Kisah Noah di Balik Rilis Lagu Badai Pasti Berlalu, Sesuram Apapun Situasi Kebahagiaan Pasti Menanti

Band Noah mengaransemen kembali lagu dari Almarhum Chrisye betajuk Badai Pasti Berlalu yang fenomenal di zamannya.

HO
Band Noah rilis kembali lagu dari Almarhum Chrisye betajuk Badai Pasti Berlalu. 

Laporan Wartawan TRIBUN-MEDAN. com, Angel Aginta Sembiring

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Band Noah mengaransemen kembali lagu dari Almarhum Chrisye betajuk Badai Pasti Berlalu yang fenomenal di zamannya.

Aransemen lagu dengan image yang berbeda dari versi sebelumnya dengan versi yang lebih diremajakan.

Noah mengatakan berusaha agar berbeda dari lagu sebelumnya.

"Kita berusaha agar berbeda dari sebelumnya, Noah membuat aransemen yang lebih diremajakan. Itu yang bikin menantang sih.” ujar Ariel.

"Badai Pasti Berlalu dari Noah tentu mempunyai image yang berbeda dari versi sebelumnya, Bukan hanya aransemen lagu saja, tampilan artwork cover pun dibuat berbeda dari biasanya, " sambungnya.

Makna tersirat di balik lagu pun mengenai perjalanan kehidupan, terkadang manusia merasakan keterpurukan seperti awan gelap dan ada masa-masa indah seakan matahari segera berganti.

Namun menjalani hidup sesuram apa pun, suatu saat pasti akan berganti menjadi kebahagiaan dan sebuah bencana hebat akan hilang jika kita tabah menghadapinya.

"Hal itulah makna yang tersirat dalam lagu Badai Pasti Berlalu yang dinyanyikan kembali oleh Noah, " tuturnya.

Selama proses aransemen lagu, Noah sangat berhati-hati dalam mengaransemen ulang lagu ini.

“Meski disesuaikan dengan selera saat ini, Noah tetap tak ingin merombak dan menghilangkan esensi lagunya.” tambah David.

Hal senada juga dikatakan oleh Garis Edelweiss menjelaskan, “Setelah mendengar dan meresapi lagu Badai Pasti Berlalu, saya mencoba melakukan sedikit performance secara imaginer". katanya.

Tampak diibaratkan disitu terdapat banyak tangan – tangan yang diartikan sebagai beban atau permasalahan, yang awalnya mencengkram kepala si gadis lalu perlahan mulai membuka.

Awan sendiri adalah peneduh, hari cerah awan mendekat lalu meneduhkan.

Dalam project ini Noah bekerjasama dengan Garis Edelweiss selaku drawing artist.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved