Jalan Hancur Lebur

Miris Sekali, Jalan di Kecamatan Gebang Persis Jalur Offroad

Jalan yang merupakan akses warga di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat persis jalur offroad. Kondisinya hancur lebur

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
HO
Kondisi Jalan Katib Darus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat hancur lebur dan lebih mirip jalur perlintasan offroad, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUN MEDAN.COM,STABAT - Kondisi Jalan Katib Darus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat persis jalur offroad.

Selain berlumpur, jalan di sekitar permukiman warga itu bergelombang dan berlubang.

Dari amatan di lapangan, kondisi jalan mirip jalur offroad itu sepanjang 5 kilometer.

Gegara jalan rusak hancur lebur ini, tak sedikit warga yang terluka karena jatuh dari kendaraan. 

Baca juga: Jalan Rusak di Langkat Timbulkan Korban Jiwa, Pemerintah Janji Bulan Oktober Dilakukan Perbaikan

Warga sekitar yang mayoritas sebagai petani kerap kesulitan menjual hasil panennya, lantaran jalan rusak.

Parahnya lagi, saat anak-anak hendak ke sekolah, mereka harus membuka sepatu, dan tak jarang baju yang tadinya bersih terkena cipratan lumpur.

Terkait hal ini, Plt Kadis PUPR Kabupaten Langkat Sujarno mengatakan pengerasan jalan akan segera dilakukan.

"Total panjang jalan lima kilometer. Sudah dihotmix dua kilometer, pelaksanaan hotmixnya terakhir pada 2019 lalu," kata Sujarno di Stabat, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Warga Bantan Ngeluh Bertahun - Tahun Jalan Rusak dan Banjir, Bobby Nasution Janji Minggu Depan Dicor

Ia mengatakan, sisa jalan yang belum dihotmix 3 kilometer, dan perencanaan akan dilakukan pada tahun depan.

"Jadi, sisa badan jalan yang belum dihotmix tiga kilometer. Direncanakan pada 2022 dilakukan pengerasan, kemudian baru dihotmix secara bertahap," ujarnya.

Saat ini, sambungnya, kondisi jalan masih berlubang, tapi tidak berlumpur.

Sebab, kata dia, batu bekas aspal jenis lapen pada 5 tahun lalu masih kuat menopang kendaraan lewat.

"Sebelumnya, kami sudah turun ke lokasi atas saran dari pihak desa setempat. Jelas, jalan itu tidak berlumpur,” tegasnya.

Baca juga: Wakil Bupati Langkat Minta Pengusaha Galian C Bantu Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak

Dirinya mengatakan, penanganan jangka pendek akan dilakukan sementara. Penimbunan jalan dilakukan dari partisipasi pemilik perkebunan sawit dan perkebunan semangka.

"Sementara solusinya dalam jangka pendek melakukan penimbunan jalan yang berlubang. Paling tidak perlu sekitar 20 truk. Pada 2022 mendatang baru dilakukan pengerasan," ujar Sujarno.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved