Buah Naga

TERNYATA Buah Naga Bisa Menyebabkan Gangguan Pecernaan hingga Kelebihan Antioksidan

Buah naga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan karena mengandung banyak sumber nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

HO / Tribun Medan
Buah Naga 

3. Gangguan pencernaan

Efek samping buah naga untuk kesehatan berikutnya adalah gangguan pencernaan.

Bahaya buah naga apabila dikonsumsi secara berlebihan ternyata dapat membuat nutrisi lain yang Anda konsumsi, tidak dapat terserap dengan baik saat melewati usus.

Alhasil, gangguan pencernaan pun bisa terjadi. Misalnya, perut kembung, sakit perut, hingga penyumbatan usus.

4. Kelebihan antioksidan

Buah naga mengandung berbagai antioksidan, seperti vitamin C dan komponen antioksidan lain, termasuk fitonutrien, polifenol, dan karotenoid.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, seluruh kandungan antioksidan ini bekerja dengan menargetkan sel radikal bebas yang berpotensi merusak sistem tubuh.

Akan tetapi, efek samping buah naga mungkin mengintai apabila Anda mengonsumsinya terlalu banyak dalam jangka panjang.

Alih-alih menargetkan radikal bebas, bahaya buah naga apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak justru dapat merusak sel-sel tubuh yang sehat.

5. Meningkatkan risiko hipoglikemia

Buah naga merupakan salah satu jenis buah yang baik untuk penderita diabetes. Kandungan serat pada buah naga dapat mengurangi penyerapan gula dalam darah.

Selain itu, kandungan karbohidrat di dalamnya juga dapat dengan mudah diserap oleh tubuh menjadi energi sehingga menyeimbangkan efek samping gula.

6. Meningkatkan risiko hipotensi

Buah naga memang diyakini dapat mengendalikan tekanan darah.

Manfaat buah naga untuk kesehatan ini bisa didapat jika Anda mengonsumsinya dalam takaran yang cukup.

Pasalnya, kandungan kalium pada buah naga yang dikonsumsi terlalu banyak dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal atau hipotensi.

7. Interaksi dengan obat hipertensi

Penderita hipertensi yang mengonsumsi buah naga bersamaan dengan minum obat darah tinggi atau obat hipertensi dari dokter dapat mengganggu efektivitas kerja obat.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved