Cerita Seleb
Bukan Gisel, Gading Marten Akui Penyesalan Hidup Lewatkan Artis Super Cantik Tanah Air Ini
Dulu tuh gue emang suka, sukanya suka beneran, bukan ngefans tapi emang suka, Jadi salah satu penyesalan hidup gua adalah gue kenal
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com - Baru-baru ini ada hal menarik dari sosok Gading Marten.
Bagaimana tidak, hal ini berkaitan pada sosok wanita yang ia taksir dan idolakan saat SMA.
Bahkan Gading mengaku wanita tersbut adalah Penyesalan dalam hidupnya.
Siapa dia?
Wanita tersebut adalah aktris cantik Dian Sastrowardoyo atau dikenal juga dengan nama Dian Sastro.
"Dulu tuh gue emang suka, sukanya suka beneran, bukan ngefans tapi emang suka, Jadi salah satu penyesalan hidup gua adalah gue kenal Dian Sastro dulu. SMA. Jadi gue mendingan kenalnya sekarang aja lah," kata Gading dalam podcast Armand Maulana.
Baca juga: Ayu Dewi Bongkar Tabiat Nia Ramadhani, Diberi Tahu Cara Happy saat Sedih
Lantas siapa Dian Sastro, berikut profilnya.
Profil
Melansir Tribun Wiki, Diandra Paramita Sastrowardoyo atau lebih dikenal sebagai Dian Sastrowardoyo merupakan anak dari pasangan Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini.
Sejak kecil, Dian sangat dekat dengan literatur.
Dian sangat suka membaca buku, menonton, menyanyi dan banyak hal lain yang berkaitan dengan seni.
Dalam dirinya, masih mengalir tokoh pergerakan nasional, Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo.
Tak hanya itu, kakak dari sang kakek juga merupakan seorang penyair bernama Subagio Sastrowardoyo.
Dian Sastrowardoyo menjalani pendidikannya di Jakarta, mulai dari TK sampai lulus SMA.
Dian mengenyam pendidikan kanak-kanak di TK Don Bosco.
Lulus dari Don Bosco, melanjutkan sekolah ke SD Strada Van Lith II di Duren Sawit, Jakarta.
Lulus SD, Dian melanjutkan ke SMP Vincentius Otsista, Jakarta kemudian melanjutkan ke SMA Tarakanita 1, Pulo Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Lulus dari SMA, Dian Sastrowardoyo sempat kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, Depok.
Namun hanya sebentar kemudian pindah ke Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Jurusan Filsafat di kampus yang sama.
Dian Sastro berhasil meraih gelar sarjana pada Juli 2007.
Di kampus yang sama, Universitas Indonesia, Dian Sastro melanjutkan kuliah pascasarjana di Fakultas Ekonomi. Gelar Master of Management berhasil diraihnya dengan predikat cumlaude pada Agustus 2014.
Perjalanan Karir
Karier Dian Sastrowardoyo di dunia hiburan dimulai sejak tahun 1996 ketika ia menjuarai ajang Gadis Sampul yang diadakan Majalah Gadis.
Kariernya di dunia hiburan berlanjut ketika pada 1999 ia menjadi bintang video klip Sheila on 7.
Mulai saat itu, ia beberapa kali sempat menjadi model video klip.
Dian baru merambah ke dunia perfilman pada tahun 2000 ketika ia membintangi film Bintang Jatuh karya Rudi Sujarwo. Namun film tersebut tidak ditayangkan di bioskop.
Setahun berselang, Dian kembali menjadi aktris dalam film Pasir Berbisik. Karena film ini, namanya mulai populer.
Bahkan di film layar lebar pertamanya ini, Dian dianugerahi penghargaan sebagai pemeran wanita terbaik dalam Festival Film Internasional Singapura pada 2002 dan Festifal Film Asia Deauville di Perancis di tahun yang sama.
Dian Sastrowardoyo kembali memainkan film yang disebut-sebut paling legendaris dalam dua dekade terakhir, yaitu Ada Apa dengan Cinta? (AADC).
Dalam film romantis yang rilis pada tahun 2002 itu, Dian duet dengan aktor ternama, Nicholas Saputra.
Melalui film ini, ia juga berhasil meraih penghargaan lagi sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam ajang Piala Citra Festival Film Indonesia tahun 2004.
Film AADC juga berhasil membius jutaan penonton baik di dalam maupun luar negeri.
Bahkan Dian Sastro dan Nicholas Saputra harus keliling ke 7 kota di Jepang karena filmnya diputar di 30 bioskop di sana.
7 kota tersebut diantaranya Tokyo, Osaka, Sapporo, Nagoya, Fukuoka, dan Kobe.
Sukses di dunia perfilman, Dian mulai mencoba dunia sinetron meski sebelumnya ia mengaku enggan untuk bermain di sana.
Dian sempat bermain di sinetron Dunia Tanpa Koma pada tahun 2006 yang ditayangkan di stasiun TV swasta, RCTI.
Dian kembali memainkan film yang diproduseri sendiri pada tahun 2009, yaitu Drupadi.
Ia bahkan sempat memainkan peran teater ketika acara peluncuran novel 9 Dari Nadira karya Leila S. Shudori pada Desember 2009.
Setelah cukup lama menghilang dari peredaran industri musik, namanya kembali muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta? (AADC) 2 pada 2016.
Film itu menjadi obat kerinduan para penggemar-penggemarnya. Ia juga sempat bermain dalam film Kartini.
Ia berhasil menunjukkan kemampuan aktingnya yang memesona.
Pada 16 Maret 2017, Dian juga mulai merambah ke dunia bisnis di dunia kuliner. Bersama beberapa temannya, ia membuka restoran yang ia namai MAM di Kawasan Senayan City, Jakarta.
Di tahun yang sama, Dian Sastro juga membuat sebuah start up di dunia fotografi bernama Frame A Trip.
Usaha itu nantinya akan menghubungkan fotografer lokal di tempat tujuan wisata baik di dalam maupun luar negeri, sehingga pengguna jasa tidak perlu menambah biaya akomodasi.
Selain sibuk dengan berbagai aktivitasnya, Dian adalah seorang ibu rumah tangga dari dua anak perempuannya Syailendra Naryama Sastraguna Sutowo dan Ishana Ariandra Nariratana Sutowo.
Sedangkan suaminya, Maulana Indraguna Sutowo adalah seorang pengusaha ternama.
Baca juga: Angel Lelga Berderai Air Mata, Bagikan Kabar Duka dari Rhoma Irama : Innalillahi
Punya Suami Konglomerat
Dia adalah CEO PT Mugi Rekso Abadi, Abadi Soetikno Soedarjo.
Dipanggilnya Indraguna Sutowo banyak mencuri perhatian netizen.
Kendati jarang terkspos, Indraguna ternyata bukan orang biasa.
Ia lahir dari keluarga konglomerat.
MRA Grup tempatnya berkerja saat ini merupakan buah pikir ayahnya Adiguna Sutowo dengan Soetikno Soedarjo.
MRA Grup bergerak di bidang media dan gaya hidup.
MRA Grup menanungi media semisal Hard Rock FM, i-Radio, MTV Radio, majalah Cosmopolitan, hingga Hard Rock Cafe.
Andiguna Sutowo dikenal sebagai sosok sebagai pebisnis sukses.
Andiguna Sutowo sendiri merupakan putra dari tokoh berpengaruh pada masa Orde Baru, Ibnu Sutowo.
Ibnu Sutowo sendiri adalah seorang tokoh militer di era itu sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina.
Tak heran, apabila anak cucunya meneruskan bisnis miliknya yang telah mengakar di Indonesia.
Inilah jejak keluarga, suami Dian Sastrowardoyo. Indraguna Sutowo yang sudah terlahir dari keluarga pebisnis kaya raya.
Dikagumi Gading Marten
Gading Marten dan Dian Sastro sebenarnya bukan teman sekolah.
Namun karena perasaan suka tersebut, Gading meminta teman-temannya yang satu sekolah dengan Dian untuk mengenalkan mereka.
"Gue dulu kenal dia belum megang handphone sendiri, jadi gue nelpon dia tuh nomornya beda-beda. Dan nelfonnya masih ke rumah," cerita Gading dengan senyum lebar.
"Minjem temen, minjem bokap. Gue ampe sekarang masih inget nomor telpon rumahnya (Dian)," ujarnya.
Momen pertemuan pertama dengan Dian Sastro sampai tak bisa dilupakan Gading.
"Akhirnya ketemu Dian di PS (Plaza Senayan)," kata mantan suami Gisella Anastasia ini.
Karena tak berani sendirian, Gading mengajak salah satu rekannya.
Meski bilang akan sendirian, Dian Sastro rupanya juga datang bersama rombongan teman-temannya.
Di situ lah perkenalan Gading dan Dian semakin intens. Bahkan keduanya pernah bersama menonton band Gigi tampil.
Gading masih mengingat ucapan Dian yang menyukai lagu "Damainya Cintaku" milik Gigi.
Kendati begitu, Gading dan Dian Sastro tak pernah berpacaran.
"Enggak pernah (jadi pacar). Gue suka aja," jelas Gading.
Armand Maulana kemudian mengingatkan Gading soal momennya sok ngobrol dengan bahasa Inggris di depan Dian Sastro.
Gading menceritakannya dengan malu-malu dan mengakui betapa dirinya dengan Dian amat berbeda "kelas".
"Emang gue menganggap gue ama Dian itu beda kelas banget lah, Makanya kalo gue ketemu dia tuh antara malu, tapi masih ngefans. Gue kalo ketemu dia tuh masih speechless," ujar Gading
Satu Film dengan Gading Marten
Guru-guru Gokil merupakan film asal Indonesia yang baru saja dirilis pada 17 Agustus 2020 lalu.
Film bergenre komedi drama ini disutradarai oleh Sammaria Simanjuntak.
Film ini dibintangi oleh Gading Marten, Dian Sastrowardoyo, Faradina Mufti, Boris Bokir dan Kevin Ardilova.
Guru-guru Gokil ini menjadi film debut Dian Sastrowardoyo sebagai produser.
Guru-guru Gokil mengisahkan tentang kehidupan baru seorang Taat (Gading Marten).
Seorang guru bernama Taat yang berambisi menjadi orang sukses di dunia entertainment.
Sayangnya, ia gagal dan membuatnya depresi.
Kemudian, Taat diminta untuk bekerja sebagai seorang guru pengganti.
Namun ia mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan, yakni gajinya sebagai guru dicuri.
Rekan-rekannya bertekad untuk mengambil gaji mereka, namun Taat enggan ikut.
Tak lama kemudian, Taat justru merasa bahagia menjadi pengajar.
Ia senang mengajar siswa dan meneruskan profesinya sebagai seorang guru.
Penghargaan
Inspiring Women (2005)
Aktris Berbakat Festival Film Asia Pasifik di Malaysia (2005)
Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia (2004)
Nominasi Aktris terbaik Lucky Strike (2003)
Aktris Terbaik Festival Film Asia Perancis (2002)
Aktris Terbaik Festival Film Internasional Singapura (2002)
Aktris Terpuji Festival Film Bandung (2002)
Nominator Pemain Terpuji Forum Bandung (2002)
Juara I Gadis sampul (1996)
Film
Bintang Jatuh (2000)
Pasir Berbisik (2001)
Ada Apa Dengan Cinta? (2002)
Banyu Biru (2005)
Ungu Violet (2005)
Belahan Jiwa (2005)
3 Doa 3 Cinta (2008)
Drupadi (2009)
Fana: The Forbidden Love (rilis 2010)
Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016)
Kartini (2016)
Sinetron
Dunia Tanpa Koma (2006)
Bukan Kesempatan yang Terlewat (2006).
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gisella-anastasia-dan-gading-marten-bersama-anak-mereka-gempi.jpg)