Kecamatan Terparah Covid 19

BREAKING NEWS: Penyekatan di 5 Kecamatan Medan Dimulai, Ini Titik Penyekatan di Medan Johor

Penyekatan di lima kecamatan di Kota Medan yang berstatus penyumbang kasus Covid-19 tertinggi disekat mulai hari ini, Rabu (11/8/2021). 

Tayang:
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Penyekatan Kecamatan Medan Johor yang berstatus penyumbang kasus Covid-19 tertinggi disekat mulai hari ini, Rabu (11/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penyekatan di lima kecamatan di Kota Medan yang berstatus penyumbang kasus Covid-19 tertinggi disekat mulai hari ini, Rabu (11/8/2021). 

Adapun lima kecamatan tersebut yakni Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Helvetia, Medan Selayang. 

Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi mengatakan, Medan Johor merupakan kecamatan penyumbang kasus tertinggi kedua di Medan. 

"Hari ini dilakukan penyekatan di lima kecamatan yang zonasinya adalah merah. Salah satunya adalah Medan Johor. Kami ini urutan kedua tertinggi terpaparnya Covid-19," ujar Camat Medan Johor, Zulfakhri Ahmadi, Rabu (11/8/2021).

Zul mengatakan, penyekatan jalan di Medan Johor dilakukan mulai dari Jalan Karya Wisata simpang AH Nasution hingga ke simpang Jalan Karya Kasih. 

"Makanya hasil rapat bersama dengan pimpinan sepakat dibuat penyekatan di Kecamatan yaitu di Karya Wisata, dari mulai Simpang AH Nasution sampai dengan simpang Karya Kasih," tuturnya. 

Ia menuturkan lokasi ini dipilih karena merupakan titik keramaian dan pusat aktivitas masayarakat berkumpul. 

"Kenapa lokasi ini dipilih? Karena di sinilah pusat keramaian, kita ada laksanakan PPKM setiap malam, tapi masyarakat tetap masih juga berkumpul, masih juga nongkrong dan lain-lain. Makanya diputuskan hari ini kita laksanakan mungkin sampai dengan tanggal 18 Agustus," ungkap Zulfakhri.

Zul juga menjelaskan saat ini kasus per hari di Kecamatan Medan Johor mencapai 80 kasus per hari dan tidak pernah berada di bawah 40 kasus. 

"Kalau saat ini kasus di Medan Johor luar biasa, hari ini saja sekitar 80 orang. Jadi per hari itu ada 180, 40, pokoknya tidak pernah di bawah 40, status kita zona merah,"

"Makanya perlu sangat-sangat pengertian dari masyarakat, kesadaran dari masyarakat bahwa Covid-19 itu memang ada, kurangi aktivitas di luar, patuhi lah protokol itu. Supaya cepat berakhir penyekatan yang dilakukan," tambahnya.

Selain itu, kata Zul, saat ini ada dua lingkungan di Kecamatan Medan Johor yang tengah melakukan isolasi. 

"Penyekatan jalan cuma di sini, untuk isolasi lingkungan kita ada dua lingkungan, minggu lalu ada dua, lanjut lagi lingkungan 13 Pangkalan Mahsyur dan lingkungan 6 Kwala Bekala. Zona merah itu Pangkalan Mahsyur," ungkapnya. 

Ia berharap ke depan masyarakat dapat lebih memahami tujuan pemberlakuan penyekatan jalan yang dilakukan.

"Wajar mereka protes dan sangat dimaklumi. Masyarakat juga harus paham kenapa kita laksanakan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 agar kita sama-sama tau apa penyebaran Covid ya itu tadi ngumpul, nongkrong begitu lama," katanya.

"Nah salah satunya inilah diupayakan mudah-mudahan masyarakat sadar, paham bahwa yang kita laksanakan ini bukan untuk menzolimi masyarakat tapi untuk menekan angka terpapar Covid di Kecamatan Medan Johor. Sampai 18, jadi kita bekerja sama tidak hanya kecamatan, dari Dishub, TNI Polri semuanya kita bergabung," pungkasnya. (cr14/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved