UEFA Nations League

Kembali ke Italia, Donnarumma Kena Ultimatum Ultras AC Milan, Disebut Manusia Kotoran

Donnarumma meminta secara terbuka kepada para penggemar AC Milan untuk tidak mencemooh sekembalinya ke San Siro.

Laurence Griffiths / POOL / AFP
Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma (tengah) merayakan dengan rekan satu timnya setelah memenangkan pertandingan sepak bola final UEFA EURO 2020 antara Italia dan Inggris di Stadion Wembley di London pada 11 Juli 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma kembali ke Italia untuk melakoni laga semifinal UEFA Nations League.

Donnarumma akan kembali menginjakkan kakinya di San Siro tengah pekan ini dalam lanjutan UEFA National League membela Italia saat berjumpa Spsanyol di babak semifinal.

Pertandingan Italia vs Spanyol semifinal UEFA National League bakal berlangsung di San Siro, Kamis (7/10/2021) pukul 01.45 WIB Live Mola TV.

Jelang pertandingan tersebut, Donnarumma meminta secara terbuka kepada para penggemar AC Milan untuk tidak mencemooh sekembalinya ke San Siro.

"Kembali ke San Siro? Saya senang, Kota Milan dan AC Milanadalah bagian penting dalam kehidupan saya," kata Donnarumma seperti dikutip Bolasport.com dari Calciomercato.

"Saya harap tidak ada apa-apa. Disiuli di San Siro? Saya akan menyayangkannya kalau hal itu terjadi."

"Saya selalu memberikan segalanya untuk Milan. Saya masih dan akan selalu menjadi suporter AC Milan."

"Saya harap isu itu (diejek suporter di San Siro) bisa dikesampingkan."

Namun, permintaan Donnarumma mendapatkan respons tidak bagus dari Curva Sud, kelompok garis keras suporter AC Milan.

Sebuah spanduk muncul di atas jembatan yang ditandatangani oleh ultras AC Milan.

Spanduk yang dibentangkan suporter AC Milan untuk mengatai Gianluigi Donnarumma
Spanduk yang dibentangkan suporter AC Milan untuk mengatai Gianluigi Donnarumma (TWITTER @PBPCALCIO)

Baca juga: JAM Tayang Big Match Italia Vs Spanyol Semifinal UEFA Nations League, Gli Azzurri Mesti Total

Mereka mengingatkan tidak akan ada kemungkinan untuk rekonsiliasi.

Tulisan dengan kalimat kotor pun tak lepas dari ungkapan para ultras Rossoneri.

Dan tulisan spanduk yang berisikan, "Anda tidak akan pernah diterima lagi di Milano."

Pemain terbaik Euro 2020 itu meninggalkan klub masa kecilnya, AC Milan pada jendela transfer musim panas 2020.

Ia enggan untuk memperbaharui perpanjangan kontrak dengan nominal yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved