candi Hindu terdapat bentuk ratna
- Candi Hindu memiliki 3 struktur bagunan, yakni Bhurloka, Bhuvarloka, dan Svarloka
- Candi Hindu biasanya merupakan tempat pemakaman raja dan tempat penyembahan kepada dewa-dewa
2. Ciri-Ciri Candi Budha
- Candi Budha biasa digunakan sebagai tempat pemujaan
- Candi Budha memiliki 3 struktur bangunan, yakni kamadatu, rupadatu, dan arupadatu
- Pada puncak candi Budha memiliki stupa
- Candi Budha pasti memiliki patung budha
- Candi Budha biasanya memiliki candi utama yang dikelilingi oleh candi-candi di sekitarnya seperti candi Borobudur
- Candi Budha memiliki relief yang mengisahkan cerita sendiri
- Candi Budha memiliki bentuk bangunan yang cenderung tambun
- Pintu candi Budha biasanya memiliki kepala kala yang mulutnya menganga tanpa rahang bawah dengan makara ganda di masing-masing sisi pintu candi tersebut.
Daftar Candi di Indonesia
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah candi budha yang berada di Magelang, Jawa Tengah yang memiliki bentuk stupa yang didirikan oleh para penganut Budha Mahayana.
Borobudur diperkirakan dibuat sekitar tahun 800 an Masehi di masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Susunan bangunan candi Borobudur terdiri dari enam teras bujur sangkar tiga pelataran melingkar di atasnya.
Borobudur merupakan model alam semesta yang dibangun untuk tempat suci yang memuliakan Buddha. Selain itu candi ini juga digunakan sebagai tempat ziarah untuk umat manusia sesuai dengan ajaran Buddha yang mengalihkan alam nafsu duniawi manusia menuju pencerahan dan kebijaksanaan.
2. Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu yang berada di desa prambanan, antara perbatasan Jawa Tengan dan Yogyakarta. Candi ini diperkirakan telah dibangun sejak abad ke-9 masehi dimana bangunan ini dipersembahkan untuk keberadaan Trimurti, yakni Brahmana, Wisnu, dan Siwa.
Candi Prambanan sebenarnya memiliki nama asli Siwagrha yang dalam bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’ berdasarkan prasasti Siwagrha. Terdapat arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter di ruang utama (garbagriha) candi ini yang memperlihatkan bahwa di candi Prambanan ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Selain jadi salah satu keajaiban dunia berdasarkan Situs Warisan Dunia UNESCO, candi ini juga jadi candi di Asia Tenggara yang terindah. Arsitektur candi Prambanan memiliki bangunan yang tinggi dan ramping seperti arsitektur Hindu lainnya.
3. Candi Dieng
Candi Dieng adalah candi warisan Mahakarya Abad ke 7 Dari Dinasti Sanjaya yang berada di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Sebelumnya ada sekitar 400 candi yang pernah ada di komplek candi ini. Itulah sebabnya daerah Dieng tempat kumpulan Candi ini disebut juga sebagai Kompleks Candi Hindu Jawa.
Bukti Prasasti yang ditemukan di sana menunjukkan kompleks candi ini sudah ada sejak abad ke- 8 dan 9 masehi sebagai. Kompleks candi dibangun sebagai perwujudan dari masyarakat atas kebaktian kepada Dewa Siwa dan Sati Siwa atau sang istri Siwa.
Dari 21 Bangunan di komplek Candi Dieng kemudian dibagi menjadi 5 Kelompok. 4 Kelompok bangunan candi berupa ceremonial site atau tempat pemujaan sebagai berikut:
- Kelompok Candi Arjuna (pandawa 5)
- Kelompok Candi Gatotkaca
- Kelompok Candi Bhima
- Kelompok Candi Dwarawati/Parikesit.
- Kelompok Candi Magersari.
4. Candi Gedong Songo
Candi Gedong Songo merupakan cagar budaya peninggalan candi dari ajaran Hindu di Indonesia yang terletak di desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, provinsi Jawa Tengah.
Candi ini berada di lereng Gunung Ungaran dengan sembilan buah candi yang berada di tempat yang berbeda-beda dengan jarak yang lumayan jauh.
Raffles adalah penemu Candi Gedong Songo pertama kali pada tahun 1804 dan menjadi peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 atau sekitar tahun 927 masehi.
Candi ini hampir sama dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Letak candi ini berada di ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut. Jadi suhu udara di kompleks ini cukup dingin, berkisar antara 19 hingga 27 °C.
5. Candi Penataran
Candi Penataran adalah bangunan candi peninggalan ajaran Hindu Siwaistis yang berada di Desa Penataran, Nglegok, Blitar, provinsi Jawa Timur. Candi ini menjadi candi termegah dan terluas di Jawa Timur yang berada di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut lereng barat daya Gunung Kelud, tepatnya di sebelah utara Blitar.
Candi Penataran sudah ada di masa Raja Srengga dari Kerajaan Kediri pada tahun 1200 Masehi berdasarkan pada peninggalan prasasti candi ini. Setelah itu Candi ini digunakan hingga masa kekuasaan Wikramawardhana, Raja Kerajaan Majapahit pada tahun 1415.
6. Candi Plaosan
Candi Plaosan adalah salah satu kompleks Candi Buddha di Indonesia yang berjarak kurang lebih 1,5 km dari kompleks candi Prambanan. Komplek Plaosan terbagi menjadi dua, yakni candi Plaosan Lor berada di Utara dan Candi Plaosan Kidul berada di Selatan. Kompleks Candi ini memiliki pahatan yang sangat halus dan rinci seperti pahatan yang ada di Candi Borobudur.
Candi Plaosan ini dibuat saat Rakai Pikatan memutuskan untuk menikah dengan Pramodhawardhani.
Candi ini kemudian dibuat Rakai Pikatan sebagai lambang rasa cinta-nya kepada sang istri dan Candi ini juga menjadi tanda bahwa Ia memberikan kebebasan kepada sang istri untuk menganut agama yang berbeda.
7. Candi Sewu
Kompleks Candi Sewu merupakan bangunan candi yang berdiri di abad ke-8 yang berada di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.
Bangunan candi ini diperkirakan sudah berusia lebih tua daripada Candi Prambanan. Sebenarnya candi yang ada di kompleks candi ini berjumlah 249 candi, namun oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan “Sewu” yang berarti seribu dalam bahasa Jawa karena jumlahnya yang banyak.
8. Candi Kalasan
Candi Kalasan adalah salah satu Candi Peninggalan Budha yang berada di Desa Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini terletak di 16 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta. Hampir serupa seperti candi budha lainnya di Indonesia, candi Kalasan juga memiliki ciri khas, terutama kesamaan pada candi-candi yang berada di Jawa Tengah atau pun Yogyakarta.
Prasasti Kalasan menjadi bukti Sejarah dari pembangunan Candi ini yang sebelumnya ditemukan tidak jauh dari ditemukannya lokasi candi. Prasasti Kalasan ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf pranagari bertahun 700 Saka atau sekitar 778 Masehi. Dalam prasasti tersebut, pembangunan Candi Kalasan bermula dari nasehat para pemuka agama di zaman wangsa Syailendra yang memerintah untuk membuat tempat suci.
Nah, itulah penjelasan tentang sejarah, ciri, dan daftar candi Hindu Budha di Indonesia.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Sekolah, Golongan Darah: Sistem dan Komponennya
Baca juga: Materi Belajar Sekolah, Pancasila Sebagai Dasar Negara Menurut Soekarno
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/candi-candi-budha-di-indonesia.jpg)