KISAH Nabilla Bocah Perempuan 3 Tahun Alami Penyakit seperti Gondok dan Lidah yang Membengkak

Pasalnya anak ketiga mereka yang bernama Nabilla (3) menderita penyakit seperti Gondok pada bagian wajahnya yang diderita sejak lahir.

Tribun-medan.com/Anil
Nabilla (3) mengalami pembengkakan pada wajah dan lidahnya yang bertempat tinggal di Desa Ramunia II, Dusun II, Gang Pinang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (21/6/2021). (Tribun-medan.com/Anil) 

Laporan wartawan Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid

TRIBUB-MEDAN.com, PANTAILABU - Betapa nestapa orangtua saat melihat anak kandungnya begitu lahir sudah dalam keadaan yang tidak normal.

Seperti halnya yang dirasakan pasangan suami istri yang bernama Iwan dan Rama warga Desa Ramunia II, Dusun II, Gang Pinang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Pasalnya anak ketiga mereka yang bernama Nabilla (3) menderita penyakit seperti Gondok pada bagian wajahnya yang diderita sejak lahir.

Namun lantaran keterbatasan biaya, apa tah daya bagi orangtuanya untuk membawa berobat Nabilla ke rumah sakit.

Selama ini, Nabilla hanya dibawa berobat kampung saja.

Nabilla merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.

Kakak sulung bernama Devi Anggraini yang baru naik kelas 3 SMK.

Devi Anggraini pun mesti pula mencecap getirnya kehidupan.

Lantaran biaya, Devi pun harus putus sekolah, dan saat ini bekerja di warung kelontong untuk membantu biaya pengobatan Nabilla.

Sedangkan abangnya, sang anak kedua, bernama Satrio, juga baru naik kelas 1 SMA.

"Awalnya kayak penyakit gondok gitu, kita bawa berobat alternatif, memang kecil dia pembengkakannya itu, tapi ya lama-lama lidahnya kok keluar," tutur Rama, ibu kandung Nabilla terbata-bata saat berbincang dengan Tribun Medan, Senin (21/6/2021).

Rama mengisahkan waktu Nabilla berumur tiga bulan, ia bersama suami sudah membawa Nabilla melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

"Kata dokter, saat itu belum bisa karena fisik badan dia masih bayi, kalau udah umur 6-7 tahun baru bisa, entah dioperasi atau entah diapain lah. Sementara itu berobat kampung ajalah," ujar Rama.

Setelah menjalani pengobatan kampung, memang penyakit yang diderita Nabilla banyak mengalami perubahan terkhusus pada pembengkakan di wajahnya.

"Dia kalau kumat ya kayak gini lah, lidahnya bengkak, makan berdarah, badannya demam, panas. Namun kalau badannya enggak panas, dia enggak nangis, kalau badannya udah enggak enak baru nangis," ujar Rama.

Pada saat melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, sakit yang diderita Nabilla seperti kalenjar.

"Cuma yang kami heran kan, penyakit kayak gondokannya mengecil kenapa lidahnya kok keluar, katanya uratnya tertarik saat pengobatan kampung," ujar Rama.

Saat ini, Nabilla makan hanya sekali, apabila lidahnya membengkak.

"Untuk tetap menjaga kesehatan tubuhnya, Nabilla juga dibantu dengan meminum susu," ujar Rama.

Sementara itu, waktu masih bayi, Rama menuturkan tak sanggup untuk melihat kondisi anaknya.

"Saat mengandungnya tidak ada kendala apa-apa, normal-normal saja. Begitu lahiran ya terkejut dan kaget ngelihat kondisi anak saya," ujar Rama sembari menahan tangis.

Karena terkendala biaya, hingga saat ini, Nabilla belum ada dibawa berobat lagi ke rumah sakit.

"Dulu punya BPJS, cuma karena tidak sanggup bayar, jadi udah enggak di lanjuti lagi. Bapaknya pun, cari uang udah pas-pas buat makan. Kalau bantuan dari pemerintah belum adalah, masih tetangga lah yang bantu," ucap Rama.

Rama menuturkan, ia sangat berharap anaknya segera sembuh dari penyakit yang di derita. Cuma, karena kondisi dan keadaan ia terkendala dengan biaya.

"Harapan saya ya cepat sembuh lah penyakit yang di derita anak saya ini, biar kayak seperti anak-anak normal pada umumnya. Bapaknya jualan roti keliling, tapi kalau keadaan kami enggak punya duit mau bagaimana lagi, rumah aja nyewa," tutup Rama.

(CR23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved