News Video

Kisah Inspiratif Bintara Polisi Membuat Mobil Pribadi Menjadi Ambulans Untuk Melayani Masyarakat

AIPTU Mahmuddin (52), jebolan bintara angkatan ke-12 tahun 1991-1992 kini yang bertugas sebagai Babinkamtibmas di Polsek Air Joman yang dibawahi

Tayang:

Kisah Inspiratif Bintara Polisi Membuat Mobil Pribadi Menjadi Ambulans Untuk Melayani Masyarakat

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Tiga tahun silam mobil kijang kapsul bewarna perak milik seorang Bintara Polisi berpangkat AIPTU di rombak menjadi sebuah mobil pengayom masyarakat.

AIPTU Mahmuddin (52), jebolan bintara angkatan ke-12 tahun 1991-1992 kini yang bertugas sebagai Babinkamtibmas di Polsek Air Joman yang dibawahi oleh Polres Asahan mengubah mobil pribadi miliknya menjadi sebuah ambulan keliling.

Melatarbelakangi seorang pengayom masyarakat, Pria yang akrab dipanggil pak Udin ini dengan sigap membawa ambulannya untuk membantu masyarakat yang sedang sakit ataupun kegiatan emergency lainnya.

Dalam tugasnya sebagai Babinkamtibmas, ia sering membawa mobil ambulan tersebut untuk berkeliling di empat desa yang di bawahinya. Desa Binjai Serbangan, Desa Air Joman, Desa Air joman baru, pungggulan.

"Saya itu sering membawa ini keliling desa yang saya bawahi sambil berpatroli," kata kepada tribun-medan.com, Kamis(22/7/2021).

Menurutnya, ia sudah membangun mobil ambulan tersebut sejak tiga tahun lalu, dimana dirinya bertugas sebagai Babinkamtibmas di Polsek Air Joman.

"Mobil ini saya beli sejak 2015 lalu, kemudian saya rombak untuk menjadi ambulan pada tahun 2018. Dimana saat itu saya menjadi Babinkamtibmas di Air Joman," katanya.

Ia mengatakan saat membangun mobil tersebut, banyak yang menyepelekan dirinya, namun banyak juga menyemangatinya.

"Saya kemarin itu waktu baru jadi ini mobil, saya bawa ke Polres. Banyak yang bilang wak labu (Merasa Hebat), tapi saat itu bapak AKBP Faisal Napitupulu(Kapolres Asahan 2019) memberikan saya apresiasi. Begitu juga dengan bapak AKBP Nugroho Dwi Karyanto (Kapolres Asahan 2020) selalu menyuport saya," katanya.

Ia mengatakan, dalam membangun mobil ini dia tidak banyak memakan biaya, dimana hanya memerlukan stiker dan beberapa peralatan saja.

"Untuk stiker alhamdulillah saya dikasih cuma beli setikernya saja, tidak bayar upahnya. Sirine saya diberikan oleh bapak Danramil Air Batu saat itu. Bahkan bapak itu juga menyemangati saya untuk membuat ini," katanya.

Ia mengatakan, untuk memanggil ambulannya tersebut, masyarakat tidak perlu membayar upah apapun, bahkan untuk bahan bakar selalu diisinya penuh bilamana keadaan emergency tidak mogok saat dalam perjalanan.

"Kalau saya sedang patroli tidak membawa ambulan, mobil selalu siap kapanpun bila dibutuhkan dirumah, dengan catatan ada supir yang membawa dan jangan sampai kecelakaan," katanya.

Ia selalu menyantumkan nomor handphonenya di ambulan miliknya agar dapat menghubunginya bila diperlukan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved