SMA Santa Maria Medan Terpilih Jadi Sekolah Duta Anti Human Trafficking, Dilantik JPIC dan SFD

JPIC dan SFD Indonesia menobatkan SMA Santa Maria Kota Medan menjadi sekolah Duta Anti Human Trafficking

Tribun-medan.com/HO
Foto bersama Ketua JPIC (Justice Peace and Integrity of Creation) dan Pimpinan Umum SFD (Suster Fransiskus Dina) Indonesia dengan 20 siswi Duta Anti Human Trafficking dan pembina Duta Anti Human Trafficking, di Aula Santa Theresia Jalan Pemuda Nomor 1, Kota Medan, Senin (14/6/2021). (HO) 

Laporan Wartawan TRIBUN-MEDAN. com, Angel Aginta Sembiring.

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Kasus perdagangan manusia atau human trafficking menjadi perhatian serius bagi JPIC (Justice Peace and Integrity of Creation) dan SFD (Suster Fransiskus Dina) Indonesia.

Keprihatinan terhadap korban perdagangan manusia membuat JPIC dan SFD Indonesia menobatkan SMA Santa Maria Medan menjadi sekolah Duta Anti Human Trafficking.

Pembina Duta Anti Human Trafficking Mardimpu Sihombing menuturkan keprihatinannya terhadap para korban perdagangan manusia semakin menyadarkan untuk terlibat langung.

Tujuan lainnya Mardimpu Sihombing terlibat langsung dalam gerakan Anti Human Trafficking adalah untuk mengubah mindset para laki-laki.

"Saya laki-laki satu-satunya yang terjun melibatkan diri di anti trafficking karena saya ingin mengingatkan bahwa laki-laki harus memiliki mindset penjaga dan pelindung bagi wanita," katanya kepada Tribun Medan, di SMA Santa Maria Kota Medan, Selasa (15/6/2021).

Mardimpu mengutarakan hal-hal yang menjadi penyebab perdagangan manusia terjadi akibat beberapa faktor yaitu ekonomi, pendidikan dan niat untuk mengubah hidup dengan cepat.

Sehingga dari hal itu dapat dengan mudah menerima penawaran yang membawa penyesalan.

Maka satu upaya yang dilakukan oleh Duta Anti Trafficking yaitu mengedukasi ke pedalaman untuk mengubah mindset.

Saat ini pimpinan dengan para suster mengenalkan mengenai bagaimana bahayanya human trafficking kepada kaum muda dan anak.

Mardimpu mengutarakan SFD berupaya menjadi agen transformasi untuk membangun wadah rehabilitasi untuk para korban human trafficking

"Saya salut kepada para suster SFD yang jauh berpikir dan menjangkau kesana, kita kaum awam perlihatkan bahwa kita lebih peduli. Karena mereka generasi tunas bangsa, kita mau Indonesia maju melalui adanya program-program yang dijalankan kedepannya, " tuturnya.

Maka dalam bentuk perhatian da segala bentuk kepedulian dapat membuat para korban bisa kembali pulih.

"Kita coba lakukan terobosan melalui JPIC dan SFD agar menjadi agen utk melakukan itu dalam jangka panjang dan pendek. Program prioritas yang akan dilakukan juga dengan goes to school via online dan offline nantinya, " katanya.

Sampai sekarang makin bertambah sesuai data, jadi maunya kita perangi hal ini. Kita akan merekrut orang utk mejadi duta.

Sehingga kolaborasi aksi nyata dan kemudian ada perubahan yang terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, dengan dipilihnya 20 orang siswa yang berlatar belakang dan terdapat juga beberapa yang memiliki pengalaman pahit dapat membangun sesama untuk menjelaskan kaum muda dan anak-anak mengenai bahayanya human trafficking.

Duta Anti Human Trafficking dilantik oleh pimpinan umum SFD Indonesia Sr. Imelda Tampubolin dan ketua JPIC Sr. raynelda Simanjorang pada Senin (14/6/2021).

"Kita bersyukur dengan terpilihnya SMA Santa Maria Kota Medan sebagai sekolah Duta Anti Human Trafficking, semoga ini bisa membuka mata hati dan ditambah para suster yang membimbing agar Indonesia maju dengan cara ini, " tuturnya.

Harapannya dengan dipilihnya para duta agar semakin banyak mewartakan dan masyarakat semakin tahu bahaya perdagangan manusia.

Dan melalui pembinaan itu menjadi agen perubahan bagi diri sendiri dan oranglain.

(Cr9/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved