Breaking News

Liga Italia

Juventus Lupakan Mimpi Juara Liga Champions, AC Milan dan Inter Milan Berbenah di Liga Italia

Mimpi Agnelli memang cukup besar, dominasi di Italia belum cukup baginya, mimpinya adalah membawa Juventus juara di Liga Champions.

lapelotita.com
Pemain Juventus selebrasi gol. Juventus menang 4-1 pada laga yang berlangsung di markas Bologna, Senin (24/5/2021) dini hari. Update Klasemen akhir Liga Italia 

TRIBUN-MEDAN.com - Bangkitnya AC Milan dan Inter Milan, tentu membuat Juventus sadar bahwa persaingan di Liga Italia mulai kembali ketat.

Pemandangan depresif muncul di akhir musim, pemilik Juventus, Andrea Agnelli murung di depan bangku cadangan Juventus Stadium.

Juventus baru saja memenangankan gelar juara Coppa Italia 2021, namun pria yang juga pemilik pabrik mobil dan merk FIAT ini nampak merokok di pinggir lapngan ketika pesta selesai.

Dalam tangkapan foto yang dirils oleh afp waktu itu nampak Agnelli sangat murung.

Mimpi Agnelli memang cukup besar, dominasi di Italia belum cukup baginya, mimpinya adalah membawa Juventus juara di Liga Champions.

Gagal mendapatkan gelar Liga Champions dengan investasi sebesar itu, Liga Italia juga hilang dari genggaman.

Inter Milan di bawah Antonio Conte sukses menjadi juara dengan mesin gol mereka, Romelu Lukaku.

Inter Milan berhasil memenangi laga krusial melawan Atalanta di Giuseppe Meazza dalam lanjutan Liga Italia, Senin (8/3/2021) atau Selasa dini hari WIB.
Inter Milan berhasil memenangi laga krusial melawan Atalanta di Giuseppe Meazza dalam lanjutan Liga Italia, Senin (8/3/2021) atau Selasa dini hari WIB. (Twitter Inter Milan)

Selain itu, ada AC Milan juga berbenah, mereka tidak lagi hanya tim yang berharap masuk Liga Eropa.

Perbaikan di jajaran direksi membuat Rossonerri mulai mengintip peluang scudetto.

Inter Milan dan AC Milan berbenah dalam 2 musim terakhir, bukan hanya investasi besar yang dikeluarkan, perubahan besar-besaran juga terjadi di jajaran direksi.

Inter Milan misalnya, musim lalu mereka juara Liga Italia setelah Sunning grup masuk menggantikan Erick Thohir.

Investasi besar tidak serta merta membuat Inter Milan membaik, mereka sempat mengalami masalah ketika mendatangkan Joao Mario dan Gabriel Barbosa.

Keduanya gagal di Inter Milan, dan mereka kalah dari Hapoel Be'er Sheva di Liga Eropa.

Musim lalu, di bawah Antonio Conte, Inter Milan berubah menjadi tim yang sangat seimbang, mereka bertahan dan menyerang sama apiknya.

Lukaku keluar sebagai top skor klub dengan 24 gol, ia juga mengemas 11 asis bersama Inter Milan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved