Pembelajaran Tatap Muka Dievaluasi, Kepsek SMAN 18 Medan : Kita Ikuti Aturan yang Berlaku
Menyikapi putusan yang disampaikan Wakil gubernur Kepala Sekolah SMA Negeri 18 Medan, Demse Pardosi mengatakan mengikuti aturan yang ditetapkan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pembelajaran tatap muka (PTM) Sumatera Utara (Sumut) kembali di evaluasi.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah seusai menggelar rapat koordinasi Persiapan Pembelajaran Secara Tatap Muka di Sekolah, di Aula Tengku Rizal Nurdin, pada Rabu 30 Juni 2021.
Menyikapi putusan yang disampaikan Wakil gubernur Kepala Sekolah SMA Negeri 18 Medan, Demse Pardosi mengatakan mengikuti aturan yang ditetapkan.
"Kita kan setuju aja dengan kebijakan pimpinan kita, apapun katanya itu yang terbaik, gak mungkin kita langsung buat aturan sendiri," ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (30/6/2021).
Baca juga: Video Viral Emak-emak Ini Balik Ngegas Gegara Ditegur Parkir Mobil di Depan Ruko Orang Lain
Ia menilai apa yang di putuskan pemerintah provinsi Sumatera Utara punya pertimbangan yang banyak.
"Tetap apa yang diputuskan pemerintah kita terutama di sumut satu pasti kita setuju dan saya tau pasti pertimbangannya itu banyak, zona merah,"
"Perkembangan sekarang pun makin rame yang kena positif. Ya kita gak mungkin lain sendiri kita pasti nurut lah sembari itu kita siapkan juga mana tau bulan delapan bulan sembilan udah mulai normal atau udah bisa di sesuaikan kita tetap jaga jaga," kata Demse.
Tentang kesiapan pembelajaran tatap muka ia sampaikan sudah jauh-jauh hari, tinggal menyesuaikan kapan pemerintah memberlakukan pembelajaran tatap muka.
"Penyediaan peralatan protokol kesehatan di sekolah tetap kita siapkan jauh jauh hari. Cuma kelengkapannya berapa persen nantilah kalau sudah memang di pastikan. Yang jelas kita di sekolah telah mempersiapkan," jelasnya.
Baca juga: Video Curhat Artis Cantik Marshanda Viral Lagi, Mantan Istri Ben Kasyafani Ini Ungkap Konflik Batin
Melihat tanggapan para orang tua dan peserta didik banyak yang menginginkan pembelajaran tatap muka, Demse meminta untuk tetap bersabar.
Sekolah akan menjalankan sesuai aturan yang di pemerintah provinsi.
"Sebelumnya memang iya, khusunya siswa siswa pribumi cenderung pembelajaran tatap muka. Tapi kan, mau seratus persen pun menuntut itu kebijakan pemerintah daerah belum mengijinkan tetap aja kita gak boleh,"
"Aturannya kan ada, bukan aturan sekolah sendiri itu, dasarnya kan dari sana. Mereka sabar dulu lah ya, sembari mereka harus jaga diri, supaya jangan semakin meluas," kata Demse.
(cr6/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tatap-muka-ditunda_smp-n-7.jpg)