Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Biologi Kelas 10: Sistem Reproduksi Pada Bakteri, Terbagi dalam Dua Cara

Meskipun kecil, bakteri mempunyai peranan besar dalam kehidupan yang berdampak baik dan buruk.

GAETAN STOFFEL/ISTOCK
Tamipilan gerak bakteri 

TRIBUN-MEDAN.com - Materi belajar biologi kelas 10 tengtang sistem reproduksi pada Bakteri, ternyata ada dua cara.

Bakteri tetap bagian dari mahkluk hidup yang memiliki sistem reproduksi untuk berkembang biak.

Bakteri merupakan sekumpulan organisme kecil.

Meskipun kecil, bakteri mempunyai peranan besar dalam kehidupan yang akan menimbulkan penyakit dan menyebarkan infeksi ke dalam Tubuh atau pun bahan makanan.

Bakteri sifatnya ada yang berbahaya dan ada yang tidak.

Bakteri berbentuk kecil, namun memiliki ragam bentuk yaitu bulat dan panjang.

Bakteri dapat masuk melalui dinding sel dan membentuk susunan membran sitoplasma.

Bakteri dapat terlihat menggunakan mikroskop, karena ukurannya sangat kecil.

Dan bakteri juga terdiri dari satu sel atau uniseluler yang bersifat kosmopolit serta habitat luas.

Bakteri bekerja dengan dua cara, yaitu melalui pergantian genetik dan reproduksi aseksual.

Pergantian genetik bergerak dengan cara melewati konjugasi.

Konjugasi adalah mentransfer satu genetik ke satu individu lainnya.

Transfer genetik pada umumnya, dilakukan dari orang tua ke anak.

Sedangkan reproduksi aseksual satu gen keturunan yang tidak mempengaruhi meiosis, ploidi pengurangan serta fertilisasi Tubuh.

Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia SMP Kelas 7 : Struktur Teks Fabel dan Unsurnya

Baca juga: Materi Belajar Matematika SMP: Rumus Menghitung Bunga Pinjaman dan Bunga Tabungan

Reproduksi bakteri memiliki dua tahap, yaitu tahap aseksual dan tahap seksual.

Berikut penjelasan lebih dalam mengenai tahap reproduksi bakteri.

Reproduksi Aseksual

Reproduksi aseksual bekerja baik dengan cara membelah biner dari satu sel menjadi dua sel seterusnya.

Ketika reproduksi bakteri membelah biner maka dapat dikatakan sebagai amitosis. Yang artinya, pada saat pembelahan tidak mempengaruhi tahapan pembelahan.

Reproduksi aseksual dihasilkan dari semua keturunan yang terindentik dari orangtua.

Tahap reproduksi aseksual ini merupakan tahap yang banyak menghasilkan keturunan yang sifatnya menyerupai induknya.

Pada saat tahap ini bekerja, sitoplasma bersekat tegak lurus dan posisi dindingnya melintang.

Contoh reproduksi aseksual seperti tunas dan fragmentasi.

Adapun tahapan reproduksi aseksual sebagai berikut :

1. Replikasi DNA dan Elongasi

DNA dikatakan sebagai jenis asam nukleat yang membentuk inti sel.

Replikasi DNA merupakan sekelompok rantai yang berganda pada mahkluk hidup.

Proses ini sangat berperan penting dalam reproduksi aseksual. Sedangkan Elongasi hasil gabungan dari asam amino sesuai panjang ukuran rantai RNAd.

2. Dinding sel membran plasma membelah

Dinding sel membran plasma terdapat di semua sel mahkluk hidup.

Dinding sel membran plasma membelah dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kelebihan cairan yang akan masuk ke dalam sel.

3. Septum terbentuk dan DNA terpisah

Septum merupakan dinding sel baru yang membatasi terbentuknya sel-sel yang terbelah.

Sedangkan DNA terpisah untuk mengetahui cara pemisahan DNA yang berbeda.

Setelah DNA terpisah, maka akan menimbulkan pemecahan dinding bakteri secara fisik dan kimiawi.

4. Sel terpisah menjadi 2 dan setiap sel mengulangi proses

Sel terpisah menjadi 2 melalui beberapa cara yaitu dengan cara menghambat sintesis dinding sel pada bakteri.

Reproduksi Seksual

Reproduksi seksual bekerja dengan cara fertilisasi.

Dan perkembangbiakan reproduksi seksual dimulai dengan peleburan dan pembuahan sel ovum ke sel sperma.

Reproduksi seksual ini berhubungan dengan sel kelamin yang berbeda.

Reproduksi seksual akan menghadirkan sifat dari kedua gabungan induk yang diperoleh dari sel kelamin jantan (sperma) ke sel kelamin betina (telur).

Tahap reproduksi seksual ini merupakan siklus kehidupan yang disebut dengan eukariota,  misalnya pada hewan dan tumbuhan.

Reproduksi seksual akan terjadi ketika bisa melalui mekanisme kombinasi gen yang meliputi 3 (tiga) cara sebagai berikut :

1. Konjugasi

Konjugasi adalah salah satu cara untuk mentransfer genetik, dengan kata lain plasmid F+ yang terdapat pada Protozoa yang penyatuan gamer terjadi dari satu individu ke individu lainnya.

Konjugasi dapat dikatakan sebagai perkawinan bakteri.

Genetik secara langsung bekerja dengan melewati pilus sampai ke bakteri penerima.

Pada tahap konjugasi ini dua sel yang saling berdekatan akan menghubungkan struktur antara kedua sel.

Bakteri genetik akan mengkombinasi pada saat memisahkan diri, penyebabnya karena terbentuk sel anakan dengan sifat baru.

2. Transduksi

Transduksi adalah proses yang meliputi organisme lain yang disebut virus.

Virus yang menimbulkan infeksi dari suatu bakteri yang mengandung DNA bakteri, penyebab terjadinya hal itu akibat virus DNA menyatu dengan virus DNA induknya.

Bakteri akan  melepaskan fage beserta DNA yang dimilikinya.

Virus fage dan DNA tersebut kemudian menempel pada bakteri lain.

Transduksi merupakan pemindahan materi genetik ke sel bakteri lainnya dengan perantaraan bakteri fag (bakteriofage) dan terbentuklah bakteri-bakteri rekombinan.

Baca juga: Materi Belajar IPS Kelas 10: Pengaruh, Dampak, dan Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Baca juga: Materi Belajar Bahasa Inggris Kelas 10: Penggunaan Kata: will, going to, dan would like to

3. Transformasi

Transformasi adalah materi genetik yang secara langsung tidak melalui penghubung konjugasi.

Bakteri yang dapat di transformasi adalah bakteri yang memproduksi enzim, contohnya Rhizobium dan Bacillus.

Bakteri memiliki protein dibagian Tubuh yang dikenal dengan DNA dari jenis bakteri yang sebelumnya ada.

Jika bakteri DNA menyebar ke sekitarnya maka bakteri lain akan menyerap DNA ke dalam Tubuh.

(mag4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved