Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Matematika SMP: Rumus Phytahgoras Lengkap Contoh Soal Beserta Jawabannya

Rumusa phytagoras akan sering kamu temui dalam akademik di sekolah mau pun dalam ujian seleksi masuk perguruan tinggi. 

Ilustrasi
Rumus Phytagoras 

TRIBUN-MEDAN.com - Materi belajar matematika SMP membahas rumus phytahgoras. 

Kita juga akan membahas contoh soal phytagoras sekaligus jawabannya.

Rumusa phytagoras akan sering kamu temui dalam akademik di sekolah mau pun dalam ujian seleksi masuk perguruan tinggi. 

Bahkan, rumus ini juga muncul di Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS, lho. 

Jadi, pahami dengan teliti ya.

Memahami rumus phytagoras tidaklah sulit.

Kamu cukup memahami terlebih dahulu teorema atau hukum dari phytagoras dan mengingat rumus dasarnya.

Rumus phytagoras digunakan untuk menghitung salah satu sisi dari segitiga siku-siku.

Rumus ini pertama kali ditemukan oleh seorang filsuf dan ilmuwan Matematika asal Yunani Kuno yang bernama Pythagoras (570-495 SM).

Lalu, apa saja rumus dasar dari phytagoras yang perlu kamu ingat dan apa saja teorema yang harus dipahami?

Simak artikel ini untuk menemukan pembahasan lengkap dari Kelas Pintar.

Teorema Phytagoras

Baca juga: Materi Belajar Bahasa Indonesia SMP: Pengertian Majas dan Jenis-jenis Majas dan Contohnya

Baca juga: Materi Belajar dari Rumah untuk Murid Kelas V SD dari Rumah Belajar Kemendikbud

Baca juga: Materi Belajar: Siapa Penemu Virus, Sejarah Penemuan, Hingga Cara Virus Berkembang Biak

Para ilmuwan menyebutkan sebuah fakta mengenai segitiga siku-siku.

Tiap sisi dari segitiga siku-siku memiliki panjang sisi 3, 4, dan 5 atau yang disebut dengan Triple Phytagoras.

Masing-masing panjang sisi tersebut mewakili bagian sisi samping, depan, dan miring.

Seperti yang kamu tau, segitiga- siku-siku memiliki sudut 90°.

Siku tersebut berhadapan dengan sisi miring atau yang disebut dengan hipotenusa.

Dengan demikian, diperoleh teorema phytagoras yang berbunyi:

“Sisi terpanjang atau sisi miring pada segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat dari dua sisi lainnya”

Baca Juga : Teorema Phytagoras dan Cara Menghitungnya

Rumus Phytagoras

Tiap sisi phytagoras biasanya dilambangkan dengan huruf ‘c’ untuk sisi miring, ‘b’ untuk sisi samping, dan ‘a’ untuk sisi depan.

Sehingga dengan demikian, sesuai dengan teorema yang berlaku untuk mencari sisi terpanjang dari segitiga siku-siku atau sisi ‘b’, maka dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut:

c² = a² + b²

Lalu, bagaimana cara untuk mencari sisi lainnya yaitu sisi depan dan sisi samping?

Maka dengan demikian, rumusnya menjadi seperti berikut ini:

a² = c² – b² (mencari sisi depan)

b² = c² – a² (mencari sisi samping)

Sebagai tambahan informasi, ada beberapa pola phytagoras yang sudah mutlak sehingga kamu hanya perlu menghafal pola ini untuk mencari salah satu sisi dari segitiga siku-siku tanpa perlu menghitung menggunakan rumus.

Pola ini disebut dengan Triple Phytagoras seperti yang telah disampaikan sebelumnya mengenai sisi 3, 4, dan 5.

Contoh Soal Phytagoras

Berikut ini beberapa contoh soal beserta pembahasan phytagoras yang dapat kamu pelajari:

Contoh Soal 1

Sebuah segitiga siku-siku memiliki sisi tegak 9 cm dan sisi depan 12 cm.

Berapakah sisi miring dari segitiga siku-siku tersebut?

Diketahui:

Sisi tegak (b) = 9 cm

Sisi depan (a) = 12 cm

Ditanya:

Sisi miring (c) = ?

Jawab:

c² = a² + b²

c² =12 ² + 9²

c² = 144 + 81

c² = 225

c = √225

c = 15 cm

Contoh Soal 2

Berapakah panjang sisi miring dari segitiga siku-siku bila memiliki panjang sisi tegak 6 cm dan sisi alas 8 cm?

Diketahui:

Sisi tegak (b) = 6 cm

Sisi depan (a) = 8 cm

Ditanya:

Sisi miring (c) = ?

Jawab:

Sesuai dengan triple phytagoras di atas, maka kamu dapat melihat bahwa hasil dari jawaban untuk soal ini adalah 10 cm karena pola triple phytagoras 6, 8. Dan 10.

Contoh Soal 3

Temukan panjang sisi tegak apabila ditemukan panjang sisi miring 50 cm dan panjang sisi alas 14 cm!

Diketahui:

Sisi miring (c) = 50 cm

Sisi depan (a) = 14 cm

Ditanya:

Sisi tegak (b) = ?

Jawab:

b² = c² – a²

b² = 50² – 14²

b² = 2500 – 196

b² = 2304

b = √2304

b = 48 cm

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 7: Gunung Api, Pengertian dan Macamnya

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 7: Barisan Planet dan Objek di Bagian Luar Tata Surya

Baca juga: Materi Belajar IPA Kelas 7: Mengenal Mikroskop dan Bagian-bagiannya

(*tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved