Pria Ini Ngaku Istrinya Positif Covid-19 Varian Delta Hingga Dikremasi, CCTV Ungkap Kejahatan Suami
Seorang suami memberitahu kepada semua orang bahwa istrinya terjangkit Covid-19 dan meninggal hingga dikremasi.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Seorang suami memberitahu kepada semua orang bahwa istrinya terjangkit Covid-19 dan meninggal hingga dikremasi. Namun ternyata kenyataannya benar-benar berlawanan.
Menurut India Today, polisi di Hyderabad, negara bagian Andhra Pradesh, India, menemukan mayat seorang wanita hangus dalam sebuah koper.
Sebelumnya, suami wanita ini memberitahu semua orang bahwa istrinya telah tertular Covid-19 dan dikremasi oleh rumah sakit.
Baca juga: Terpapar Covid-19, Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Dunia
Baca juga: Mengenal Tocilizumab, Obat Covid-19 Harganya Jutaan Rupiah, Banyak Selamatkan Nyawa Pasien
Namun, tubuh yang terbakar di dalam koper mengungkapkan kebohongan ini.
Pria itu ternyata membunuh istrinya, membakarnya dan kemudian menipu semua kerabat dan teman-temannya.
Pada tanggal 4 Juni, polisi menemukan sebuah koper berisi mayat seorang wanita yang terbakar di dekat Rumah Sakit Umum Pemerintah SVRR.
Awalnya, karena tubuh ini dibakar begitu parah, polisi tidak bisa mengidentifikasi korban.
Kemudian polisi Hyderabad melacak kamera keamanan di sekitar area rumah sakit dan menemukan seorang sopir taksi yang membantu pelaku menunggu koper tiba di rumah sakit.
Polisi menangkap sopir taksi ini dan menginterogasinya.
Sehingga menemukan fakta bahwa ini adalah kasus pembunuhan.
Korban diidentifikasi sebagai Bhubaneshwari, 27 tahun, tinggal di daerah Ramasamundram, Kota Chittoor, dan pergi ke Kota Hyderabad untuk bekerja sebagai software engineer.
Baca juga: Akhirnya India Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dari 400.000 ke 40.000 dalam Sehari dengan 3 Cara Ini
Baca juga: Di Tengah Upaya Lawan Covid-19 di India, 2.500 Warga Tertipu Vaksin Palsu, Isinya Larutan Garam
Dia menikah dengan suaminya yang bernama Srikant Reddy pada tahun 2019 lalu dan memiliki seorang putri yang berusia 18 bulan.
Setelah pandemi Covid-19 melanda, suaminya kehilangan pekerjaan.
Dia menjadi pengangguran dan frustrasi karena tidak menghasilkan uang.
Srikant pun mulai menjadi pecandu alkohol.
Hal ini membuat Bhubaneshwari sangat frustrasi dan marah. Sehingga pasangan ini seringkali bertengkar dan berkonflik.
Pada malam tanggal 22 Juni dan dini hari 23 Juni, Bhubaneshwari dan suaminya kembali berdebat dan terlibat pertengkaran.
Selama pertengkaran tersebut, Srikant marah dan menikam istrinya sampai mati.
Baca juga: 10 CARA EFEKTIF Mencegah Virus Corona, Waspada Varian Covid-19 India Sudah Masuk Indonesia
Baca juga: Viral China Posting Foto Api Peluncuran Pesawat Antariksa dengan Pembakaran Mayat Covid-19 di India
Untuk menghindari bukti-bukti, Srikant memasukkan mayat Bhubaneshwari ke dalam koper, menyewa taksi untuk membawanya ke dekat rumah sakit dan membuangnya di sana.
Beberapa saat kemudian, ia kembali ke tempat kejadian, menuangkan bensin ke koper dan membakar mayatnya.
Menurut sumber polisi, Srikant berbohong kepada semua keluarga dan teman-temannya bahwa Bhubaneshwari terinfeksi Covid-19 varian Delta dan tidak mampu melawannya.
Setelah kematiannya, Bhubaneshwari dikremasi oleh staf medis di rumah sakit.
Pada akhirnya, kebohongan Srikant terbongkar.
Pria itu didakwa membunuh istrinya dan membuang mayatnya.
Keluarga Bhubaneshwari sangat sedih dan marah dengan fakta ini.
Saat ini, Srikant dalam pelarian dan polisi secara aktif mencari untuk menangkapnya.
(yui/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dokter-hamil-8-bulan-meninggal-kena-covid-19.jpg)