Tukang Pangkas di Sei Mencirim Meninggal Dunia Diduga Karena Sakit, Bukan Korban Pembunuhan

Ia menyebutkan, setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Saksi mata yang merupakan tetangga, Samuel sedang menunjukkan tempat korban ditemukan tewas. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ternyata, pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Sei Mencirim, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, yang sempat heboh bukan merupakan korban pembunuhan.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak menjelaskan bahwa pria tersebut meninggal dunia diduga karena sakit.

Baca juga: Hunian Kamar Hotel di Sumut Merosot Hingga 29 Persen, Hotel Bintang 5 Paling Anjlok

"Bukan pembunuhan. Meninggalnya diduga karena sakit," kata Budiman kepada Tribunmedan.com, Jumat (3/9/2021).

Ia menyebutkan, setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

"Diduga karena sakit, bukan pembunuhan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, badannya nggak ada lebam, enggak ada luka apapun," sebutnya.

Lebih lanjut, Budiman mengungkapkan bahwa saat ini jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Mayatnya sudah dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara," ucapnya.

Namun, saat ditanya tentang identitas korban, Budiman mengaku masih mencaritahu tentang identitasnya.

"Nanti-nanti belum, kita juga belum buat laporan," pungkasnya.

Baca juga: Guru SD Ditemukan Tewas Telungkup di Kamar Kosnya, Ada bercak Darah di Tembok Kamar

Diketahui sebelumnya, sesosok pria yang kerap disapa bapak Samuel ditemukan tewas bersimbah darah di Desa Suka Maju, Jalan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, pada Jumat (3/9/2021) dinihari.

Ia ditemukan meninggal dengan darah dimana-mana.

Warga yang belum mengetahui sempat mengira ia meninggal karena terbunuh. Namun belakangan diketahui ia meninggal karena penyakit paru-paru bawaan.

"Bukan pembunuhan, dia ada sakit paru-paru tadi katanya," kata Inarta, tetangga bapak Samuel, Jumat (3/9/2021).

Sebelum ditemukan tewas didepan rumah tetangganya, ia sempat mengetuk pintu depan Inarta, yang rumahnya tepat dibelakangnya.

Kejadian itu sekitar pukul 02:00 WIB.

Saat itu tetangga yang panik langsung menghubungi kepala desa dan warga lainnya karena takut ada sesuatu.

Baca juga: BERITA KKB PAPUA Terbaru Insiden Penyerangan Pos Koramil hingga 2 Pelakunya Tertangkap

Sekitar pukul 02:15 WIB, setelah warga berkumpul barulah tetangga yang pintunya diketuk membuka pintu. Disitu baru diketahui bapak Samuel, sebutan tetangga ditemukan tewas. Ia ditemukan tewas dengan penuh darah di mulutnya.

"Minta tolong kerumah kami, suamiku gak berani langsung buka sampai ada yang lain. Karena kami kira kan pembunuhan atau apa," ucapnya.

Sekitar pukul 06:09 WIB Polisi baru tiba dan melakukan pemeriksaan. Usai diperiksa rupanya di dalam rumahnya juga banyak ditemukan darah yang diduga dari mulutnya.

Sementara itu jenazah pak Samuel yang tergeletak di teras rumah tetangganya dibawa ke RS Bhayangkara TK II, Medan.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved