Didatangi Wakil Wali Kota Medan, Rakesh: Saya Minta Maaf dan Berjanji Tidak Mengulanginya

Sosok Rakesh si pedagang warkop yang viral karena menolak PPKM Darurat Medan terus mendapat sorotan.

Editor: Juang Naibaho
IST
Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman saat mendatangi warung kopi DKI Jalan Gatot Subroto milik Rakesh yang sempat viral beberapa hari lalu pada Sabtu (17/7/2021).(IST) 

Rakesh juga menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Kota Medan atas perlakuan dan tindakan yang dilakukannya kepada para petugas PPKM Darurat.

"Saya berterimakasih atas kehadirannya pak Wakil Wali Kota Medan yang datang untuk memberikan edukasi dan nasihat. Saya dan keluarga meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama," ujar Rakesh.

Rakesh juga berharap agar petugas PPKM Darurat bisa lebih bertindak santun dan humanis kepada para pedagang saat melakukan razia.

Diketahui, Rakesh menolak menutup usahanya di Jalan Gatot Subroto, selama PPKM Darurat Medan.

Saat didatangi petugas, Rakesh menyatakan akan tetap membuka warkopnya karena menyangkut urusan perut istri dan kelima anaknya. Ia berujar bahwa usaha warkop ini merupakan tulang punggung perekonomian keluarganya.

Bahkan Rakesh memberi sentilan menohok kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

"Bagaimana kehidupan anak istri saya? Ada pemerintah kasih bantuan, Bobby dan Edy Rahmayadi ada kasih bantuan?" tanya Rakesh ke petugas.

"Kasih imbauan (tutup usaha) ya kasih bantuan ke rakyat kecil. Jangan menindas rakyat kecil begini. Jadi, itu aja pesan aku ya, sampaikan ke Bobby dan Edy Rahmayadi ya,” imbuhnya.

Baca juga: Fakta Baru Rakesh Si Pedagang Warkop yang Viral, Dijemput Polisi karena Siram Air ke Petugas PPKM

Petugas PPKM Darurat Medan akhirnya meninggalkan warkop milik Rakesh.

Namun, persoalan ini berbuntut panjang. Esok harinya, Rakesh harus menjalani sidang tindak pidana ringan di Gedung PKK Kota Medan. Hakim Pengadilan Negeri Medan, Ulina Marbun menjatuhkan vonis denda Rp 300 ribu dan kurungan dua hari dengan masa percobaan 14 hari terhadap Rakesh.

Usai persidangan, Rakesh kembali menyindir Gubernur Edy Rahmayadi dan Wali Kota Bobby Nasution terkait kebijakan PPKM Darurat. Rakesh mengeluhkan aturan yang hanya memperbolehkan pembeli dengan sistem take away. Padahal, pengunjung yang datang ke warkopnya ingin bersantai.

Kata Rakesh, keluarganya tak pernah menerima bantuan apapun dari kedua pejabat tersebut. Sementara usaha warkop itu merupakan penghasilannya satu-satunya untuk menghidupi istri dan lima anaknya.

Jika ada bantuan yang diberikan untuk menghidupi istri dan anaknya, Rakesh mengaku siap menutup usahanya atau menuruti anjuran pemerintah.

"Disuruh tutup hasilnya nihil. Apa yang kudapat. Terancam anak bini saya. Siapa yang kasih makan. Gak ada pemerintah yang kasih makan. Suruh tutup tapi gak bertanggung jawab," jelasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved