Kisah Heroik Seorang Perawat Medis, Emmy Saelan Berani Lemparkan Granat ke Penjajah Belanda

Ia adalah salah seorang pejuang wanita dan Pahlawan Nasional Indonesia. Untuk mengenang kepahlawanannya

Editor: Dedy Kurniawan
Ist
Emmy Saelan 

Sementara itu, Emmy Saelan dan kawan-kawannya terus melakukan gerilya. Akan tetapi, desakan pasukan Belanda sangat kuat.

Pasukan Harimau Indonesia pun terdesak hingga ke Kassi-Kassi, sebuah kampung di Makassar. Pasukan Belanda mengejar dengan kendaraan lapis baja dan tank.

Sore itu, 23 Januari 1947, dalam posisi terjepit, pasukan Wolter Monginsidi pun memilih mundur.

Emmy Saelan, yang telah terpisah dengan Monginsidi, memimpin sekitar 40 orang pasukan bertempur dengan Belanda.

Pertempuran terjadi dalam jarak yang sangat dekat. Seluruh anak buah Emmy gugur dalam pertempuran itu. Tinggal Emmy sendirian.

Pasukan Belanda mendekat dan memerintahkan Emmy menyerah. Tetapi, ia menolak dan terus melawan.

Dan, karena senjata ditangannya tinggal granat, maka dilemparkanlah granat itu ke pasukan Belanda. Pasukan Belanda pun bergelimpangan, tetapi Emmy turut gugur dalam pertempuran jarak dekat itu.

Sementara itu, Wolter Monginsidi yang bertahan di Tidung, tidak jauh dari tempat Emmy gugur, juga kewalahan menahan serangan Belanda. Hampir seluruh pasukannya gugur, kecuali ia dan dua orang kawannya.

Emmy Saelan, perempuan cantik berkulit putih itu, telah memilih gugur dengan jalan sangat terhormat.

Ia adalah salah perempuan Indonesia yang telah mengorbankan dirinya di usia sangat muda untuk revolusi nasional. Meskipun ia anggota palang merah, tetapi ia selalu berpakaian ala laki-laki dan memilih bertempur di garis depan.

(*/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com
 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved