News Video

Turut Angkat Bendera Putih, Ilham Curhat Harus Tutup Usaha dan Berutang Bayar Uang Sekolah Anak

Ilham adalah satu di antara pedagang kuliner malam yang turut melakukan aksi mengibarkan bendera putih tanda menyerah atas kebijakan PPKM.

Turut Angkat Bendera Putih, Ilham Curhat Harus Tutup Usaha dan Berutang Bayar Uang Sekolah Anak

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ilham adalah satu di antara pedagang kuliner malam yang turut melakukan aksi mengibarkan bendera putih tanda menyerah atas kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung.

Aksi itu berlangsung di Jalan Williem Iskandar, lebih tepatnya di Pajak Kedan MMTC, Kota Medan, Sumatra Utara, Sabtu (24/7/2021).

Ilham mengakui usahanya, Mustafa Kopi di Jalan Karya Jaya, Kelurahan Kebun Johor, Kecamatan Medan Johor, selama dua Minggu ini telah tutup total akibat kebijakan PPKM dari Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution.

"Di masa PPKM ini pendapatan kami turun sampai 70 persen. Ini ada 16 pegawai pun tak sanggup lagi kami gaji. Untuk biaya operasional seperti lampu, air dan lainnya sudah berat. Ya mending ditutup aja. Mau gimana lagi," katanya kepada Tribun Medan.

Tidak hanya itu, ia pun menelan kerugian karena beberapa bahan makanan yang sudah habis limit sekitar Rp 5 juta.

Menurutnya juga kebijakan membuka usaha dengan konsep menerapkan Take Away sangat tidak efektif bagi keberlangsungan usahanya. Sebab, para pelanggan yang datang ke tempat usahanya rata - rata memang ingin minum di tempat.

"Padahal usaha ini satu satunya mata pencaharian. Ini untuk uang sekolah anak aja kami sekarang harus hutang ke orang lain," ujarnya.

Ia pun menjelaskan bukan berarti para pedagang tidak mendukung pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Hanya saja, ia meminta pemerintah juga memberikan solusi bagaimana nasib para pedagang yang hilang mata pencahariannya.

"Kalau pun dibuat PPKM ini maunya pemerintah harus memikirkan dampak seperti bantuan kepada karyawan. Sampai sekarang, dari awal masa PPKM, tidak ada bantuan," ungkapnya.

Sebelum masa PPKM darurat, dikatakannya pendapatannya bisa mencapai Rp 3 juta per malam.

Ia pun minta tolong kepada Wali Kota Medan untuk memberi ruang bagi para pedagang agar tetap berusaha dengan memperketat protokol kesehatan.

"Seharusnya jangan dilarang orang makan dan minum di tempat dan hanya memperketat Prokes. Padahal saat jualan, saya juga memberikan penerapan protokol kesehatan. Hanya kesadaran pengunjung kadang memang kurang," tutupnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved