Jebolan Hafidz Indonesia Asal Kisaran Kabur dari Pesantren, Diduga karena Sering Diejek Teman
Syahmil yang merupakan jebolan program televisi Hafidz Indonesia tahun 2014 itu melarikan diri akibat sering diejek oleh teman di sekolahnya.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap |
TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - M Syahmil Hadian Assajad (14) warga Jalan Sawo, Kelurahan Sentang, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan melarikan diri dari pesantrennya, Rabu (28/7/2021).
Syahmil yang merupakan jebolan program televisi Hafidz Indonesia tahun 2014 itu melarikan diri akibat sering diejek oleh teman di sekolahnya.
Tuti, orang tua Syahmil, mengatakan, anaknya itu sudah tiga kali kabur dari pesantren.
"Syahmil sebelumnya juga pernah pergi dari pesantren, tapi dia pulang ke rumah. Dia bilang ke kami kalau dia itu tidak mau lagi sekolah karena diejek tiga orang temannya karena matanya juling," kata Tuti, Jumat (30/7/2021).
Menurutnya, dalam pelariannya, anaknya tersebut selalu membawa sebuah speaker kecil dengan flashdisk untuk hafalan Al Qur'an.
"Dia bawa speaker kecil yang biasa diputar untuk mendengarkan pengajian. Speaker itu untuk hafalannya. Dia pakai baju hijau," katanya.
Ia merasa sedih karena sampai saat ini keberadaan Syahmil tidak diketahui.
"Sudah dua malam anak kami tidak pulang dan balik ke rumah. Bagaimana makan dan tidurnya?" ujar Tuti sambil meneteskan air mata.
Ia mengatakan alasannya menaruh Syahmil di pesantren dikarenakan ingin menyempurnakan hafalan Qur'an anaknya agar lebih baik lagi.
"Dia hafalannya sudah 20 Juz, ustadnya juga bilang kalau dia adalah anak yang pintar dan cepat menangkap," katanya.
Baca juga: Jebolan Hafiz Indonesia Kabur dari Pesantren, Pendiri Pesantren Bantah Syahmil Sering Di-bully
Ia berencana hendak membuat laporan ke kepolisian agar anaknya tersebut segera ditemukan.
"Semoga cepat pulang dan ditemukan Syahmil," pungkasnya. (cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anak-pesantren-kabur.jpg)