Bayi yang Dibuang Ortu dengan Kondisi Mulut Diplester dalam Bungkus Kardus Kini Jadi Rebutan
Kondisi bayi yang diduga dibuang orangtuanya ini kini jadi rebutan.Banyak warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi bayi yang diduga dibuang orangtuanya ini kini jadi rebutan.
Banyak warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut.
Padahal saat bayi tersebut ditemukan, kondisinya memprihatinkan.
Adapun bayi yang masukkan kardus dengan kondisi mulut diplester.
Warga menemukannya di jembatan Donoharjo RT 5 RW 2, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri pada Selasa (24/8/2021).
Penemuan bayi yang pertama ditemukan oleh warga bernama Pranata (29) langsung heboh.
Tak sedikit warga yang menawarkan diri untuk menjadi pengasuh bayi perempuan itu.
Bidan Puskesmas Wonogiri 2, Sinta Rositasari mengungkapkan, banyak yang datang hingga telp menanyakan kondisi bayi tersebut.
Baca juga: SOSOK Penyanyi Elly Kasim di Mata Gubernur Anies Baswedan, Elly Meninggal akibat Sakit Lambung
"Jadi rebutan ini adiknya, tadi sudah banyak yang telepon saya, mau jadi orang tua asuhnya," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Rabu (25/8/2021).
Tak sampai disitu, Sinta juga menuturkan bahwa sempat ada yang datang langsung ke Puskesmas Wonogiri 2 untuk mengadopsi bayi malang itu.
"Tadi juga ada yang sempat ke sini, ada yang langsung telepon ke dinas sosial juga, tapi kan nggak bisa gitu," aku dia.
Hal tersebut disebabkan karenanya saat ini masih dalam proses pendalaman kasus, sehingga sementara akan diasuh oleh salah satu bidan yang memiliki klinik di Bulu, Sukoharjo.
• Jadwal Live Streaming Reims vs PSG, Debut Perdana Lionel Messi, Statistik Laga dan Prediksi Skor
"Dibawa ke klinik bidan Linda dulu, disana kan fasilitas untuk rawat inapnya ada, jadi biar bisa memantau kesehatan genduknya (anaknya) ini," ujarnya.
Dalam Keadaan Sehat
Bayi perempuan yang ditemukan di kawasan Wuryorejo, Wonogiri dinyatakan sehat.
Bayi yang belum lama dilahirkan ini diletakkan begitu saja di sisi jembatan.
Saat ditemukan oleh warga sekitar pada hari Selasa (24/8/2021) pukul 06.30 WIB, kondisi bayi hanya terbalut kain jarik dan dimasukkan ke dalam kardus bekas mie instan.
Tak hanya itu, parahnya mulut bayi mungil itu ditutupi plester, diduga kemungkinan agar tangisan bayi itu tidak didengar warga sekitar.
Temuan bayi ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan juga Puskesmas Wonogiri 2 yang menaungi daerah Wuryorejo.
Sesampainya di Puskesmas, bayi tersebut langsung dilakukan pemeriksaan awal di unit Kesehatan Ibu dan anak (KIA) Puskesmas Wonogiri 2.
Disampaikan oleh Sinta Rositasari, salah satu bidan disana, kondisi bayi saat ditemukan dehidrasi dan kedinginan.
"Sampai disini langsung kita timbang dan ukur dulu, kemudian dibersihkan karena di tali pusar masih ada darahnya, tidak di klem," jelas Sinta.
Hasil pengukuran menunjukkan berat bayi perempuan itu 2,3 kg dan panjang 46 cm.
Untuk kondisi, bayi dalam keadaan sehat dan sempurna, tidak ada cacat.
"Sehat, cuma saat ini minumnya belum kuat, ini kita kasih susu formula khusus untuk bayi baru lahir," imbuhnya.
Kemudian untuk selanjutnya bayi akan dibawa ke klinik salah satu bidan disana yang berada di Bulu, Sukoharjo karena saat ini masih dalam proses penyelidikan kasus.
Hal tersebut guna memberikan perawatan yang memadai untuk bayi, karena di Puskesmas tidak menyediakan fasilitas untuk rawat inap.
"Dibawa ke klinik dulu, kalau mau ada yang adopsi kan biasanya nunggu 3 bulan dulu, baru bisa diproses nantinya," jelas Sinta menambahkan.
Sementara ini, berdasarkan keterangan Paur Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, saat ini kepolisian sedang mendalami kasus ini.
"Pihak intel dan reskrim sedang melakukan penyelidikan siapa pelaku pembuangan bayi itu, sementara kita tunggu dulu perkembangannya," jelas Iwan.
Dlam kardus bekas mie instan
Warga Donoharjo RT 5 RW 2, Kelurahan Wuryorejo, Kabupaten Wonogiri dihebohkan dengan penemuan bayi dalam kardus di sekitar jembatan lingkungan di sana pada Selasa (24/8/2021).
Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.
Saat ditemukan, bayi malang tersebut berbalut kain jarik dan dimasukkan ke dalam kardus bekas mie instan.
Tak hanya itu, mulut bayi pun diplester oleh pelaku yang membuangnya.
Saksi kejadian adalah Pranata Oditia Graha (29) yang letak rumahnya tak jauh dari TKP.
Sekitar pukul 06.30 pagi, seperti biasa dia akan memberi pakan kepada burung peliharaannya yang digantung di teras.
Saat itu, dia melihat adanya kardus di sisi jembatan.
"Saya penasaran kok ada kardus di sana, saya intip kok ada tangan, kemudian dibuka pelan-pelan pakai kayu disaksikan beberapa warga," jelasnya.
Mengetahui di dalam kardus ada bayi, Pranata langsung melaporkan hal itu ke pihak RT dan Lurah kemudian diteruskan ke pihak kepolisian untuk dilakukan olah TKP.
Temuan tersebut membuat geger warga sekitar dan beberapa orang yang melintas.
"Kasian bayinya mas, ramai banyak orang yang melihat juga," kata dia.
Tak berselang lama, pihak Puskesmas Wonogiri 2 datang ke TKP guna lalu membawa bayi malang tersebut.
Bayi tersebut diperkirakan belum lama dilahirkan saat dibuang ke sisi jembatan itu.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Bayi Mungil Cantik yang Dibuang Ibunya di Wonogiri Jadi Rebutan, Ada yang Datang & Telepon Puskesmas
Baca Selanjutnya: Bayi dibuang orangtua
Baca Selanjutnya: Kondisi mulut diplester
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-bayi-yang-diduga-dibuang-orangtuanya-dalam-kondisi-sehat.jpg)