Margery Levina Hampir Jadi Notaris, Akhirnya Banting Stir ke Dunia Entertainment
Produktif sejak duduk di bangku sekolah membuat Margery Levina kini menjadi sosok multitalenta dalam dunia hiburan dan perusahaan digital.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Produktif sejak duduk di bangku sekolah membuat Margery Levina kini menjadi sosok multitalenta dalam dunia hiburan dan perusahaan digital.
Menginjak usia 24 tahun, Margery saat ini berprofesi sebagai Master of Ceremony, Tutor Mandarin dan Inggris, dan HR Generalist di Disotiv, perusahaan start up Digital di Kota Medan.
"Bersyukur sekali aku benar diberkahi oleh Tuhan, sejak SMP aku sudah dibekali untuk kemampuan berani ngomong di depan dan aku ingat lomba pertama aku itu story telling dan aku berhasil melakukan itu dengan baik. Sejak itu aku pede untuk berbicara di depan umum," ungkap Margery, Sabtu (10/7/2021).
Kecintaannya terhadap dunia public speaking juga membuat Margery juga terjun dalam dunia mengajar sejak dirinya duduk di bangku SMA hingga saat ini.
"Kalau mengajar memang suka dari dulu apalagi dulu waktu SD sempat bercita-cita ingin jadi guru dan sekarang kesampaian menjadi tutor untuk mengajar private," ujarnya.
Berkat bekal pengalaman dan kemampuan yang ia geluti sejak sekolah, Mar kini sudah melalang buana untuk menjadi seorang MC secara freelance.
"Dulu selesai SMA aku juga aktif di organisasi kemanusiaan, dulu kalau ada event aku nge-MC disana. Pelan-pelan dapat kesempatan di tempat lain. Jadi dari lomba-lomba yang aku ikuti, aku jalin relasi dengan juri dan banyak orang hingga akhirnya dapat tawaran. Dari sana aku merasa ini 'jalanku' dan aku enjoy menjalaninya," kenang Margery.
Namun, dibalik profesi yang dijalani Margery saat ini yang berkecimpung dalam dunia entertainment, ternyata latar pendidikan yang ia tempuh sedikit melenceng dari profesinya.
Diceritakannya, dirinya sempat ingin masuk kuliah bidang broadcasting, namun akhirnya dia mengubur keinginannya dengan menuruti keinginan orang tua dengan masuk jurusan hukum di USU pada tahun 2015.
"Aku dulu ingin sekali masuk kuliah Public speaking di Jakarta karena ingin jadi news anchor. Tapi disisi ekonomi juga tidak mendukung, jadi terakhir papa aku nyuruh ke kuliah hukum dengan harapan berkarir sebagai notaris," ujarnya.
Putar arah dari dunia notaris, ia akhirnya berkarir dalam dunia entertainment, juga kini bergabung dengan sebuah perusahaan creative digital, PT. Disotiv Citra Digital yang dirintis oleh Pengusaha millenial yang dijuluki Sultan Medan, Indra Kenz.
"Aku disitu di bagian HRD. Disisi lain, jurusanku di bidang hukum sangat membantu karena di HRD kita ada mengurus bagian legal," kata Margery.
Dalam bidang ini, dirinya bergelut dalam dunia konsultasi, absensi dan berurusan dengan sumber daya perusahaan.
Tentunya, menjalani beragam profesi sekaligus, bagi sebagian orang akan cukup menantang bahkan tidak memiliki waktu sama sekali.
Hal ini juga turut dirasakan Margery saat kuliah yang dirinya hampir tidak mengenal kata hangout bersama teman-teman seusianya lantaran harus kuliah, mengajar dan menjadi MC disela kepadatannya.
"Aku dulu hampir tidak mengenal kata 'me time' atau weekend. Orang pasti ada sediakan waktu untuk me time, tapi kalau aku dulu saat weekend aku padatin waktu di organisasi. Nah mulai kesini, aku merasa aku harus sehat secara mental dan happy jadi aku memang sekarang manage jadwal kerja dan waktu untuk istirahat," kata Margery.
Bagi Margery, segala sesuatu yang ia lakukan saat ini bukanlah hal yang mudah. Perlu pengorbanan dan kerja keras dibarengi dengan berdoa.
"Prinsip yang aku pegang saat ini yaitu Let it Flow, udah kamu jalani aja. Kamu boleh stres tapi di titik tertentu. Kalau tidak ada stress sama sekali itu bahaya, tapi kalau stress berlebih itu juga bisa burn out. Aku percaya semua itu sudah diatur, lakukan porsi kamu sebaik mungkin. Tuhan pasti akan berikan apa yang menjadi bagian kamu," kata Margery.
Tambahnya, hal yang membuat dirinya menjalani keseharian dengan semangat yaitu hidup tanpa menghakimi orang lain.
"Jangan judge orang hanya dari luar saja. Mungkin kedengarannya simpel, tapi jalaninya itu sulit sekali karena kita manusia tak terlepas dari ego atau opini sendiri. Tapi jika diterapkan akan buat kita self reflecting dengan mengomentari orang kita berkaca ke diri sendiri dulu apakah kita sudah pantas ngomongin orang," ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga menyebutkan bahwa selama ingin terus maju dan berkembang, harus pintar untuk menangkap peluang yang ada dan jangan membatasi diri.
Margery percaya bahwa hasil tidak akan mengkhianati proses. Siapa yang menyangka bahwa dirinya yang dulu sering tampil di depan juri, kini dengan kepiawaian dan pengalaman, Margery mampu duduk sebagai juri dalam berbagai ajang kompetisi public speaking.
Bakat Nyanyi dari Nenek
Kemampuan Margery dalam public speaking ternyata tidak hanya MC namun juga bakat menyanyi dengan menjadi wedding singer.
Diceritakannya, bakat menyanyi dirinya muncul dengan sering ikut nenek hangout ataupun karaoke bersama nenek.
"Bakat nyanyi aku menurun dari nenek dan mama. Aku dulu dekat kali sama nenek karena dari kecil udah tinggal bareng keluarga. Jadi sering ikut hangout bareng nenek sama teman-temannya," kata Margery.
Bahkan, ia bercerita awal mula nyanyi di depan umum saat ikut sang nenek hangout bersama teman sang nenek di sebuah food court waktu kelas empat SD.
"Pertama kali waktu kelas empat SD, nyanyi di depan umum lagu Mandarin bareng nenek sama teman-temannya, dari situ rupanya mulai ketagihan menyanyi," kata Margery.
Melihat potensi seni yang mengalir dalam diri Margery, akhirnya orangtua nya mendukung dengan ikut les vokal dan rajin ikut ajang kompetisi menyanyi yang membawanya kini menjadi langganan sebagai wedding singer.
Bagi Margery, pencapaian yang ia rintis saat ini tidak akan ia dapatkan jika tak ada niat untuk maju dalam dirinya.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/margery_levina.jpg)