Khazanah Islam
Baca Surat Al Kafirun & Al Ikhlas, Sholat Fajar 2 Rakaat Subuh Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
Keutamaan sholat sunnah subuh ini disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Dedy Kurniawan
Tata Cara sholat sunnah fajar
Sholat sunnah fajar dilakukan sama halnya seperti sholat sunnah lainnya.
Yakni terdiri dari dua rekaat, diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam.
Niat
Dalam video YouTube Taman Surga TV berjudul Apakah Niat Dalam sholat Harus Dilafadzkan? ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang pelafadzan niat sholat.
Ia menjelaskan jika niat adalah amalan yang perlu dilakukan agar suatu perbuatan bisa dimasukkan ke dalam kategori ibadah.
"Kata Imam As Syafii, niat (sholat) itu dihadirkan dalam hati bersamaan dengan takbir, Anda mengangkat tangan Anda begini lisan mengucapkan 'Allahuakbar' dalam hati Anda tunjukkan 'Saya berniat sholat duhur'." jelasnya.
Niat diucapkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa asli penutur dalam hati.
Tak ada tuntunan atau contoh dari Nabi tentang pelafadzan niat dalam sholat, meski Nabi melakukan pelafadzan niat saat umroh dan haji.
Pelafadzan niat dalam sholat dilakukan dalam kondisi tertentu.
Semisal agar sesorang yang sedang dalam keadaan waswas dapat fokus beribadah.
Namun kondisi ini hanya dilakukan saat was-was yang luar biasa.
Di sisi lain, penggunaan niat dalam bahasa Arab terjadi lantaran nabi dan sahabat menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa asli mereka.
Namun, sebagian ulama adapula yang memberikan tuntunan niat sholat fajar
أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sholat-tahajud-33.jpg)