Materi Belajar Sekolah
Materi Belajar IPS SMA: Penjelasan Konsep Stratifikasi Sosial dan Pengendalian Sosial
Kita akan membahas tentang Konsep stratifikasi sosial, dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial, dan pengaruh stratifikasi sosial dalam masyarakat.
TRIBUN-MEDAN.com - Menurut asal-usul kata stratifikasi sosial berasal dari kata stratum dan sosial.
Stratum memiliki arti lapisan dan sosial memiliki arti masyarakat.
Kita akan membahas tentang Konsep stratifikasi sosial, dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial (indikator stratifikasi sosial), dan pengaruh stratifikasi sosial dalam masyarakat.
Stratifikasi sosial sering diartikan sebagai pengelompokan atau pembeda lapisan para anggota masyarakat secara bertingkat.
Istilah ini sebenarnya sudah sering didengar terutama dalam kehidupan sosial.
Pitirim A. Sorokin, menyatakan bahwa stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarki.
Seluruh masyarakat memiliki perbedaan, seperti perbedaan jenis pekerjaan, perbedaan penghasilan, perbedaan pengeluaran kebutuhan hidup hingga perbedaan cara hidup.
Sedangkan, menurut P.J Bouman, maka stratifikasi sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.
Pendapat lain berasal menurut Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi bahwa stratifikasi sosial, yaitu selama terdapat sesuatu yang dihargai maka sendirinya pelapisan sosial tersebut terjadi.
Dasar Pembentukan Pelapisan Sosial
Sistem pelapisan sosial bisa terjadi melalui dua proses yakni pelapisan sosial yang terjadi dengan sendirinya dan pelapisan sosial yang sengaja dibuat untuk menggapai tujuan bersama.
• Materi Belajar Matematika Kelas 7: Mengenal Bentuk Aljabar, Beserta Operasinya
Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 8: Organ yang Termasuk Sistem Pencernaan pada Manusia
Ukuran kekayaan
Kepemilikan materi atau benda yang paling banyak maka akan termasuk ke dalam lapisan teratas stratifikasi sosial karena kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan.
Sebaliknya, jika paling sedikit memiliki harta benda maka termasuk ke dalam golongan kelas bawah.
Ukuran Kekuasaan dan Wewenang
Mempunyai kekuasaan, jabatan dan wewenang paling tinggi menjadi lapisan sosial teratas dalam pembentukan lapisan sosial karena kekuasaan umumnya tak lepas dari kekayaan.
Ukuran kehormatan
Bagi mereka yang diseganindan dihormati dapat menempati lapisan atas pelapisan sosial, dan umumnya terjadi pada masyarakat tradisional karena mereka sangat berjasa kepada masyarakat.
Ukuran Ilmu Pengatahuan
Orang-orang yang dinilai cerdas dan memiliki pengetahuan yang tinggi akan memiliki posisi dalam sistem pelapisan sosial.
Penguasaan ilmu pengetahuan biasanya dimiliki oleh guru-guru besar, pemuka agama, professor dan gelar-gelar akademik.
Pengaruh Stratifikasi Sosial Dalam Masyarakat
Ekslusivitas
Eksklusivitas dimaknai sebagai perilaku membatasi pergaulan.
Dan adanya stratifikasi sosial, membuat masyarakat tertentu hanya mau bergaul dengan masyarakat yang sekelas dengannya.
Etnosentrisme
Ini bisa diartikan sebagai membangga-banggakan dan mengangungkan kelas atau kelompok sendiri merupakan perilaku etnosentrisme.
Biasanya dilakukan oleh kelompok lapisan atas yang tak jarang memandang rendah lapisan kelompok dibawahnya.
Konflik Sosial
Kesenjangan akan lapisan-lapisan masyarakat tersebut tentu dapat menimbulkan kecemburan oleh masyarakat lapisan bawah terhadap lapisan atas.
Terkadang konflik tak bisa terhindarkan, karena keegoisan masing-masing kelas.
Pengendalian Sosial
Terlepas dari itu, kita juga membahas tentang pengendalian sosial, sifat pengendalian sosial, dan cara pengendalian sosial.
Pengendalian adalah upaya mengatur dan mengawasi perilaku anggota masyarakat agar seseuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat.
Dalam hal ini, individu dianjurkan untuk berperilaku baik agar tercipta suasana lingkungan yang diharapkan.
Sifat-Sifat Pengendalian Sosial
Pengendalian Resmi
Pengendalian resmi atau formal biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki wewenang dari badan-badan resmi Negara ataupun agama.
Pengendalian Tidak Resmi
Pengendalian tidak resmi (Informal) adalah pengendalian yang dilakukan untuk memelihara peraturan-peraturan tidak resmi milik masyarakat.
Pengendalian Institusional
Pengendalian institusional datang dari pengaruh kebudayaan yang dimiliki lembaga tertenu yang mana terdapat pihak lembaga yang berupaya mengontrol anggota lmbaga mereka di luar lembaga.
Pengendalian Berpribadi
Pengendalian ini berasal dari pengaruh baik atau buruk yang datang dari seseorang. Seseorang akan berusaha menngendalikan dirinya agar terhindar dari perilaku menyimpang.
Cara Pengendalian Sosial
Pengendalian Sosial Tanpa Kekerasan
Tindakan pengendalian sosial dengan kekerasan biasanya dilakukan oleh masyarakat yang kuang tenteram dan sedang mengalamiperubahan budaya.
Kompulsi, yaitu suatu situasi pemaksaan yang dilayangkan kepada seseorang agar patuh dan taat terhadap norma-norma sosial yang berlaku.
Pervasi adalah tindakan pembimbingan untuk menanamkan norma-norma secara berulang-ulang kepada seseoang dengan harapan masuk ke dalam kesadarannya, agar berubah menjadi lebih baik.
(mag2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sertifikasi-sosial.jpg)