Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspadai Kebakaran Hutan
Tingginya suhu udara berpotensi untuk menimbulkan kebakaran di wilayah hutan.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Sebagian wilayah di Sumatera Utara mengalami cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir. Cuaca ekstrem tersebut berupa potensi terjadi peningkatan suhu udara
Terkait hal ini, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Juspri Nadeak, mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tingginya suhu udara berpotensi untuk menimbulkan kebakaran di wilayah hutan.
"Ya, di cuaca ekstrem seperti saat ini, kita imbau kepada masyarakat agar mewaspadai terjadinya Karhutla," ujar Juspri, Minggu (13/6/2021).
Juspri menjelaskan untuk di Kabupaten Karo terdapat beberapa wilayah yang memiliki potensi untuk terjadi Karhutla. Berdasarkan pengalaman yang ada, beberapa wilayah yang cukup berpotensi untuk terjadi Karhutla berada di tiga titik.
"Seperti di Kecamatan Merek, Kecamatan Munte, dan Kecamatan Tiganderket," ungkapnya.
Baca juga: Manggala Agni Sibolangit Alami Kesulitan Padamkan Karhutla di Aceh Selatan
Berdasarkan catatan pihaknya, untuk di Kecamatan Merek dan Munte memang sempat terjadi beberapa kali terjadi Karhutla. Seperti diketahui, untuk di Kecamatan Merek wilayah yang cukup sering terjadi Karhutla berada di Gunung Sipiso-piso.
Dirinya mengungkapkan, potensi terjadinya Karhutla di gunung ini karena memang kondisi gunung yang merupakan gunung batu dan dipenuhi ilalang. Sehingga, jika cuaca panas dan angin bertiup kencang maka api akan mudah timbul. "Untuk di Merek kan kita lihat memang di Gunung Sipiso-piso sangat potensi terjadi kebakaran," katanya.
Sedangkan untuk di Kecamatan Munte dan Tiganderket juga memiliki potensi yang hampir serupa. Untuk Kecamatan Munte memang terlihat banyak ditanam oleh pepohonan jagung, sehingga jika sudah kering dapat berpotensi menimbulkan percikan api.
Lebih lanjut, untuk Kecamatan Tiganderket potensi ini timbul karena dulunya yang kebanyakan ditanam tanaman keras, saat ini sudah berganti menjadi tanaman muda. Sehingga potensi bencana seperti kebakaran hutan dan longsor dapat berpotensi terjadi. (cr4/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-bpbd-karo-juspri-nadeak-saat-ditemui-di-kantor-bpbd-karo.jpg)