Sebelum Meninggal, Kepala BNN Deliserdang AKBP Suhadi Lakukan Isolasi Mandiri di Marindal
Kepala BNN Kabupaten Deliserdang, AKBP Suhadi meninggal dunia. Kematiannya sempat dikait-kaitkan karena virus Covid-19.
Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Kepala BNN Kabupaten Deliserdang, AKBP Suhadi meninggal dunia. Kematiannya sempat dikait-kaitkan karena virus Covid-19.
Hal ini lantaran sebelum meninggal ia sempat menjalani isolasi sendiri di sebuah rumah di Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang.
Dirinya meninggal dunia saat menuju perjalanan ke rumah sakit Mitra Medika Amplas Rabu, (27/7/2021).
Informasi yang dihimpun almarhum tercatat sebagai warga Desa Patumbak Kampung Kecamatan Patumbak. Karena belum ada dilakukan swab PCR, jenazah Suhadi sempat disemayamkan di salah satu rumah di Marindal.
Jenazahnya dimakamkan di pemakaman muslim Desa Patumbak Kampung. Kepala Desa Patumbak Kampung, Arifin membenarkan kalau almarhum adalah salah satu warganya.
Ia menyebut almarhum sempat disemayamkan lantaran memang belum sempat dilakukan swab PCR. Karena itu pelaksanaan fardu kifayah bisa dilakukan seperti biasa.
"Dia tinggal di dusun IV, kita nggak tau apakah positif karena Covid atau tidak karena sampai kami bawa ke rumah sakit dokter kemudian bilang dia sudah nggak ada. Memang posisinya dia itu lagi isolasi sendiri di salah satu rumah di Desa Marindal 1. Yang jelas nggak tau kita karena apa tapi memang dia selama ini ada sakitnya juga (diabetes),"kata Arifin Rabu, (28/7/2021).
Arifin menyebut pada Selasa malam ia mendapat telepon dari keluarga almarhum.
Saat itu keluarganya memohon untuk didatangkan ambulan dan membawa Suhadi ke rumah sakit.
Ketika ia tiba di rumah tempat Suhadi menjalani isolasi kondisi yang bersangkutan memang sudah lemas.
Dari penelusuran Tribun, kematian AKBP Suhadi tidak terdata sama sekali di Satgas Covid Deliserdang.
Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista mengatakan kematian Suhadi terdaftar di Satgas lantaranya hasil swab memang tidak ada.
Ditegaskan kalau Suhadi tidak bisa dimasukkan dalam kategori suspek, probale apalagi terkonfirmasi.
"Dia yang mana pun tidak ini kecuali dianpernah swab dan isolasi di rumah. Ini kami cek dia nggak ada (pernah swab). Kita juga nggak tau kenapa bisa isolasi sendiri, siapa yang nyuruh?. Ini Kapus masih lacak dan tanya-tanya juga," kata dr Ade.
Kadis Kesehatan Deliserdang ini menyebut pelaksanaan prokes tidak bisa dilakukan untuk pemakaman yang bersangkutan karena memang tidak memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-bnnk-deli-serdang-akbp-suhadi.jpg)