Yayasan Sikh Sewaks Indonesia Gelar Vaksinasi Massal Covid-19, Pesertanya Mencapai 500 Orang

Pemerintah Kota Medan memberikan apresiasi terhadap Yayasan Perkumpulan Sikh Sewaks Indonesia (SSI) Sumatera Utara yang menggelar vaksinasi massal.

Istimewa
Yayasan Sikh Sewaks Indonesia menggelar vaksinasi massal yang diikuti 500 peserta di Gurdwara Shree Guru Arjun Dev di Jalan Mawar Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Kota Medan memberikan apresiasi terhadap Yayasan Perkumpulan Sikh Sewaks Indonesia (SSI) Sumatera Utara yang menggelar vaksinasi massal. Acara vaksinasi diselenggarakan di Gurdwara Shree Guru Arjun Dev, Jalan Mawar Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, vaksinasinasi merupakan cara untuk mengendalikan laju penyebaran Covid-19. Karena itu, ia mengucapkan terima kasih terkait digelarnya acara vaksinasi massal. 

"Guna mencapai target tersebut selain gencar menggelar vaksin dengan target perharinya 10 ribu orang, dukungan dari semua pihak dengan menggelar vaksinasi seperti yang dilakukan Yayasan Perkumpulan Sikh Sewaks Indonesia (SSI) Sumut.  Kegiatan ini bisa mempercepat vaksinasi massal dan memutus rantai penyebaran Covid-19, sekaligus  terwujudnya herd immunity di Kota Medan," kata Wali Kota Medan.

Baca juga: OJK Gelar Vaksinasi Massal Selama 3 Hari di Kota Medan, Targetkan 4.130 Orang

Baca juga: Puluhan Warga Tuna Rungu Medan Antusias Ikut Vaksinasi Covid 19 di Eks Bandara Polonia

Baca juga: Viral Pria Bertato Keringat Dingin Saat di Vaksinasi Covid-19

Suasana warga tuna rungu sedang melakukan tahapan registrasi untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN, Eks Bandara Polonia, Kamis (22/7/2021).
Suasana warga tuna rungu sedang melakukan tahapan registrasi untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN, Eks Bandara Polonia, Kamis (22/7/2021). (TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY)

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Medan menargetkan dari 2,5 juta penduduk Kota Medan, 1,9 juta jiwa harus mendapatkan vaksin Covid-19. Apalagi, Kota Medan sudah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai wilayah yang harus menerapkan PPKM Darurat di luar Pulau Jawa-Bali. 

"Seminggu yang lalu Kota Medan ditetapkan sebagai Wilayah PPKM Darurat level 4 dari 15 Kabupaten/ Kota diluar Pulau Jawa-Bali. Penetapan ini karena Medan sebagai Ibu Kota Provinsi Sumut dengan jumlah penduduk yang besar. Selain itu guna menghindari meningkatkannya kasus Covid-19 akibat  efek pimpong dari pulau Jawa-Bali," ujarnya. 

Bobby Nasution menambahkan indikator lainnya yang menetapkan Medan PKKM Darurat level 4 adalah dari ketersediaan BOR yang terus meningkat. Dari 37 persen hari ini sudah 60,7 persen tempat tidur khusus pasien Covid-19 yang terisi. Artinya dalam kurun waktu dua minggu BOR di Medan meningkat 30 persen.

"Sekitar bulan lalu warga terpapar perhari  40- 60 kasus. Tetapi saat ini mencapai 500 orang perhari yang terpapar. Ini buka sekedar angka yang kita anggap sepele, tetapi ini adalah angka nyawa dimana jika semakin bertambah maka semakin bertambah pula jumlah warga Medan yang terpapar. Untuk itu Pemko Medan terus menerapkan 3 T untuk mengurangi penyebaran Virus Covid-19," Jelas Bobby Nasution.

Ia menuturkan, Pemko Medan terus berkolaborasi dengan semua pihak dan kelompok masyarakat untuk dapat  memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19. Saat ini cara yang paling efektif adalah mengikuti dan menerapkan Protokol Kesehatan. Artinya vaksin yang sudah diberikan sangat dapat membantu tubuh, namun tubuh juga dapat terpengaruh dari lingkungan luar jika kita tidak menjaga Protokol Kesehatan.

Bobby Nasution menyadari di masa penerapan PPKM Darurat level 4 dengan Prokes yang ketat dan pengurangan mobilitas, berpengaruh dengan kondisi perekonomian. Karena dalam memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19 berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi. Tentunya ada masyarakat yang terdampak.

Oleh karena itu Pemko Medan telah menyalurkan 51 ribu lebih paket sembako bagi masyarakat yang terdampak yang dikeluarkan dari APBD Kota Medan. Selain itu sebanyak 88 ribu paket sembako diberikan Pemerintah Pusat untuk masyarakat kota Medan.

"Total 139 ribu bantuan paket sembako yang telah disalurkan untuk warga kota Medan yang terdampak. Kedepannya kami akan terus menyalurkan bantuan untuk warga yang belum mendapatkan bantuan. Oleh karena itu kami meminta bantuan dari semua pihak untuk dapat melakukan pendataan bagi warga yang terdampak namun belum mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan kita dapat menekan penyebaran Virus Covid-19 " Ujar Wali Kota Medan.

Baca juga: 250 Warga Kurang Mampu di Medan Denai Mengikuti Vaksinasi Covid-19, Camat: Warga Juga Diberi Beras

Baca juga: Akui Stok Vaksin di Medan Menipis, Bobby Nasution: Kita Prioritaskan Untuk Vaksin Dosis Kedua

Baca juga: Wali Kota Medan Mengikuti Rakor Penerapan PPKM Level IV, Berikut Penjelasan Airlangga Hartarto

Salah seorang pegawai Fakultas Teknik UISU sedang mengikuti vaksinasi tahap kedua di Auditorium UISU Jalan SM Raja Medan, Kamis (22/7).
Salah seorang pegawai Fakultas Teknik UISU sedang mengikuti vaksinasi tahap kedua di Auditorium UISU Jalan SM Raja Medan, Kamis (22/7). (Tribun Medan/HO)

500 Orang Divaksin

Ketua Panitia dr Simren Jit Singh mengatakan, vaksinasi Covid-19 ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah dalam vaksinasi massal. Pelaksanaan vaksinasi dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Medan.

"500 orang telah divaksin di tahap pertama dan di tahap kedua ini 500 orang juga akan divaksin. Jumlah ini sesuai dengan target yang kami tentukan. Vaksinasi ini Juga sebagai bukti komitmen keluarga Singh di SU menyukseskan program Pemerintah untuk memutuskan mata rantai Covid-19, ” katanya.

Dijelaskan dr Simren Jit Singh, selain Dinas Kesehatan Kota Medan, pihaknya juga menggandeng Pariwisata Sosial Kesehatan dan Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai serta sejumlah tenaga medis dari keluarga Singh khususnya SSI. Antusias masyarakat mengikuti vaksinasi ini sangat tinggi. 

Hadir secara langsung dalam Pelaksanaan Vaksinasi  ini Kadis Kesehatan Medan dr Syamsul Nasution, Direktur Pariwisata Sosial Kesehatan dan Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai Lili Ginting SE, mewakili Pengurus Yayasan perkumpulan Sikh Sewaks Indonesia (SSI) Sumut, Riki Rajender Singh, Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Camat Medan Polonia.

Selanjutnya Wali Kota Medan melihat pelaksanaan vaksinasi secara virtual dan menyempatkan berbincang dengan salah seorang peserta vaksinasi yang mengaku antusias mendapatkan suntikan vaksin. Selain itu Bobby Nasution juga menyemangati para tenaga kesehatan yang tengah berkerja memberikan suntikan vaksin kepada masyarakat. 

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved