Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar PJOK Kelas 11: Gejala, Penularan dan Pencegahan Penyakit HIV/AIDS
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menginfeksi dan menghancurkan sel darah putih manusia.
TRIBUN-MEDAN.com – Materi belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) kelas 11 ada membahas tentang gejala penyakit HIV/AIDS, penularan HIV/AIDS dan pencegahan penyakit HIV/AIDS.
HIV dan AIDS adalah virus menular yang menyerang kekebalan tubuh manusia.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menginfeksi dan menghancurkan sel darah putih manusia, sehingga menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia.
Sedangkan, Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan bentuk lanjut dari infeksi HIV.
AIDS sendiri adalah penyakit yang ditandai dengan gejala dan infeksi yang disebabkan oleh virus HIV.
Satu-satunya cara untuk mengetahui terkena infeksi HIV atau tidak adalah dengan tes HIV.
Gejala HIV/AIDS
Fase pertama yaitu infeksi HIV akut, muncul setelah 1-4 minggu infeksi HIV terjadi.
1. Pengidap akan mengalami nyeri seperti flu dan sakit kepala beberapa minggu setelah terinfeksi, selama sat hingga dua bulan.
Baca juga: Materi Belajar Sekolah, Pancasila Sebagai Dasar Negara Menurut Soekarno
Baca juga: Materi Belajar Sekolah, Pemanasan Global: Proses, Penyebab, dan Dampaknya
2. Dapat timbul demam, nyeri tenggorokan, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, diare, nyeri otot, dan sendi.
Fase kedua yaitu fase laten HIV
1. Tidak menimbulkan tanda dan gejala pada orang yang terkena penyakit HIV
2. Virus terus berkembang biak, menyerang dan merusak sel darah putih yang berperan sebagai sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
3. Penderita dapat menularkannya kepada orang lain.
4. Berlangsung dalam kurun waktu yang lama, bisa hingga 10 tahun atau lebih.
Fase ketiga yaitu fase AIDS yang merupakan fase terberat dari infeksi HIV.
1. Berat badan menurun drastis, sering demam, diare berat dalam waktu yang lama, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
2. Sulit bernapas dan merasa lelah setiap saat.
3. Terjadi infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, dan vagina.
4. Timbulnya bintik ungu pada kulit dan tidak akan hilang.
Penularan HIV/AIDS
1. Seks Bebas
Penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui seks bebas, yaitu hubungan seksual secara bebas seperti tidak menggunakan kondom, baik melalui vagina, anal, maupun oral dan bergangti-ganti pasangan seksual.
Meskipun begitu, seks anal dilaporkan sebagai hubungan yang 10 kali lebih berisiko menularkan HIV dari pada seks vagina dan oral.
2. Penggunaan Jarum Suntik
Penularan jarum suntik dapat terjadi dikarenakan beberapa hal, seperti penggunaan jarum suntik yang bekas, penggunaan jarum suntik secara bersama-sama, dan penggunaan jarum suntik yang telah terkontaminasi darah orang yang terinfeksi HIV.
3. Kehamilan, Persalinan atau Menyusui
Penularan saat kehamilan dapat terjadi melalui plasenta (organ yang terbentuk di dalam rahim pada masa kehamilan).
Sementara pada saat kehamilan, penularan terjadi melalui kontak cairan ibu dan bayi. Dan pada saat menyusui, penularan terjadi melalui ASI.
4. Transfusi Darah
Pada beberapa kasus, penularan HIV terjadi melalui transfusi darah.
Namun, sekarang penularan tersebut sudah jarang terjadi dikarenakan adanya penerapan uji kelayakan donor.
Pencegahan HIV/AIDS
1. Menggunakan kondom yang baru setiap berhubungan seksual, baik melalui vagina, anal maupun oral.
Periksa dan gunakan kondom secara benar untuk menghindari kebocoran dan hal lainnya.
2. Hindari bergonta-ganti pasangan saat berhubungan intim.
3. Hindari penggunaan jarum suntik bekas atau secara bersamaan saat menyuntikkan obat, membuat tato maupun tindik.
4. melakukan pengobatan post-exposure prophylaxis (PEP), yaitu metode pengobatan dengan cara mengkonsumsi 3 obat antiretroviral selama 28 hari.
(mag1/tribun-medan.com)
Baca juga: Materi Belajar Sekolah, Mengenal Sosok Soepomo, Tokoh Perumus Pancasila dan UUD 1945
Baca juga: Materi Belajar Biologi Kelas 10: Sistem Reproduksi Pada Bakteri, Terbagi dalam Dua Cara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-hivaids.jpg)