Gadis Ini Bikin Video yang Mengaku Menderita Setiap Malam Disetubuhi Ayahnya, Kini Pelaku Ditangkap

Sebuah video yang memperlihatkan seorang gadis meminta pertolongan kepada aparat kepolisian agar ayahnya ditangkap viral di media sosial.

Editor: AbdiTumanggor
Youtube.com
Gadis ini bikin video yang mengaku dirudapaksa ayahnya setiap malam. Ia mengaku tidak tahan lagi dan minta agar polisi segera menangkapnya. Kini setelah videonya viral, sang polisi langsung bergerak dan menangkap pelaku. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang gadis meminta pertolongan kepada aparat kepolisian agar ayahnya ditangkap viral di media sosial.

Dikutip dari TribunManado.co.id, gadis berinisial SM itu berasal dari Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

SM sengaja membuat video pengakuan lantaran nyaris setiap hari dijadikan budak pemuas nafsu birahi ayah kandungnya sendiri.

Dalam video yang beredar, SM memohon agar aparat bergerak cepat menangkap sang ayah yang berinisial IB.

“Assalamualaikum, selamat siang. Saya minta tolong ya Pak (Polisi), biar masalah kasus ini cepat selesai dan cepat diproses secara hukum. Saya atas nama pihak korban, saya SM (inisial)," kata SM dalam sebuah video yang direkamnya sendiri, Kamis (16/9/2021).

"Dengan atas nama pelaku ayah kandung saya sendiri IB, hampir tiap malam melakukan hubungan intim dengan secara pemaksaan, kekerasan, dan ancaman,” ucapnya.

SM mengaku terpaksa melayani nafsu bejat ayahnya.

Pasalnya, ia selalu diancam akan disakiti bila menolak permintaan tersebut.

"Kalau saya menolak bagaimana? Karena saya sudah diancam, jadi saya tidak bisa kabur. Kalau saya kabur, saya akan dikejar dan ditembak dengan senjata angin, atau saya akan dihajar," ucap SM.

Dalam video yang berdurasi 2.01 menit itu, korban tampak sangat menderita.

Ia mengaku sedang berada di sebuah kebun untuk sembunyi agar bisa membuat video permintaan tolong tersebut.

Pasalnya, SM diancam akan dibunuh bersama saudaranya bila berani buka suara.

“Jadi saya minta Bapak (Polisi) secepatnya bertindak dan menangkap Bapak saya. Bapak saya tidak segan-segan membunuh saya dan saudara saya, jadi saya minta tolong ya Pak. Dan sekarang posisi kami ada di Kebun Bukit Puncak Bangelon," ujarnya.

Ayah Korban Berhasil Diringkus

Menanggapi video tersebut, Polres Kotamobagu melalui Tim Anoa langsung bergerak cepat mengamankan IB (50), Rabu (15/9/2021) di rumahnya.

Warga Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bоlmоng itu ditangkap setelah Polres Kotamobagu mendapatkan laporan terkait adanya dugaan tindakan 'kekerasan' asusila kepada anak kandung pelaku.

Kapolres Kotamabagu AKBP Prasetya Sejati mengatakan jika pelaku saat ini sudah ditahan oleh pihaknya.

"Setelah diamankan, pelaku sudah ditahan," tegas AKBP Prasetya dikutip dari TribunManado.co.id, Kamis (16/9/2021).

Kapolres menegaskan, pihaknya telah mengantongi alat bukti visum dari korban.

Dirinya juga sangat menyayangkan kejadian tersebut.

"Ini kejadian yang sangat memprihatikan, dan saya harap kedepannya sudah tak ada lagi kasus seperti ini," tegas dia.

Baca juga: Terkait Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Gestur Tangan Terbuka Istri Muda Yosef Dianalisis Pakar

Baca juga: Pakar Ekspresi Beber Perbedaan Menonjol 3 Pria Terdekat Korban Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu Kalau 3 Artis Ini Anak dari Keluarga Pendeta Masuk Agama Islam (Mualaf)

Baca juga: Rossa dan Afgan Telah Menikah? Setelah 12 Tahun Menjanda, Akhirnya Sang Diva Buka Suara Soal Ini. .

Kader Gerindra Diduga Terlibat Kasus Rudapaksa 4 Siswi di Papua, Habiburokhman: Sudah Tidak Aktif

SEMENTARA ITU, dugaan kasus tindak asusila terhadap 4 siswi SMA di Jayapura, Papua, menjadi sorotan.

Pasalnya, kasus rudapaksa terhadap anak di bawah umur itu melibatkan sejumlah oknum Pejabat Dinas PU dan politisi ternama di Papua.

Satu di antara terduga pelaku disebut-sebut sebagai kader Partai Gerindra.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman memberikan bantahan.

Ia menepis adanya kader Gerindra yang terlibat dalam kasus pemerkosaan terhadap remaja di Jayapura tersebut.

Kendati demikian, ia tak menepis bahwa oknum yang dimaksud pernah menjadi calon legislatif (caleg) dari Partai Gerindra.

“Tidak benar jika disebut ada kader Gerindra, politisi Gerindra, atau pengurus Gerindra, atau anggota yang disebut-sebut pelaku pemerkosaan di Jayapura,” kata Habiburokhman dikutip dari Kompas TV, Senin (13/9/2021).

Habiburokhman menegaskan, nama yang disebut-sebut dalam kasus tersebut sudah tidak aktif dari Gerindra,

Pihaknya pun enggan mengakui bahwa oknum itu disebut sebagai anggota Partai Gerindra.

“Saya dengar yang bersangkutan dahulu kala pernah menjadi caleg tetapi sudah lama sekali tidak aktif, dan kami tidak lagi mengakui beliau,” katanya.

Lebih dari itu, Waketum Partai Gerindra itu meminta agar polisi segera mengusut tuntas dan transparan kasus pelecehan dan tindakan tak senonoh terhadap anak di bawah umur tersebut.

"Saya minta kepada aparat untuk bertindak tegas segera tangkap pelakunya, tahan, dan diproses hukum," ucap Habiburrokhman.

Sebelumnya, ada sebanyak 5 orang terduga pelaku yang terdiri dari pejabat daerah dan politisi yang terlibat kasus tersebut.

Adapun keempat korbannya berinisial D, D, R dan O yang berusia 16 tahun, dan masih duduk di kursi SMU di Kota Jayapura.

Simak videonya mulai menit ke 2.00:

Polisi Panggil 7 Saksi

Kasus dugaan pemerkosaan tersebut menjadi perhatian serius setelah keluarga korban melaporkan 5 orang terduga pelaku ke SPKT Polda Papua, pada Sabtu (11/9/2021).

Adanya laporan dugaan asusila yang dilakukan oleh sejumlah pejabat dan politisi tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal.

Pihak kepolisian kini baru meminta keterangan 7 orang saksi atas kasus yang diduga dilakukan oknum Kepala Dinas PU dan politisi partai ternama di Papua.

"Baru tujuh orang yang mengetahui pergerakan korban terkait kasus ini diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Ditreskrimum Polda Papua," kata Kamal dikutip dari Tribun-Papua.com di Jayapura, Minggu (13/9/2021).

Sementara itu, kasus ini dilaporkan oleh pihak keluarga salah satu korban dan masih dalam status penyelidikan.

Kamal melanjutkan, para saksi lainnya akan dipanggil untuk penyelidikan lebih mendalam hari ini, Senin (13/9/2021).

"Kemungkin saksi akan bertambah," katanya.

Korban Dibawa dari Papua ke Jakarta

Informasi yang diterima Tribun-Papua.com dari pihak keluarga korban,  peristiwa tersebut diduga terjadi di Jakarta pada April 2021 lalu.

Pihak korban menjelaskan, para oknum pelaku diduga melancarkan aksi bejatnya secara terencana.

Pasalnya, keempat korban yang berstatus pelajar berusia 16 tahun di Jayapura itu semula dibawa ke Jakarta dengan alasan liburan gratis dan diberi uang.

Ketika berada di Jakarta, para pelaku disebut mengajak para korban ke tempat hiburan malam, lalu memaksa menenggak minuman beralkohol.

Setelah itu, pelaku melakukan intimidasi kepada para korban agar mau menuruti keinginan oleh oknum pelaku.

Mirisnya, paman dari salah satu korban diduga terlibat dalam kasus itu.

Kamal menambahkan, apabila nantinya penetapan tersangka dari antara terlapor, maka akan dijerat Pasal 81 UU No 34 Tahun 2014 dengan perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindugan Anak.

 (*/tribunmedan)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul BREAKING NEWS, Polres Kotamabagu Tangkap IB, Pelaku Kasus 'Kekerasan' kepada Anak Kandungnya dan Kompas.com "Polisi Tangkap Pria Pemerkosa Anak Kandung, Terungkap Setelah Video Pengakuan Korban Viral" DAN Sebagian artikel ini diolah dari Tribun-Papua.com dengan judul Hari Ini Pemeriksaan Saksi Soal Oknum Pejabat dan Politisi Papua Diduga Rudapaksa Siswi SMU dan Polisi: Baru 7 Saksi Diperiksa Atas Dugaan Rudapaksa Anak SMU oleh Oknum Pejabat dan Politisi Papua

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved